Tuesday, April 14, 2015

THE DARJEELING LIMITED (2007)




Honestly nama sutradara film ini sering tertukar-tukar di benak saya. Ada sutradara yang bernama Paul Thomas Anderson, ada juga Paul WS Anderson aja, juga ada Wes Anderson.  Tapi untuk kali ini, Wes Anderson yang akan saya bahas karena The Darjeeling Limited ini adalah karyanya.  Mungkin banyak teman-teman yang sudah menonton karyanya namun saya hanya baru menonton satu film karya Wes Anderson sebelum yang sekarang, yaitu Moonrise Kingdom.  Judulnya menarik sekali, saya tadinya menyangka ini adalah film fantasy tentang sebuah kerajaan di negeri antah berantah lengkap dengan pangeran, ksatria dan seorang puteri yang cantik.  Well, salah banget.  Film ini bersetting jaman sekarang dan tidak ada hubungannya dengan sebuah kerajaan manapun.  Saya langsung berkomentar ketika menonton film itu adalah gerak kameranya yang sangat unik.  Uniknya seperti apa, tonton aja deh. 


Kembali ke The Darjeeling Limited.  Film ini dibuat lebih dulu sebelum Moonrise Kingdom.  Deretan aktor terkenalnya memang tidak sebanyak Moonrise Kingdom.  Disini hanya ada Owen Wilson, Adrien Brody, Jason Schwartzman dan Bill Murray sebagai cameo dan jika anda beruntung mendapatkan cuplikan film pendek, masih berhubungan dengan film ini, nah disitu ada Natalie Portman. 

Cerita berlokasi di sebuah kereta di India beserta perjalanan di dalam kereta.  Sebagian besar.  Membosankan?  Well tergantung.  Tapi saya bisa bilang ini bukan film semua orang.  Tensi cerita bisa dibilang datar sepanjang film, tidak ada klimaks.  Tapi untuk saya cukup menarik, meskipun masih lebih asik Moonrise Kingdom. 

Cukup menarik melihat penampilan Owen Wilson di luar film-film popcornnya.  Tapi bukan berarti performancenya dahsyat, tapi setidak-tidaknya cukup menarik.  Gerak kameranya ada yang seperti di Moonrise Kingdom, hanya tidak banyak.  Well, melihat gerak kamera di Moonrise Kingdom pun sudah bikin saya tertawa.  Tapi disini tampang kebingungan ketiga saudara pun cukup membuat tawa.


Sekali lagi setting kebanyakan mengambil tempat di sebuah kereta, yang bernama Darjeeling Limited.  Membosankan? (eh udah tadi ditulis).  Banyak kejadian unik di kereta dan karakter-karakter yang unik selain ketiga bersaudara tadi.  Memang setelah membaca banyak (padahal dikit sih), Wes Anderson memang selalu menampilkan karakter-karakter unik dalam filmnya.  Serta situasi-situasi yang terlihat canggung atau kaku tapi mengundang tawa (buat saya yah).  Lewat dua film Wes, saya sudah bisa melihat ketidakbiasaan Wes Anderson dalam membuat sebuah film.  Cerita yang diambil sebenarnya biasa saja, maksudnya seperti kehidupan sehari-hari.  Tapi di tangan Wes, menjelma menjadi seperti sebuah “dongeng”.  Bisa dengan gerak kamera dan angle-anglenya, juga bisa dengan “keheningan” sebuah adegan.  Tapi yang saya lihat, tidak ada lonjakan-lonjakan dalam ceritanya.  Datar.  Tapi sekali lagi tidak membosankan. (buat saya)

Film yang bisa dibilang bertema road trip ini mungkin bisa membuat mengantuk jika tidak terbiasa dengan gayanya Wes (kayak saya sudah terbiasa aja, padahal baru nonton 2 filmnya).  Tapi berkat Moonrise Kingdom lah, saya meyakini dari awal film ini, pasti ada sesuatu yang istimewa.  Istimewanya apa?  Saya juga tidak tahu hehehe.  Tapi setidak-tidaknya saya tidak tertidur sampai film selesai.  Saya ada tertawa, terus juga ada terharu (sedikit). Jadi sebenarnya saya suka atau tidak?  Sudah pasti suka lah, tapi kalau dibandingkan dengan Moonrise, I prefer Moonrise.  Saya juga ingin mencoba film-film Wes yang lain, yang katanya hampir unik-unik semua.  So jangan coba menonton film ini, jika pada terbiasa menonton film-film komersil, karena sekali lagi film ini bukan untuk semua orang.

1 comment:

Cine Jour said...

Hi, boleh tukeran link?
Link kami di: http://www.cinejour.com
Kami sudah menambahkan link kamu di blogroll kami... Cek disini http://cinejour.com/friends-2/

Thanks before :)