Tuesday, March 10, 2009

THE DAY THE EARTH STOOD STILL (2008)

Genre : Drama Sci-fi

Directed by : Scott Derrickson

Produced by : Erwin Stoff, Paul Harris Boardman

Starring : Keanu Reeves, Jennifer Connelly, Jaden Smith, John Cleese, Kathy Bates

Written by : David Scarpa (screenplay), Harry Bates (story)

Music by : Tyler Bates

Cinematography : David Tattersall

Edited by : Wayne Wahrmann

Running time : 103 minutes

Budget : US$ 80 millions

Rated : PG-13 (for some sci-fi disaster images and violence)

Distributed by : 20TH CENTURY FOX, ALLIANCE FILMS

Hollywood membuat remake lagi. Kali ini yang dibuat ulang adalah The Day The Earth Stood Still yang diproduksi tahun 1951. Disutradarai oleh Robert Wise. Klaatu diperankan oleh Michael Rennie. Dan robot Gort diperankan oleh Lock Martin yang berkostum robot. Yang menjadi isu cerita adalah Perang Nuklir. Dalam versi terbarunya ini, yang menjadi isu permasalahan adalah pemanasan global dan berbagai ulah manusia dalam menghancurkan baik diri sendiri maupun lingkungannya. Saya belum menonton versi orisinilnya maka saya memberikan review ini terlepas dari film aslinya.

Film drama sci-fi ini bisa dikatakan serba tanggung. Dari segi ketegangan, adegan aksinya pun tidak terlalu luar biasa, motivasinya terlalu dipaksakan untuk masuk ke alur cerita walaupun sebenarnya ide cerita sangat menarik.

Sebelum ini Scott Derrickson pernah menggarap film horor cerdas yang berjudul The Exorcism of Emily Rose. Saya terpana dengan film horor tersebut. Scott berhasil menyatukan unsur logika dan religius dalam satu film dengan sangat menarik. Namun disini, Scott seperti kehilangan kepiawaiannya Adegan awal masih bisa dikatakan cukup mendebarkan meskipun Scott langsung ke inti cerita. Padahal momen ini bisa digunakan untuk meningkatkan ritme film. Penampilan robot raksasa Gort di awal keluarnya cukup meyakinkan. Namun sayangnya tidak banyak adegan aksi yang dilakukan Gort selain berubah menjadi serangga-serangga kecil yang bisa memakan semua benda termasuk lapangan football.

Keanu tidak beradegan aksi seperti dalam Speed dan Matrix trilogy. Disini dia memakai jas seperti dalam Johnny Mnemonic namun dengan penampilan lebih baik. Melihat bobot cerita seharusnya penampilan Keanu Reeves sebagai Klaatu bisa disejajarkan dengan Constantine. Namun sayangnya dilihat dari berbagai aspek film, Klaatu hanyalah sekadar alien yang bisa mengendalikan alat elektronik. Seperti ketika dia berbalik menginterogasi si operator poligraph. Sebuah adegan yang cukup lucu menurut saya.

Jennifer Connelly bermain cukup meyakinkan sebagai astrobiologis, Dr. Helen Benson. Tapi akting Connely seakan-akan terlihat biasa di film yang ‘biasa’ ini.

Jaden Smith bermain 'menyebalkan' sebagai anak tiri Helen. Tapi yang lebih menyebalkan buat saya, anak ini memiliki wajah manis yang tidak bisa berakting menyebalkan. Ditambah adegan harunya pun tidak membuat saya terbawa suasana.

Selain itu aktris Kathy Bates yang berperan sebagai Menhankam Regina Jackson, yang tugasnya alih-alih mengatur pertahanan, beliau malahan ‘membantu’ penonton dalam menyimpulkan apa yang sedang terjadi dengan kedatangan Klaatu. Maaf sekali, tapi Bates tidak sesuai memerankan seorang menteri pertahanan. Satu lagi yang mungkin tidak terperhatikan adalah Robert Knepper (salah satu pemain Prison Break) bermain tidak menyolok sebagai kolonel tentara pemimpin penyerangan terhadap Gort atau ribuan serangga. Juga ada Kyle Chandler (pemeran Gary dalam serial Early Edition) sebagai John Driscoll.

Sebenarnya banyak adegan yang menarik. Cuma porsinya tidak banyak sehingga mungkin tidak terperhatikan. Atau karena penonton mengharapkan adegan aksi spektakuler yang berbalut spesial efek canggih. Bukankah kebanyakan penonton awam berharap hal seperti itu dari sebuah film sci-fi. Walaupun film sci-fi yang bagus tidak selalu membutuhkan spesial efek canggih.

Salah satu adegan yang menarik, menurut saya adalah adegan di McDonald, bukan adegan dalam bahasa mandarin, tapi adegan dalam bahasa Inggris yang harusnya cukup memiliki makna yang signifikan. Juga adegan percakapan menarik antara Klaatu dengan Profesor Barnhardt (diperankan oleh John Cleese). Harusnya percakapan ini menjadi salah satu motivasi Klaatu dalam mencegah penghancuran manusia di bumi. Juga ketika Klaatu menanyakan tentang siapa pemimpin dunia. Bukankah ini sebuah sindiran yang tepat. Namun sayang sekali adegan-adegan bagus ini tercampur dengan adegan-adegan tanggung yang membuat nilai film dengan ide yang sangat pas untuk jaman sekarang menjadi berkurang. Sebenarnya penonton seharusnya diberi sedikit latar belakang kenapa bumi harus dihancurkan oleh Klaatu. Jika hal ini dilakukan maka penonton akan lebih ikut terlibat dan mungkin merasa ‘ikut bersalah’ terhadap bumi. Sayangnya hanya sedikit diperlihatkan ‘kejelekan’ manusia yang terekam oleh Klaatu lewat adegan di stasiun. Ditambah adegan pengungsian yang hanya terekam lewat televisi. Meskipun sebenarnya memang 'masalah' bumi sudah menjadi pengetahuan umum.

