Thursday, October 13, 2011

THOR (2011)


Gua tidak terlalu menggeluti dunia komik. Hanya beberapa superhero yang gua baca komiknya. Dan yang paling banyak, jelas superhero favorit gua, Superman. Memang dari dulu gua lebih akrab dengan DC karena faktor Superman itu. Jadi terus terang, gua tidak terlalu familiar dengan komik dari Marvel. Tapi ternyata walaupun tidak baca tapi lama-lama tahu juga, superhero mana yang jebolan Marvel dan superhero mana yang lulusan DC. Mengenai Thor pun, gua tidak terlalu buta sama sekali. Gua tahu senjatanya adalah palu (godam). Dia anak Odin. Rambutnya gondrong. Sebenarnya cuma itu sih yang gua tahu. Tapi seperti yang gua bilang, tidak terlalu buta sama sekali (membela diri).

Bagi yang sudah menonton Ironman 2, sampe bener-bener abis. Pasti akan mengetahui adegan ditemukannya palu Thor. Menurut gua, ide yang sangat bagus sekali untuk memadukan beberapa superhero Marvel dalam kelompoknya, The Avengers. Jelas impian yang mungkin dulu hanya sekedar mimpi di siang bolong, bahwa suatu hari kelak bakal ada film The Avengers (kecuali film animasinya). Penonton mulai sedikit-sedikit diarahkan ke The Avengers lewat film-film Marvel seperti The Incredible Hulk, Iron Man 2. Sebenarnya sedikit mengganggu gua ketika menonton Ironman 2, karena jadinya cerita seperti tidak fokus karena terbagi dua. Tapi dalam Thor hal itu tidak mengganggu kenikmatan menonton (mungkin sudah terbiasa berkat Ironman 2), bahkan sedikit membuat gua tertawa ketika film berusaha mengungkap tentang hubungan antar superhero Marvel dalam The Avengers.

Mengenai sang sutradara, Kenneth Branagh. Mungkin tidak banyak yang tahu dengan sutradara plus aktor ini. Kecuali kalo anda pernah nonton Harry Potter and The Chamber of Secret, disana dia bermain sebagai Gilderoy Lockhart, selebritisnya dunia magic. Tidak banyak film garapan Branagh yang pernah gua tonton, mungkin hanya satu yang pernah gua lihat, yaitu Dead Again (atau judul lainnya Dying Again For Love). Tapi begitu mendengar bahwa Thor akan dibesut oleh Branagh, gua cukup berantusias. Karena gua percaya kemampuan Branagh untuk membuat Thor. Dan ternyata Thor menjadi salah satu film favorit gua tahun ini. Dibandingkan dengan Green Lantern dan X-Men : First Class, gua lebih suka Thor. Betapa luar biasa indahnya visualisasi Asgard, tempat tinggal Thor. Hanya sayang, klimaksnya Thor kurang maksimal. Padahal atmosfer film di awal sudah sangat pas, memadukan dunia nyata dengan dunia dewa-dewi. Penampilan Natalie Portman yang tidak dominan pun bisa membawa film ini menjadi menarik. Beruntunglah Agent Coulson lebih mendapatkan porsi tampil lebih banyak dibandingkan film-film Marvel sebelumnya (honornya naik nih) Sekali lagi ini karena memang semua cerita menjurus ke The Avengers.

Chris Helmsworth, yang pernah berperan jadi ayahnya Captain Kirk di reboot Star Trek. Berperan cukup baik sebagai Thor. Karakter awal Thor yang jumawa, percaya diri dan berangasan berubah ketika dia bertemu si cantik dari bumi. Namun memang perubahan sifat Thor prosesnya terlalu cepat (mungkin karena dia anak dewa makanya prosesnya lebih cepat dari manusia ya). Natalie Portman sudah lama tidak bermain ‘popcorn movie’ dan ia bermain sangat ‘membumi’ sekali disini, tidak perlu memeras kekuatan aktingnya (tidak seberat penampilannya di V for Vendetta, yang kebetulan berdasarkan komik juga). Tapi penampilannya tetap membuat film berkesan lebih ‘manis’. Salah satu yang menjadi sumber kelucuan adalah partner ceweknya si Portman ini. Gua harus liat imdb nih untuk tahu siapa pemerannya. Namanya Kat Dennings. Mungkin bagi penggemar Marvel akan bergembira karena muncul satu cameo dari superhero Marvel yang kelak katanya akan ikut bergabung dengan The Avengers, yaitu Hawkeye yang diperankan oleh Jeremy Renner. Juga seperti dalam kebanyakan film-film Marvel, Stan Lee menjadi cameo.

Ending sedikit menggantung tapi pas menurut gua. Entah bakal ada sekuelnya atau lanjutannya langsung digabung dalam The Avengers. Akhir review, gua suka Thor meskipun klimaks kurang kuat tapi paling tidak bagian awal menjelang pertengahan bagus. Sebagai tambahan, pemeran ayah Thor, Anthony Hopkins yang menurut gua kok tambah kesini, agak sedikit menurun performancenya dan come backnya Rene Russo yang ga banget deh (sekedar tempelan aja)

Dengan popularitas Thor yang sebenarnya bukan termasuk superhero favorit atau banyak diketahui orang, film ini bisa menghasilkan 448 juta di seluruh dunia dengan bujet 150 juta dolar. Not bad.

4 comments:

Fanboy said...

Sama Bang Mupi, ane juga demen banget ama Thor-nya Kenneth Branagh, visual-nya keren banget yak!!! Tau nggak, waktu pertama kali ane denger kalo Thor bakal diproduksi, ane bilang: wah, bakal norak nich. Eh, nggak taunya... DAHSYAT!!! Oh iya, ntar kalo Ghost Rider udah rilis nonton nggak Bang Mupi, ane tunggu review-nya lho...

Bang Mupi said...

Ghost rider 2 yah? hmm..pasti nonton sih, cuma ga tau kapan hehe

Fanboy said...

17 Februari gan, monggo dicek Preview ane tentang Ghost Rider: Spirit of Vengeance, lengkap dengan tanggal rilis film-film yang mau keluar... hehe... Tapi beneran nonton loh... :)

Bang Mupi said...

belum nonton bro sampe skrg hehehe