Wednesday, April 15, 2015

ARROW SEASON ONE EPISODE 1 (2012)




Dalam dunia komik superhero, ada 2 kubu besar yang mempunyai nama besar, yaitu Marvel dan DC.  Seperti kita tahu, Marvel sekarang punya banyak film layar lebar yang saling berkolaborasi satu sama lain yang tergabung dalam Avengers.  Sebenarnya DC pun mempunyai gabungan para superhero yang terbentuk dalam Justice League.  Namun karena beberapa dekade terakhir, DC telat memulai startnya maka terlihatlah Marvel yang lebih unggul di layar lebar.  Namun di layar televisi, telah muncul kisah Smallville yang sudah selesai di Season ke sepuluh.  Yang seperti kita tahu, Smallville menceritakan sepak terjang Clark Kent sebelum menjadi Superman.  Bila kita mengikuti kisah Smallville maka disitu ada sebuah karakter Green Arrow yang diperankan oleh Justin Hartley.  Menurut saya, dia sudah cocok memerankan tokoh Oliver Queen yang kaya raya dengan sedikit gaya playboynya.  Namun entah kenapa kini muncul serial yang menceritakan superhero Green Arrow tapi tidak dimainkan oleh Justin.

Green Arrow versi Justin Hartley

Namun melihat kisah pilot dari serial ini, bisa terlihat DC ingin memperlihatkan sosok Green Arrow yang baru.  Yang dimulai ketika Oliver Queen akhirnya bisa kembali lagi setelah terdampar selama 5 tahun di sebuah pulau terpencil.  Bentuk tubuh memang lebih macho, Stephen Amell yang memerankan Green Arrow kali ini.  Dengan kemampuan fight yang luar biasa, membuat episode perdana Arrow ini berhasil menarik minat saya untuk lanjut ke episode berikutnya.  Dengan sedikit intrik, kemisteriusan dan kisah cinta yang terlihat bakal complicated di episode-episode berikutnya.  Dan sedikit adegan tidak terduga di penghujung episode pertama ini cukup membuat rasa penasaran muncul.

Sedikit tentang pemeran utama Stephen Amell, banyak maen di serial televisi antara lain Private Practice, CSI walaupun bisa dibilang bukan peran utamanya.  Untuk pemeran lainnya akan saya bahas di episode-episode berikutnya.  So untuk pembuka kisah superhero Green Arrow, episode perdananya ini mampu berbicara banyak.  Mari kita lihat bagaimana perkembangan cerita di episode-episode selanjutnya.

Tuesday, April 14, 2015

THE DARJEELING LIMITED (2007)




Honestly nama sutradara film ini sering tertukar-tukar di benak saya. Ada sutradara yang bernama Paul Thomas Anderson, ada juga Paul WS Anderson aja, juga ada Wes Anderson.  Tapi untuk kali ini, Wes Anderson yang akan saya bahas karena The Darjeeling Limited ini adalah karyanya.  Mungkin banyak teman-teman yang sudah menonton karyanya namun saya hanya baru menonton satu film karya Wes Anderson sebelum yang sekarang, yaitu Moonrise Kingdom.  Judulnya menarik sekali, saya tadinya menyangka ini adalah film fantasy tentang sebuah kerajaan di negeri antah berantah lengkap dengan pangeran, ksatria dan seorang puteri yang cantik.  Well, salah banget.  Film ini bersetting jaman sekarang dan tidak ada hubungannya dengan sebuah kerajaan manapun.  Saya langsung berkomentar ketika menonton film itu adalah gerak kameranya yang sangat unik.  Uniknya seperti apa, tonton aja deh. 


Kembali ke The Darjeeling Limited.  Film ini dibuat lebih dulu sebelum Moonrise Kingdom.  Deretan aktor terkenalnya memang tidak sebanyak Moonrise Kingdom.  Disini hanya ada Owen Wilson, Adrien Brody, Jason Schwartzman dan Bill Murray sebagai cameo dan jika anda beruntung mendapatkan cuplikan film pendek, masih berhubungan dengan film ini, nah disitu ada Natalie Portman. 

Cerita berlokasi di sebuah kereta di India beserta perjalanan di dalam kereta.  Sebagian besar.  Membosankan?  Well tergantung.  Tapi saya bisa bilang ini bukan film semua orang.  Tensi cerita bisa dibilang datar sepanjang film, tidak ada klimaks.  Tapi untuk saya cukup menarik, meskipun masih lebih asik Moonrise Kingdom. 

Cukup menarik melihat penampilan Owen Wilson di luar film-film popcornnya.  Tapi bukan berarti performancenya dahsyat, tapi setidak-tidaknya cukup menarik.  Gerak kameranya ada yang seperti di Moonrise Kingdom, hanya tidak banyak.  Well, melihat gerak kamera di Moonrise Kingdom pun sudah bikin saya tertawa.  Tapi disini tampang kebingungan ketiga saudara pun cukup membuat tawa.


Sekali lagi setting kebanyakan mengambil tempat di sebuah kereta, yang bernama Darjeeling Limited.  Membosankan? (eh udah tadi ditulis).  Banyak kejadian unik di kereta dan karakter-karakter yang unik selain ketiga bersaudara tadi.  Memang setelah membaca banyak (padahal dikit sih), Wes Anderson memang selalu menampilkan karakter-karakter unik dalam filmnya.  Serta situasi-situasi yang terlihat canggung atau kaku tapi mengundang tawa (buat saya yah).  Lewat dua film Wes, saya sudah bisa melihat ketidakbiasaan Wes Anderson dalam membuat sebuah film.  Cerita yang diambil sebenarnya biasa saja, maksudnya seperti kehidupan sehari-hari.  Tapi di tangan Wes, menjelma menjadi seperti sebuah “dongeng”.  Bisa dengan gerak kamera dan angle-anglenya, juga bisa dengan “keheningan” sebuah adegan.  Tapi yang saya lihat, tidak ada lonjakan-lonjakan dalam ceritanya.  Datar.  Tapi sekali lagi tidak membosankan. (buat saya)

Film yang bisa dibilang bertema road trip ini mungkin bisa membuat mengantuk jika tidak terbiasa dengan gayanya Wes (kayak saya sudah terbiasa aja, padahal baru nonton 2 filmnya).  Tapi berkat Moonrise Kingdom lah, saya meyakini dari awal film ini, pasti ada sesuatu yang istimewa.  Istimewanya apa?  Saya juga tidak tahu hehehe.  Tapi setidak-tidaknya saya tidak tertidur sampai film selesai.  Saya ada tertawa, terus juga ada terharu (sedikit). Jadi sebenarnya saya suka atau tidak?  Sudah pasti suka lah, tapi kalau dibandingkan dengan Moonrise, I prefer Moonrise.  Saya juga ingin mencoba film-film Wes yang lain, yang katanya hampir unik-unik semua.  So jangan coba menonton film ini, jika pada terbiasa menonton film-film komersil, karena sekali lagi film ini bukan untuk semua orang.