Wednesday, February 4, 2015

THE LAST TYCOON (2012)




Dulu saya adalah penggemar film Hongkong, jadinya saya akrab banget dengan nama-nama seperti Andy Lau, Jet Li, Jackie Chan dan Chou Yun Fat.  Begitu kebanyakan dari bintang-bintang tenar Hongkong hijrah ke Hollywood, saya ikut bergembira.  Setidak-tidaknya nama mereka semakin terkenal dan pundi-pundi uang mereka semakin banyak.  Hanya sayangnya, kebanyakan sineas Hollywood tidak bisa mengeksplor talenta aktor dan aktris Hongkong ini.  Sebagian besar film yang dibintangi oleh para bintang film Hongkong ini tidak semaksimal ketika mereka bermain alam film-film Hongkong. Sangat disayangkan.  Salah satunya adalah apa yang terjadi dengan Chou Yun Fat.  Salah satu bintang Hongkong, yang bisa dibilang atau menurut saya adalah salah satu aktor yang sangat berkharisma di perfilman Hongkong.  Lihat saja perannya sebagai mafia, raja judi atau sebagai pembunuh, sangat luar biasa sekali.  Tidak banyak aktor Hongkong yang bisa menyamai level kekharismaan (kosakata baru nih) seorang Chou Yun Fat. 

Ketika film Hollywood pertama Chou, Replacement Killers terdengar gaungnya, harapan saya tinggi sekali.  Berperan sebagai pembunuh mengingatkan saya akan film fenomenalnya garapan John Woo, The Killer.  Tidak buruk sebenarnya, hanya Antoine Fuqua tidak bisa menyamai cara Woo memancing keluar “aura”nya Chou.  Ditambah daftar film-film Hollywood berikutnya yang semakin menenggelamkan kharisma Chou.  Hanya Children of Huangshi yang menurut saya cukup bagus.

Nah setelah sekian lama tidak melihat performa yang mantap dari Chou Yun Fat, akhirnya saya bisa melihat lagi come backnya Chou di mata saya, meskipun sejujurnya bisa dibilang masih kalah dibandingkan dengan film-filmnya terdahulu seperti A Better Tomorrow (Gangland Boss), God of Gamblers atau The Killer, tapi setidak-tidaknya bisa mengobati rasa rindu akan kehebatan Chou.

Dibawah arahan Wong Jing, mungkin bagi yang belum tahu, Wong jing lah sutradara yang mempopulerkan Chou sebagai seorang ikon Dewa Judi di perfilman Hongkong.  Yang biasanya Wong Jing selalu menggarap film komedi action yang komersil tapi sebenarnya Wong Jing punya beberapa film yang patut diapresiasikan.  Dulu Wong Jing terkenal dengan sebutan seorang sutradara ekspress yang bisa membuat satu film hanya dalam waktu 7 hari.  Kolaborasi dengan sineas HK yang kini punya nama besar, Andrew Lau, Wong Jing berhasil menyajikan sebuah film yang menurut saya cukup bagus dan berkesan. 

The Last Tycoon dimainkan oleh selain Chou Yun Fat, ada Sammo Hung lalu ada aktor muda HK yang lagi naik daun Huang Xiao Ming, yang menurut saya berhasil memerankan karakter waktu muda yang dimainkan oleh Chou Yun Fat di sini.  Berharap setelah ini mungkin Huang bisa menggantikan posisi Chou yang kelihatan sekali wajahnya sudah berumur.  Well, time travels so fast.  Banyak aktor dan aktris lain yang sudah tidak saya kenal lagi karena kini banyak film produksi Hongkong bekerja sama dengan aktor dan aktris dari China.  Jadi maaf, saya tidak bisa berbicara banyak soal para aktrisnya hehehe.  Satu wajah lagi yang saya kenal adalah Francis Ng.


Kisah terentang panjang dari masa muda Chen Daqi sampai dia berhasil menjadi seorang yang berhasil di Shanghai.  Dikisahkan dengan alur flashback yang cukup efektif menurut saya.  Oh saya hampir lupa ada satu lagi pemain lama yang saya ingat yaitu Yasuaki Kurata.  Ada adegan tembak-tembakan, namun tidak ada adegan dua pistol dengan gaya seorang maestro dengan gerakan-gerakan yang dinamis layaknya di film-film Chou dengan John Woo.  Bisa dibilang peran untuk adegan aksinya lebih diserahkan kepada Huang Xiao Ming.

Disini Andrew Lau (Infernal Affairs), selain sebagai produser juga berperan sebagai penata kamera makanya terlihat sedikit banyak, angle-angle bagus di film ini yang menambah keindahan The Last Tycoon.  Hasil karya yang tidak biasa dari Wong Jing ini juga berhasil menyabet penghargaan di Hongkong Film Award 2013 lewat Best Art Direction dan Best Original Film Song.  Pantesan pas satu adegan ada lagu yang dinyanyikan pas sekali oleh penyanyi yang suaranya kok terasa akrab di telinga saya.  Ternyata itu suara Jacky Cheung.

Wong Jing kedua dari kiri

Jika anda mengenal Wong Jing dengan karya-karyanya, jangan tertipu karena film ini bisa dibilang sangat jauh dari tipikal karya-karyanya Wong Jing kebanyakan, disini Wong Jing juga ikut menulis scriptnya bersama Philip Lui dan Manfred Wong.  Jika anda berharap kecewa dengan film-filmnya Chou Yun Fat akhir-akhir ini, jangan tertipu juga karena menurut saya ini bisa dibilang comebacknya Chou walaupun belum semaksimal dulu.  Jika dibandingkan dengan comeback Jackie Chan di Chinese Zodiac, menurut saya lebih berhasil Chou lewat film ini.

No comments: