Wednesday, January 26, 2011

JONAH HEX (2010)


Film berdasarkan komik keluaran DC. Gua ga pernah tau ada komik yang berjudul Jonah Hex, sampai ada berita mau dibikin film, baru gua tau. Sejak kemunculan para rombongan superhero, terlihat sekali kalo Marvel yang memegang tampuk pimpinan dibandingkan dengan DC. Tapi sejak kegagahan The Dark Knight yang meraup hasil sangat-sangat luar biasa, TDK dicap sebagai film superhero terlaris, maka DC kini punya kekuatan untuk menumbangkan keperkasaan Marvel.


Sekarang giliran Jonah Hex, sekali lagi gua tidak tau menahu tentang sosok satu ini. Hanya kalo nonton filmnya, dia ini punya kemampuan berbicara dengan orang mati, settingnya jaman koboi, mukanya ga cakep. Menarik minat anda untuk menonton? Seharusnya iya. Ini jenis superhero spesies baru (emang serangga) yang sejujurnya membuat kita merasa bersimpati dengan nasibnya tetapi ingin melihat kemampuannya.


Josh Brolin, nama pemerannya. Dapet nominasi Oscar lewat perannya di Milk. Tapi yang gua ingat, dia maen di Hollow Man dan Planet Terror. Wajahnya cukup keras juga, tapi tidak sekeras besi karena dia bisa kena tembak dan dicap besi panas. Hanya dari pandangan matanya lah kita bisa melihat kemampuan aktingnya, wait, ini film superhero bukan film kelas Oscar, tapi siapa tau dia bisa dapet nominasi Oscar untuk film ini.
Dan yang hampir terlewatkan begitu saja, Megan Fox. Kalo diitung-itung waktu kemunculannya cuma 9-10 menit. Jadi bagi yang suka Megan, harap bersabar dan pelototin dia saat dia muncul, karena kesempatan itu jarang sekali disini. Kalo anda tertidur, mungkin kesempatan itu akan hilang dan tiket anda akan sia-sia saja. Jadi Megan Fox boleh bangga karena namanya dipasang untuk menarik calon penonton meskipun hanya muncul sebentar, seperti kasus Sandra Bullock dalam film A Time to Kill.



Awal film menurut gua, Jonah beraksi cukup luar biasa, bahkan dia bisa berkelit dari terjangan peluru. Skill yang setara dengan Neo di Matrix bahkan tidak perlu slow motion untuk melakukannya, jelas lebih murah biayanya. Termasuk opening yang menarik perhatian gua ditambah illustrasi yang seperti komik. Muncul John Malkovich sebagai antagonis menambah nilai lebih (harusnya), tapi Malkovich seakan-akan mengulang lagi “kesuksesannya” sebagai antagonis seperti waktu dia main di Eragon. Dan satu lagi, apakah gerangan yang terjadi dengan Wes Bentley, gua pikir karirnya akan berkembang setelah membintangi American Beauty, disini hanya tampil sebentar sekali. Gua ralat deh, bukan Megan Fox yang hampir terlupakan oleh gua, tapi yah karakter yang dimainkan oleh Wes Bentley ini yang gua hampir lupa. Tunggu! Ralat lagi deh, ternyata Aidan Quinn sebagai Presiden Grant yang terlupakan oleh gua. Aktor satu ini dulu lumayan ngetop (Legend of the Fall) tapi sekarang uda jarang maen film. Sorry guys, gua ralat lagi …(plak!!!)


Jimmy Hayward yang mengepalai pembuatan film ini, pernah menggarap Horton Hears Who, film animasi yang tidak nyangkut di pikiran gua waktu menontonnya, karena saat itu gua bawa anak gua yang masih kecil, dan yang sepanjang film perhatian gua teralihkan dari layar lebar. Untuk nonton via home theatre yang super canggih dengan layar lebar di rumah gua (gayanya, padahal punya yang standar aja dan tivinya pun bukan LCD atau TV Plasma apalagi LED), ga sempet aja. Hayward sukses membuat awal film koboi yang menarik, dengan gaya-gaya mirip nonton Wild Wild West-nya Will Smith. Namun Hayward tidak konsisten menurut gua. Hilangnya kemampuan sakti Jonah yang bisa berkelit dari peluru bahkan tampak gampang sekali dipecundangi oleh Burke, tangan kanan villain utamanya. Makanya menurut gua film ini sudah kurang mengasyikan lagi setelah 50 menit lewat. Dan bahkan kisah balas dendam ini kembali ke pakem awal yang sudah sering terjadi dalam film-film Hollywood.

Cerita yang ditulis oleh Mark Neveldine cukup menarik, hanya sayang kurang dikembangkan atau durasi film yang terlalu cepat, hanya 81 menit. Sebagai catatan, ternyata Mark yang menjadi sutradara di Crank beserta sekuelnya dan Gamer.
Mungkin yang bisa menjadi nilai tambah film ini adalah, landscape daerah perkoboian yang ternyata bisa dishoot begitu indah, tidak banyak sih tapi cukup buat cuci mata. Spesial efek cukup, cukup standar maksudnya, ga ada nilai plusnya.

So sebagai bukan penggemar komik, maksudnya gua tidak terlalu ngefans banget dengan komik. Jonah Hex bisa dibilang tidak meningkatkan nilai DC di mata gua. Sayang sekali padahal tidak banyak, komik yang mengambil setting jaman koboi kecuali yang gua ingat adalah Lucky Luke. Seharusnya Jonah Hex bisa mengambil kelangkaan itu menjadi suatu keuntungan. Bahkan dengan modal 47 juta dolar, baru menghasilkan 10 juta dolar di seluruh dunia. Dan remember revenge is not good for your health and your mind. Hehehe…

1 comment:

HAYU beautiful handicraft said...

info film yg bagus.... :)
silakan kunjungi blog kami..... :)

http://hayubeautifulhandicraft.blogspot.com