Dan sayang ending film pun dibuat tidak maksimal. Malih rupa robot Gort menjadi serangga-serangga kecil bisa memiliki dua arti. Serangga-serangga itu bergerak seperti wabah yang menyerang seluruh kota (seharusnya ditambah iringan musik yang menunjang). Adegan ini bisa membangkitkan rasa ngeri penonton. Namun juga hal ini membuat robot Gort yang berpenampilan 'polos' yang tampil menggetarkan di awal film, hanya sekedar bintang tamu.

Mungkin banyak persepsi yang salah diterima oleh penonton. Contohnya, judul The Day The Earth Stood Still itu bukan berarti Hari dimana Bumi masih bertahan tapi berarti hari dimana bumi berhenti ‘berputar’. Divisualisasikan dengan sekejap tanpa memiliki arti. Padahal ini momen utama dari film. Lalu ketika Regina menyimpulkan bahwa bola-bola energi itu adalah ark dan mengatakan bahwa yang timbul setelah the ark is the flood. Maksud Regina adalah bukan banjir tapi bencana yang akan menghancurkan bumi. Dan banyak yang mengatakan bahwa “Klaatu Barada Nikto” tidak diucapkan dalam film remake ini. Koreksi saya jika salah. Saya mendengarnya sesaat di awal film ketika Dr. Helen Benson terciprat darah karena Klaatu ditembak dan Gort hendak menyerang balik. Terdengarlah “Klaatu Barada Nikto” walaupun tidak terlalu jelas.

15 comments:

Linda Belle said...

pelemnya udh ada tp blon ditonton hehe...ntar deh pas wiken

AB.SatriaTataka said...

Sore bos,pa kabar? mnrtku film ini ada inspirasi dari legenda jaman nabi musa dolo waktu kutuk mesir pake wabah belalang, air jadi merah darah, kan bbrp adegan "bahan mentahnya" ada jg yg kyk gt(belalang besi,air beracun,dll) agak2 dah lupa sih dah lama nontonnya.. monsternya kyk "ironman" hehe..buat gw film ini ratingnya dua jempol deh,tp dua jempol kebalik semua,hehe..cm pesan moralnya patut diapresiasi siy,mari sayangi lingkungan hidup. let's make our planet greener!! :-)

ieraiera said...

kesan saya terhadap film ini...:hihihihihi...ngantuk hampir setengah jam di bioskop...

Bang Mupi said...

@Linda : ya nonton aja kapan2 kalo mau. Jangan dipaksain nonton, ntar kecewa lagi :)

@Satria : hehe...emang mirip Ironman sekilas

@Ieraiera : Emang filmnya agak membosankan sedikit.

semuareview said...

udah baca review2 dari luar sih yang bilang ini pelem jelek. jadi gak nonton deh :p paling nanti kalau ada vcdnya. pengen sekedar tau aja. tapi kok holywood kalau remake pada jelek semua ya

Bang Mupi said...

Jelek sih ga, cuma nanggung filmnya. :D

Dennis said...

Bang... Bang engga sendiri kok. saya juga bisa mendengar kata-kata Klaatu Barada Nikto deh, walau memang ga seberapa jelas.

Bang Mupi said...

hehe...berarti gua ga salah ya denger ya hehe...

pepito said...

hmh, saya tetap menyunkai pesan yang coba disuguhkan sama film ini :)

Novroz said...

menurut gw film ini bagus bgt...pesannya dapet bgt. kalo orang bilang film ini ga bagus pasti karena mereka ga dapat pesan yang coba disampaikan film ini.

mungkin karena gw emang begitu memperhatikan global warming dan efek perusakannya terhadap bumi makanya gw langsung klik dgn film ini

Bang Mupi said...

@Pepito dan Novroz :
Kalo pesan film ini, bagus banget. Gua setuju sekali tuh. Bahkan banyak kata-kata yang gua suka. Apalagi yang dikatakan oleh Klaatu seperti siapa pemimpin dunia. Terus kata2 Prof Barnhardt juga sangat mengena. Sayang kemasannya terlalu tanggung jadi membuat seakan2 pesan di film tidak masuk kepikiran banyak penonton , hanya sebagian saja yang menyukai film ini. Karena mungkin orang berharap terlalu banyak dengan film ini , makanya jadi banyak yang kecewa.

Joko Nurjadi said...

iya, biasanya yang nonton memang hope-nya terlalu tinggi, gimana ngga... yg maen keanu reeves, film fiction, trailernya juga terlihat megah.

Bang Mupi said...

@Joko Nurjadi : Betul sekali Bung Joko. Harusnya bisa jadi film bagus nih, apalagi remake (jgn malu-maluin) :D

novroz said...

yap seperti yang gw tulis di blog gw...kalo mengharapkan seru pasti akan kecewa

Bang Mupi said...

@novros : iya nih film tanggung amat.