Saturday, February 21, 2015

INTERSTELLAR (2014)




Tidak banyak sutradara yang menjadi acuan seseorang untuk menonton sebuah film.  Sebut saja misalnya Steven Spielberg, tidak peduli siapapun pemerannya, pasti orang akan menonton filmnya asal disutradarai oleh dia.  Karena kebanyakan orang itu melihat siapa pemainnya baru berminat untuk nonton. (kebanyakan yah)  Nah salah satu barometer sutradara yang dilihat salah satunya adalah Christopher Nolan.  Trilogi Batman versi baru membuat nama Nolan semakin berkibar.  Memang kalo dilihat karya-karyanya bisa dibilang tidak terlalu “pasaran”  bahkan Batman Begins berhasil membuat saya menobatkan film itu sebagai salah satu film superhero favorit saya, padahal saya suka Superman.  Film Memento pun dibuat dengan cara yang luar biasa unik oleh Nolan.  Honestly, banyak yang memuji Inception tapi untuk saya, saya tidak terlalu memujanya.

Dengan berbekal begitu banyak opini positif tentang Nolan, kini film terbarunya Interstellar pun pasti akan berbeda dari yang lain.  Setelah saya menontonnya, ternyata banyak sekali bintang-bintang yang bermain di film ini; ada Casey Affleck, Matt Damon, Jessica Chastain selain bintang utamanya Matthew McConaughey dan Anne Hathaway dan juga ada Michael Caine. Maaf ya kalo ada yang belum saya sebut namanya. Tuh kan jadi inget ada Wes Bentley. Sorry bro ketinggalan.  Tampaknya semua bintang berlomba-lomba ingin main di filmnya Nolan.


Dengan cast yang demikian wow, jelas dari segi akting jangan ditanya deh.  Dan saya salut banget dengan penampilan Matthew, dia pantas mendapat Oscar tahun lalu kalo liat aktingnya yang sekarang.  Menangis sambil menonton sesuatu di layar kaca.  It’s not easy, man.  Dan ada lagi beberapa adegan yang memang memperlihatkan kepiawaian akting McConaughey.  Terlihat jelas peningkatan kualitas aktingnya dibandingkan dengan film-film terdahulunya.  Sebagai catatan, saya belum nonton Dallas Buyer Club.

Film dimulai dengan…hm bisa dibilang drama keluarga dengan sedikit sisipan ilmiah.  Cukup panjang Nolan membangun dulu fondasi-fondasi awal untuk adegan-adegan selanjutnya, mungkin akan terlihat membosankan namun berkat pengalaman menonton banyak film selama ini (gayanya), saya sudah melihat petunjuk-petunjuk yang akan digunakan untuk pengembangan cerita atau untuk jawaban menjelang ending film.  Jadi mungkin terlihat membosankan, mau tidak mau kita harus memperhatikan detil-detilnya.  For me, jelas tidak membosankan.

Salah satu hal yang mempengaruhi intens adegan-adegan di film ini adalah music scorenya (thanks to Hans Zimmer).  Yang sangat membuat adegan menjadi lebih merasuk ke sanubari, benar-benar pas music scorenya, menambah “nikmatnya” nuansa di film.  Ditambah banyak sekali adegan-adegan “hening” yang menggambarkan suasana kesepian, kesendirian dalam luar angkasa dimana memang sebenarnya menurut ilmu fisika, suara itu hanya bisa merambat lewat zat perantara misalkan udara. Atau mungkin ini tribute untuk filmnya Kubrick, 2001 : A Space Odyseyy (katanya yah) karena saya belum nonton filmnya.

Salah satu yang mungkin agak “mengganggu” adalah istilah-istilah sains yang mungkin agak sedikit membingungkan (tapi saya ngerti kok, suer) dan proses-prosesnya, tapi sekali lagi saran saya nonton aja filmnya dengan seksama tapi itu pun kalo kuat ya menahan konsentrasi lama-lama.  Kalo saya memang suka dengan hal-hal yang berbau science fiction, salah satu yang saya suka yaitu lobang hitam (black hole) yang kebetulan sebenarnya menjadi salah satu tema pokok di film ini.  Juga tentang relativitas waktu.  Meskipun akhir film ini sedikit membingungkan bagi sebagian penonton namun jika ditelaah dari dialog-dialog yang ada di film, itu sudah dijelaskan akan terjadi.  Jadi menurut saya itu sah-sah saja karena sudah dijelaskan di film yang bersangkutan.  Seperti Superman bisa terbang dijelaskan kenapa bisa terjadi demikian, jadi sah-sah saja buat saya.  Jadi sebenarnya jangan dipusingkan soal ending film ini karena menurut saya yang menjadi inti utamanya adalah perjalanan menuju ke ending yang membolak-balikan perasaan dan otak kita.  Saya punya anak perempuan, jadi jelas film ini berhasil membuat saya sesak dada pada beberapa adegan, membayangkan kalau hal itu terjadi pada saya.

