Saturday, December 13, 2008

THE DARK KNIGHT


Di akhir Batman Begins, Gordon (Gary Oldman) memperlihatkan kartu Joker kepada Batman (Christian Bale). Maka di film ini, Jokerlah yang menjadi musuh baru Batman.


Diceritakan bahwa Harvey Dent (Aaron Eckhart) dan partnernya Rachel Dawes (Maggie Gyllenhaal) berusaha mendakwa seorang mafia yang bernama Salvatore Maroni (Eric Roberts). Namun karena kurangnya bukti membuat Maroni bebas.




Lalu Bruce Wayne pun sedang mengalami dilema dengan banyaknya Batman palsu yang mencoba memberantas kejahatan dengan main hakim sendiri. Ketika dengan kerja sama Batman, Harvey dan Gordon dalam menangkap hampir semua anggota criminal. Kelompok penjahat yang merasa terancam dengan keadaan ini dengan terpaksa memakai jasa Joker (Heath Ledger) untuk membantu mereka melenyapkan Batman dan kawan-kawannya.


Dengan caranya yang sadis tapi brilian, Joker berhasil memporak-porandakan semua pihak yang ingin memberantas kejahatan di Gotham. Bagaimana cara Bruce Wayne melawan The Joker sementara satu-persatu kawan-kawannya tumbang?

COMMENT
Saya tercengang ketika menonton Batman Begins. Begitu hebatnya Christopher Nolan membuat sosok Batman yang begitu manusiawi dan begitu realistis. Membuat saya menobatkan Batman Begins menjadi film superhero terbaik (dengan berat hati sebenarnya karena saya ngefans dengan Superman). Dan makanya ketika tersiar kabar bahwa yang menjadi Joker adalah Heath Ledger tanpa ragu pun saya sudah memuji pilihan Nolan karena saya yakin Nolan bisa membuat Ledger menjadi sosok Joker yang lebih real dari sebelumnya. Hanya sayang ketika melihat bahwa Katie Holmes digantikan oleh Maggie Gyllenhaal. Apakah tidak ada yang lebih baik?

Well, tidak sia-sia memang, Nolan berhasil membuat The Dark Knight menjadi film superhero terlaris mengalahkan yang lainnya. Dengan modal US$ 185 juta, di Amrik saja sudah meraup US$ 530 juta ditambah US$ 465 juta di seluruh dunia. Sebuah hasil yang menggembirakan bagi Warner Bros.

Hal pertama yang membuat film ini menarik adalah penampilan almarhum Heath Ledger sebagai Joker yang sangat berbeda sekali. Tampil lusuh, sedikit bungkuk, sering mengeluarkan lidah, cara bicaranya ditambah rias wajahnya yang tambah membuat bulu kuduk merinding. Bravo buat Ledger, mudah-mudahan almarhum bisa mendapat piala Golden Globe atau Oscar. Satu bintang untuk Ledger.
Penampilan Michael Caine sebagai Alfred lebih sedikit disini (sayang padahal banyak komentar-komentar lucu yang dilemparkan oleh Caine dalam Batman Begins). Kebalikannya sekarang Gary Oldman yang mendapat porsi lebih banyak.Morgan Freeman tampil biasa seperti dalam film-film lainnya. Aaron Eckhart malah lebih menarik sebelum dia jadi Two Face. Maggie Gyllenhaal bermain standar. Sekilas ada penampilan bintang Hongkong, Edison Chen. Dan Christian Bale tetap cool sebagai Bruce Wayne/Batman hanya terasa sedikit dikalahkan oleh penampilan Joker.

Hal kedua adalah plot ceritanya yang ‘berat’ namun menarik untuk diikuti. Mungkin tidak semua orang bisa menikmati film sepanjang 2,5 jam ini. Bahkan film ini di bagian awal pun terlihat biasa-biasa saja. Setelah hampir berjalan 50 menit, baru film mengeluarkan semua isinya yang kompleks, dari dilema Bruce Wayne, Harvey Dent dan segala tindak-tanduk Joker yang tidak bisa ditebak. Dan bahkan banyak twisted yang tidak bisa ditebak oleh penonton. Dan disini bisa dilihat bahwa TDK bukan sekedar film superhero yang hanya mengumbar adegan aksi seru tetapi juga mengetengahkan karakteristik dari para tokoh-tokohnya. Bagaimana pertentangan batin sang superhero. Dan bagaimana pengorbanan dari seorang pahlawan sesungguhnya. Bahkan ada sebuah adegan yang mempertanyakan apakah seorang manusia berhak mengadili manusia lain. Satu bintang lagi untuk plot cerita yang kompleks tapi mengena.

Salah satu yang saya suka dari Batman versi Nolan adalah peralatannya yang bisa dibilang masuk logika, tidak berlebihan. Dan yang paling saya suka dan tidak disangka-sangka adalah Batpod yang keluar dari Batmobile. Wow ide yang sangat brilian. Terus saya suka iringan musiknya yang seperti alarm gawat darurat dalam beberapa adegan menegangkan. Menambah suasana mencekam. Saya kasih satu bintang lagi untuk kedua poin diatas.

Tapi tetap saja masih ada kekurangan dari film ini. Seperti hubungan asmara antara Bruce, Harvey dan Rachel juga tidak terlalu diekspos padahal ini bisa menjadikan poin yang lebih lagi buat TDK. Dan ada beberapa adegan ‘bodoh’ yang membuat ‘gemas’ penonton. Misalnya ketika Harvey dan Joker berhadapan di rumah sakit. Kenapa Harvey tidak langsung… Dan perasaan waktu di Batman Begins, suara Batmannya tidak serendah di TDK deh.

Well, jika anda mengharapkan adegan aksi yang berlebihan, maka anda akan kecewa. Karena bisa dibilang ini adalah film drama dibalut dengan adegan aksi dalam porsi yang sama. (di IMBD pun dikategorikan Action Crime Drama Thriller) Dan juga bukan untuk konsumsi anak-anak. Saya juga menganggap TDK tidak lebih baik dari Batman Begins karena masing-masing punya kelebihan tersendiri. Dan saya memberi total 3 bintang dari 5 untuk film ini. Dan saya berharap film Superman berikutnya bisa selevel dengan kedua film Batman tersebut. Ayo Superman, jangan mau kalah, bro.

3 comments:

GILASINEMA said...

The Dark Knight tidak dipungkiri memang bagus, tapi kalo dicermati plot cerita yang dihadirkan seperti sebuah penyempurnaan dari Spiderman 2. Ketika di puncak "kejayaannya" kedua superhero tadi mencoba untuk pensiun karena salah satu alasannya demi keselamatan orang-orang terdekat.
Bedanya, TDK dibuat lebih gelap, hingga kesannya lebih berkualitas. Filmnya sendiri juga buanyak banget sub plotnya. Mungkin ini yang menyebabkan GG kurang meliriknya, meski harunya Nolan masuk nominasi

ieraiera said...

3 bintang dari 5???wahhhh....beda sekali dengan saya..hehe..saya kasih 5.

Bang Mupi said...

ieraiera : hehe selera orang beda2 . no problem..thanks buat ngasi komennya yang beda. Gua suka keaneka ragaman nih. Komen yang sama bagus, komen yang beda juga ok. Kita kan sama2 belajar di sini. :)