Saturday, May 21, 2016

DEADPOOL (2016)





Saya agak sedikit bingung dengan Deadpool alias Wade Wilson.  Karena sebelumnya saya sudah lihat penampilannya di X-Men Origins : Wolverine.  Kebetulan pemerannya sama, Ryan Reynolds.  Mungkin sambil browsing, saya menemukan apakah sebenarnya ceritanya masih nyambung tidak dengan X-Men Origins : Wolverine.  Mudah-mudahan, kalau tidak ada berarti saya akan anggap ini merupakan reboot deh.
Yeah, terus terang ini film gila.  Iya film superhero yang gila.  Bukan gila-gilaan adegan aksinya, hancur-hancuran satu kota. Bukan juga gila-gilaan kemampuan supernya.  Wait, kalau ini bisa jadi, kemampuan super cerewetnya luar biasa sekali.  Dan hal itu yang membuat saya sangat terpikat dengan dialog-dialognya, yang menurut saya kocak-kocak.  Penuh sindiran.  Kalo cerdas tergantung.

Hanya sayangnya, film superhero satu ini bukan konsumsi anak-anak.  Ada adegan yang, bukan ada, tapi cukup banyak yang tidak cocok untuk anak-anak.  Mungkin memang Deadpool adalah superhero yang tidak diperuntukkan untuk anak-anak.  Kata-katanya selain kocak tapi memang sedikit frontal (blak-blakan) dan sedikit kotor.  Ditambah adegan aksinya cukup sadis dan brutal.  Darah bertebaran dimana-mana.  Memang tidak banyak tapi cukup memuaskan. Seperti yang saya bilang tadi, adegan bawelnya itu yang bikin kocak, plus memang cerita dibuat sedikit nyeleneh dengan alur yang sedikit loncat-loncat dan kadang si Deadpool seakan-akan berbicara dengan penonton.



Gaya aneh film ini sudah terlihat dari opening scene yang menampilkan adegan kayak 3 dimensi. Lalu yang lebih uniknya tidak ada nama pemain dan para crew, semua diganti dengan nama panggilan (menurut saya nama sindiran) yang unik. Coba perhatikan kalau pas lagi nonton.  Bahkan saya pernah liat poster Deadpool yang seakan-akan diperlihatkan kalau ini adalah film drama romantis.  Kebetulan memang rilisnya bulan Februari, dimana tanggal 14 adalah hari Valentine.  Sebenarnya cukup romantis juga di beberapa scene.  In kocak way lebih tepatnya hehehe.

Memang Deadpool adalah superhero keluaran marvel comic.  Tapi karena lisensinya dipegang oleh 20th Fox Century, jadi superhero satu ini sementara tidak ada sangkut pautnya dengan Marvel Cinematic Universe.  Atau memang tidak ada yah, saya juga kurang tahu.  Tapi ada sangkut pautnya dengan dunia X-Men.  Karena disini diceritakan ada dua tokoh superhero dari sekolahnya X-Men.  Tapi seperti dialog yang dilontarkan Deadpool, karena bujet filmnya kurang, jadi superhero yang muncul sedikit.  Siapa saja?  Ya tonton saja. 

Mungkin banyolan-banyolan si superhero sinting ini banyak yang tidak dimengerti.  Pertama karena ocehannya kadang diucapkan dengan super cepat tanpa dipikir oleh dia.  Kedua karena isinya kebanyakan sindiran-sindiran, kebanyakan berhubungan dengan dunia film.  Mungkin akan ada beberapa celotehan dia, yang tidak membuat kita tertawa tapi malah membuat kita berpikir.  Tapi so far karena saya banyak nonton film, saya ngertiah semua humor-humor darknya dia. (sombong dikit)

Bagaimana dengan adegan aksinya?  Yang kita cari dari film superhero tentu saja pameran special efek yang memperlihatkan kekuatan super yang bersangkutan. Well, adegan aksinya tidak banyak.  Bisa dibilang kemampuan yang dipamerkan, ya itu kekuatan bawelnya.  Meskipun menurut saya, adegan aksinya cukup menarik, agak sedikit berdarah-darah.  Tapi kalo tentang efek CGI yang menjadi pakem film superhero, film ini terlihat biasa saja.  Mungkin angle-angle kameranya bisa dibilang cukup unik seunik jagoannya sendiri.
Kalau saya perhatikan, cukup banyak juga artis yang nyeberang kubu. Maksudnya Marvel ke DC atau DC ke Marvel.  Nah Ryan Reynolds ini salah satunya.  Setelah dulu pernah berperan sebagai Green Lantern dari kubu DC sekarang berpindah ke Marvel.  Gilanya, hal itu juga disindir ama dia di film ini.  Benar-bener kocak.  Tapi terus terang Reynolds lebih cocok jadi Deadpool daripada Green Lantern.  Good job.



Sekali lagi saya tekankan, kekuatan film ini yang bikin saya suka adalah dialog-dialognya. Thanks to penulis naskahnya, Paul Wernick dan Rhett Reese.  Seakan-akan tidak terbelenggu oleh apapun, mereka membuat dialog “seenaknya” bahkan mengolok-olok studio pembuat film ini meskipun secara garis besar tema film adalah tentang balas dendam (klise).   Sutradaranya Tim Miller pun patut diberi pujian.  Lihat saja hasilnya, dengan bujet 58 juta dolar, meraup penghasilan 362 juta dolar di Amerika saja dan 400 juta dolar di luar Amerika.  Hasil yang cukup fantastis.  Mengingat tidak banyak yang tahu siapa itu Deadpool.  Jelas ini sebuah result film yang solid dan tidak main-main pembuatannya dan bisa memaksimalkan bujet.  Sebuah film pengenalan seorang tokoh superhero yang bisa dibilang sukses besar.

Banyak yang bilang Deadpool itu bukan superhero tapi anti hero.  Jadi kembali kepada hati anda, setelah menonton film ini, apakah benar demikian atau malah anda akan bersimpati padanya.  Dan semuanya akan mempunyai akhir dimana anda suka film superhero sejenis ini atau anda bahkan akan tidak menyukainya atau mungkin anda tidak peduli.  Tapi yang pasti ini bukan film superhero yang seperti biasa.  Sekali lagi jika ingin menonton film superhero yang menghancurkan banyak bangunan atau kota, jangan tonton film ini.  Kalo ingin menyaksikan film superhero dengan balutan twist dan nuansa kelam, jangan tonton film ini.  Kalo ingin melihat film superhero yang memikirkan keselamatan orang banyak, jelas anda salah pilih film.  Kalo ingin menonton film superhero dengan gaya yang cool, berwibawa dan bijaksana, skip saja film ini.