Mungkin untuk sekedar membantu (mudahan-mudahan bisa membantu), lupakan tentang definisi waktu yang kita gunakan seperti biasa, lebarkan imajinasi anda dan konsentrasi penuh ketika dialog-dialog dalam film bertutur tentang kata-kata waktu dan gravitasi.  Sedangkan kata black hole jangan terlalu diperhatikan karena itu tervisualisasi dengan jelas di layar.  Well kalo mau diperhatikan juga tidak apa-apa sih, siapa tau masih ada yg belum mengerti apa itu black hole.

Christopher Nolan yang pakai baju hitam

Jadi setelah menonton film ini, saya nobatkan ini menjadi film dari Nolan terfavorit saya, mungkin karena ada faktor hubungan bapak dan anak perempuannya itu juga yang mempengaruhi opini saya.  Music dari Hans Zimmer salah satu faktor yang mempengaruhi juga.  Pas banget, bahkan sebenarnya ketika bukan adegan aksi tapi karena musiknya bisa membuat saya menahan nafas di sela-sela adegan yang hening.  Begitu juga akting McConaughey yang memukau, jadi penasaran pengen liat Dallas Buyer Club.  Tapi mungkin sayangnya bagi sebagian penonton ada yang bingung dengan kerumitan istilah dan proses fisika di film ini.  Mungkin bisa dicoba untuk mencoba untuk menontonnya lagi biar lebih mengerti.  Karena sayang, menurut saya ini film sebenarnya tentang hubungan ayah dan anak yang luar biasa bagus hanya dibalut oleh lapisan science fiction yang mungkin terlihat cukup rumit.  Dua lagi yang saya lupa sebutkan ada aktor senior John Lithgow dan Topher Grace di film ini.  Jempol juga buat Nolan bersaudara yang sudah membuat kisah yang sebetulnya mungkin sudah banyak dibikin jadi sebuah film tapi menjadi sebuah jalinan kisah panjang selama hampir 3 jam yang tidak mudah terlupakan buat saya.  Walaupun saya sedikit merasakan penurunan intensitas di tengah-tengah film.  Atau memang sengaja memperlambat alur sehingga penonton meresapi semua elemen yang terjadi setelah masuk ke black hole.  Asal tidak keburu bosan it works.

Setelah saya baca-baca ternyata film ini mendapat banyak masukan dari seorang ahli fisika bernama Kip Thorne.  Berarti mungkin saja semua ini bisa terjadi dalam kejadian nyata (mungkin di masa depan).  Maybe tapi cukup menakutkan bila itu terjadi. Lalu ada sepenggal puisi “"Do not gentle into that good night, old age should burn and rave at close of day, rage, rage against the dying of the light" tadinya waktu nonton, saya tidak menyadari artinya tapi kalo diterjemahkan…oleh pikiran saya ketika membuat review ini, artinya sangat bagus sekali ternyata. Ini menurut tafsiran saya yah, Jangan menjadi lembut (lemah) ketika malam tiba, justru ketika usia tua, marahlah melawan pudarnya cahaya.  Mungkin ini pas banget, ketika malam tiba, biasanya gelap itu diibaratkan kesulitan, usia tua itu diibaratkan ketidakberdayaan.  Pudarnya cahaya dimisalkan musnah.  Jadi ketika kesulitan tiba, ketika kita tidak berdaya.  Berjuanglah dengan semangat sebelum kehidupan kita musnah atau hilang.  Wow ternyata…saya cerdas (hahaha) ternyata artinya mendalam banget.  Well sekali lagi itu hanya tafsiran saya aja, maaf kalo salah.

3 comments:

Hen Sam said...

Saya penggemar berat film-film Nolan. Gagasannya di film ini juga luar biasa. Tapi kok konsep ruang waktu melalui rak buku itu masih absurd banget buat saya terima #maafkansayayangluguini.

Bang Mupi said...

Mungkin itu visualisasi Nolan tentang dimensi kelima bro :)

Yoriasa Filien said...

Saya juga suka film ini, kebetulan saya ada koleksinya, silahkan kunjungi blog saya :D
Interstellar [ 2014 USA BrRip 1080p YIFY Audio English Subtitle English 2260 MB ]

http://www.amadei33.com/2015/04/interstellar-2014-usa-brrip-1080p-yify.html

Silahkan kalau mau donlot


amadei33.com