Wednesday, October 5, 2011

X-MEN : FIRST CLASS (2011)




Sudah lama sejak pertama kali nonton X-Men yang pertama. Coba gua inget-inget dulu. Tahun 2000, pertama kali muncul film tentang sekumpulan mutan yang punya kekuatan beraneka ragam. Digarap oleh Bryan Singer. Sangat memesonakan semua orang dan yang pasti melambungkan nama Hugh Jackman ke permukaan. Singer bisa dikatakan sangat berhasil menggarap kumpulan superhero yang tergabung dalam X-Men. Dengan bujet 75 juta dolar berhasil menghasilkan 296 juta dolar di seluruh dunia. Jelas pasti selalu ada sekuel karena larisnya sebuah film. Masih digarap oleh Bryan Singer, sekuelnya dirilis tahun 2003 dengan judul X2 : X-Men United dan meraup dolar lebih banyak lagi 407 juta dolar di seluruh dunia. Lebih jelas lagi harus ada lanjutannya karena tambah laris. Dengan judul X-Men : The Last Stand yang keluar tahun 2006 berhasil mendapatkan 459 juta dolar di seluruh dunia. Sayang Singer direkrut Warner Bros untuk membuat Superman Returns, sehingga kursi penyutradaraan diduduki oleh Brett Ratner. Sebenarnya The Last Stand menurut gua yang paling bagus tapi kebanyakan bilang ini justru yang paling jelek. Selera gua memang aneh kali yah. Tambah jelas bahwa harus ada sekuel selanjutnya. Setelah dipikir-pikir, muncullah spin offnya X-Men Origins : Wolverine. Sebuah ide yang cukup brilian karena memang selama ini, Wolverine bisa dibilang peran utama di ketiga film sebelumnya. Hollywood memang jagonya untuk hal ini. Film buatan tahun 2009 ini berhasil mengumpulkan 373 juta dolar di seluruh dunia. Semakin terbukti bahwa franchise X-Men jangan sampai berhenti menghasilkan uang. Hal itu terwujud 2 tahun kemudian dengan munculnya film ini. Hollywood memang jagonya nyambung-nyambungin cerita. Sekarang cerita malah mundur ketika waktu Charles Xavier masih muda. Menarik? Tergantung penggarapannya. Singer pun ikut membantu dalam pembuatan film ini.



Sutradaranya kini adalah Matthew Vaughn. Banyak yang bilang karyanya Kick-Ass berhasil menjadi film superhero yang lain daripada yang lain. Jadi sebenarnya First Class cukup ditunggu oleh banyak pihak. Dengan cerita yang bisa dibilang prekuel karena menceritakan Xavier dan Magneto waktu masih muda. Agak sedikit bingung sebenarnya dengan X-Men Origins : Wolverine. Yang cukup menarik dari franchise X-Men yang selalu tetap menyenangkan adalah ketika seorang karakter muncul, kita bertanya-tanya apa kemampuan yang dimilikinya, hal ini yang selalu membuat perasaan penasaran yang menyenangkan. Bisa dibilang film ini sedikit sekali menampilkan adegan aksi, namun film tetap sarat visual efek.


Hanya sayangnya X-Men meninggalkan beberapa pertanyaan seperti beberapa kejanggalan karena adanya karakter yang time-linenya ga pas dengan film-film X-Men sebelumnya. Kehadiran James McAvoy sebagai Profesor Charles Xavier muda dan Michael Fassbender sebagai Magneto muda dan Jennifer Lawrence sebagai Mystique muda memberikan sedikit kesegaran dalam franchise terbarunya ini. Kevin Bacon sebagai antagonis cukup memberikan rasa sebel, membuat kita bertanya-tanya kapan sih dia mati. Penampilan Oliver Platt dan Rose Bryne sebagai pembantu mutant. Gampang terlupakan sih menurut gua. (well, they are only human).


Gua bisa bilang klimaks film ini tidak terlalu wah dibandingkan dengan film-film X-Men yang lain. Kapal selam melayang well, magneto does it better in Last Stand. Banyak yang suka First Class karena perpaduan drama dan aksi yang pas. Tapi menurut gua film ini berlangsung dengan cepat, pendalaman karakter sudah terjadi sejak X-Men bikinan Singer. Film ini hanya menambahkan saja. Mungkin sudah saatnya X-Men melanjutkan ceritanya ke masa depan. Bukan kembali ke masa lalu, yang notabene mungkin hampir semua penonton sudah tahu apa yang akan terjadi dengan si ini atau si itu. Sudah hilang unsur surprisenya, yang ada hanya unsur menunggu adegan itu terjadi. Atau mungkin memang ini salah satu maksud Singer untuk me-reboot ulang serial X-Men sehingga akan muncul cerita baru yang berbeda dengan ketiga atau keempat film sebelumnya. Selamat, jika memang itu tujuannya maka film ini cukup punya kekuatan untuk diteruskan. Namun jika dilihat dari keseluruhan franchise X-Men, film ini tidak termasuk favorit gua. Well, kenapa harus percaya ama gua, gua yang mengatakan X-Men : The Last Stand adalah yang paling bagus (sedangkan kebanyakan orang bilang tidak). Silakan saja tonton sendiri dan menilai film ini seperti apa.

2 comments:

Fanboy said...

Dahsyat Bang Mupi review-nya, ane juga demen banget ama film-film X-Men, n ternyata kita sama! Menurut ane juga The Last Stand paling top karena aksinya yg paling banyak!!! Kalo First Class ini jadi keren karena music Score-nya Magneto itu, bikin ane girang!!! Hehehe...

Mank ane juga bingung, kenapa The Last Stand malah jelek critical review-nya... Hmmm...

Bang Mupi said...

Wah asik ternyata ada yang sama juga pendapatnya tentang Last Stand. thanks ya uda komen. :)