Saturday, May 1, 2010

MISSION TO MARS (2000)

Genre : Drama – Scifi
Directed by : Brian De Palma
Produced by : Tom Jacobson
Starring : Gary Sinise, Tim Robbins, Connie Nielsen, Don Cheadle, Jerry O’Connell
Written by : Lowell Cannon, Jim Thomas, Jon Thomas, Graham Yost (screenplay)
Music by : Ennio Merricone
Cinematography : Stephen H. Burum
Edited by : Paul Hirsch
Running time : 114 minutes
Budget : US$ 100 millions
Distributed by : TOUCHSTONES PICTURES

Pertama kali gua nonton film ini ya tahun 2000. Waktu itu nih film pernah jadi cover Cinemags. Gua lupa edisi berapa, males mau nyarinya. Dan gua juga lupa duluan mana film yang gua tonton. Ini atau Red Planet-nya Val Kilmer. (terlalu banyak film yang gua tonton, dan anehnya selalu saja ada film yang belum pernah gua tonton). Tapi feeling gua bilang sih, gua nonton film ini dulu karena beberapa saat kemudian, gua baru berpikir bahwa lebih bagus Red Planet daripada Mission to Mars. Tapi setelah gua tonton lagi nih film, pendapat gua sedikit berubah. Film ini punya nilai tersendiri.

So guys, review gua ini berdasarkan pengalaman menonton untuk yang kedua kalinya. Tema yang terkandung di film ini ternyata sulit untuk ditebak. Bahkan ketika film sudah selesai, gua masih merenung solusi dari film ini. Is it possible? Gua sih tidak mempermasalahkan masalah itu, hanya menurut gua itu salah satu nilai lebih film ini.


Jika dilihat keseluruhan, film ini tidak mempunyai klimaks yang berarti kecuali kesimpulan film yang cukup mengejutkan. Walaupun demikian, ada beberapa adegan yang cukup untuk membuat gua terkesima seperti munculnya bentuk wajah di permukaan Mars lalu juga adegan menari di kapal luar angkasa. Dan ada yang cukup membuat gua menahan napas ketika semua crew terpaksa mengungsi keluar dari pesawat mereka dan berjalan hmm…mungkin istilah tepatnya melayang di luar gravitasi Mars. Minimnya suara membuat adegan ini lebih menegangkan lagi. Kalo berdasarkan tehnologi sekarang jelas film ini sangat terlihat biasa. Tapi jika diukur 10 tahun yang lalu jelas spesial efek film ini masih terlihat biasa juga. Hehe. Perjalanan ke angkasa dengan pesawat luar angkasa yang membuat gua kagum itu adalah filmnya Ridley Scott, Alien. Hampir 32 tahun yang lalu tapi Hollywood sudah bisa membuat hal seperti itu.

Sang sutradara, Brian De Palma. Tidak banyak filmnya yang gua tonton. Bentar gua liat dulu daftarnya. Hmm… The Untouchables-nya Kevin Costner, gua hanya tonton sebagian, Casualties of War-nya Michael J.Fox juga cuma nonton separo. Jadi yang gua tonton sampe abis adalah ... sori ketinggalan Raising Cain juga gua tonton sebagian. Bukannya film-film tersebut jelek tapi karena gua tonton di TV, karena banyak iklan jadi nontonnya sebagian-sebagian aja. So film Brian De Palma yang gua suka adalah Mission Impossible dan Snake Eyes. Dan kebetulan dua-duanya gua suka. Iyalah, hanya 2 film itu yang gua tonton dari awal ampe habis. Sayangnya sesudah M2M (bukan grup musik tapi singkatan judul film ini) tampaknya sedikit film yang dibuat oleh Brian dan yang masuk ke Indonesia mungkin hanya Black Dahlia. Satu lagi yang ketinggalan, Bonfire of The Vanities (yang maen Tom Hanks) kalo yang ini gua tonton di Laserdisc dan sayangnya gua uda lupa ceritanya. Tapi yang pasti bukan film Hanks favorit gua nih.




Dengan pertimbangan yang tidak jelas, gua menetapkan peran utama film ini adalah Gary Sinise. Setelah tampil gemilang dalam Forrest Gump, mungkin hanya Apollo 13 yang cukup mumpuni. (kedua kalinya Gary bermain bersama Hanks). Gua juga suka Impostor dan Ransom. Tapi mungkin sekarang ini yang membuat Gary terkenal adalah serial CSI : New York. Ada pepatah yang mengatakan bila aktor/aktris layar lebar yang sudah bermain di serial televisi sulit untuk mengangkat namanya lagi. Entah benar atau tidak. Tapi Robert Downey Jr. ternyata bisa kembali meraih sukses di film bioskop.

Pemeran pembantunya, ga enak ah, katanya diganti dulu. Pemeran pendukung, nah ini lebih pas. Tim Robbins. Filmnya Tim banyak sekali. Kalo disebutin satu persatu, bisa besok baru selesai reviewnya. Jadi gua ambil singkat aja, film Tim yang gua suka yaitu Arlington Road. Kenapa? Bukan karena aktingnya tapi karena endingnya yang cukup twisted. Dan sayangnya tidak banyak orang tau film ini. Jadi gua sering memendam endingnya untuk diri gua sendiri. Kalo ada yang uda nonton boleh ntar sharing ama gua.

Aktor yang ketiga adalah Don Cheadle. Gua merasa ketika Don bermain santai, semua karakternya hampir tipikal semua. Mungkin hanya di Hotel Rwanda yang membuat dia mendapat nominasi Oscar untuk aktor terbaik. Dan gua pengen liat apakah Don bisa menggantikan Terence dengan baik di Ironman 2.


Jerry O’Connell, pria lagi. No complain guys, ini tentang Mars, si planet merah mewakili sang pria. Kalo judulnya Mission to Venus, baru pemainnya cewe semua. Tidak banyak yang tahu bahwa Jerry pernah punya kekuatan super ketika dia bermain serial tv berjudul My Secret Identity. I like this series.

Tolong jangan komplen lagi yah. Gua kasih nih Connie Nielsen. Setelah film ini, Connie main bareng Russell Crowe di Gladiator. Masih kurang tentang Connie? Dia juga pernah maen bareng John Travolta di Basic. Di M2M, Connie memperagakan gerakan luwesnya dalam keadaan zero gravity. Adegan yang menarik.

Menurut gua Mission to Mars punya “misi” tersendiri yang dibawa oleh film ini. Dan gua suka film sains seperti ini, mencoba merambah “lahan” ide baru. Kembali lagi ke kita mau percaya atau tidak. Dan kembali lagi, ini hanya sebuah film.

2 comments:

ASABORNEO said...

Sama Bos, gua juga apreseasi khusus buat film ini.

And.. My Secret Identity tadi, itu serial favorit gua dulu. Cuma lupa tuh tayangnya dimana, kalo gak salah DI RCTI yah

salam kenal

Bang Mupi said...

My Secret Identity tayang di RCTI. susah sekali cari film ini sekarang.

Salam kenal juga :D