Wednesday, May 19, 2010

IP MAN 2 (2010)

Genre : Drama - Aksi
Directed by : Wilson Yip
Produced by : Raymond Wong
Starring : Donnie Yen, Sammo Hung, Lynn Hung
Written by : Edmond Wong
Music by : Kenji Kawai
Cinematography : Poon Hang Sang
Edited by : Cheung Ka Fai
Running time : 109 minutes
Budget : US$ 12 millions
Distributed by : MANDARIN FILMS



Sepanjang pengalaman menonton film martial arts Hongkong, sekuel terbaik menurut gua adalah Kungfu Master 2 (Once Upon A Time in China 2) yang dimainkan oleh Jet Li. Tsui Hark berhasil membuat sekuel yang lebih baik dari pelopornya (disutradarai oleh Tsui juga). Tingkat cerita yang dibawa oleh Kungfu Master 2 lebih berbobot. Adegan tarungnya pun menarik, digarap oleh Yuen Wo Ping. Kebetulan juga Kungfu Master 2 ikut diperankan oleh Donnie Yen sebagai musuh Li.

Kembali ke IP Man 2, saat gua menonton film perdananya, gua terperangah melihat fighting scenesnya yang minimalis tapi mantap. Gua uda tau style film-filmnya Donnie seperti Black Protector 4 (In The Line of Duty 4), Tiger Cage 1 dan 2 dan film-film terbarunya seperti SPL atau Flash Point. Memang gaya Yen berbeda dengan Jet Li atau Jackie Chan. Yen bermain cepat dan praktis. Lihatlah perbedaan Blade 2 dengan Blade lainnya dan Highlander : End Game, dimana penata laga di kedua film itu adalah Yen. Tapi yang gua surprise bahwa ternyata penata lagi di IP Man adalah Sammo Hung. Memang dia adalah termasuk aktor laga yang handal, tapi sejauh ini belum ada fighting scene ciptaan Sammo yang membuat gua terkesima. Baru lewat IP Man lah, gua berdecak kagum dan salut pada Sammo. Begitupun sekuelnya ini, masih meng-hire Sammo sebagai penata laga ditambah dia ikut tampil pula. Jelas bukan prestasi yang menurun untuk Sammo, karena gua menikmati adegan fight di film ini. Hanya yang kurang adalah waktu di film pertamanya, musuh Donnie sering dilihat close-up seakan-akan mereka benar-benar kena gebuk atau kena tendang, di film keduanya ini hal itu dikurangi. Teman-teman bakal terkagum-kagum melihat pertarungan di meja bundar. Satu lagi yang membuat gua terkagum-kagum adalah pertarungan pertama dengan calon muridnya yang menurut gua sangat bagus sekali. Mengenai ending film ini, kalo yang pertama gua ga terlalu suka karena ga terlalu spektakuler. Kalo yang kedua, terlalu didramatisir sehingga malah jadi membuat gua bête.

Berusaha eksis di Hollywood dengan bermaen cameo di kedua film (Blade dan Highlander) lalu bermain jadi antagonis di Shanghai Noon, masih belum bisa mengangkat nama Donnie Yen di kancah Hollywood. Tapi setelah hijrahnya beberapa aktor nomor top Hongkong ke Hollywood seperti Jet Li, Jackie Chan, Chou Yun Fat dan lain-lain. Membuka peluang buat Yen berkiprah di Hongkong dan memang Yen termasuk laris untuk main film-film aksi Hongkong. Lihat saja film-film terakhir yang masuk ke Indonesia seperti Bodyguards and Assasins, 14 Blades semua diperankan oleh Yen. Disini Yen memang pas sekali bermain sebagai Yip Man dan gua pun tidak bisa membayangkan kalo karakter ini dimainkan oleh siapapun bahkan Li sekalipun. Yen is the perfect man for this character. Hampir sulit untuk menilai pemain lain, karena benar-benar Yen adalah magnet yang membuat film ini menjadi sangat menarik untuk ditonton. Kebijaksanaannya, kerendah hatiannya dan terutama gaya berkelahinya yang cool dan mantap. Sayang sekali Wilson Yip sang sutradara kurang memberikan nilai lebih untuk bobot dramanya, hanya menggugah di awal-awal saja. Begitu juga dengan karakter Simon Yam yang tidak diperlihatkan lebih banyak lagi. Padahal ini bisa menambah bobot cerita. Bagi yang belum nonton film petama, mungkin agak sedikit bingung dengan tokoh yang diperankan Yam karena ini merupakan salah satu benang merah dari film pertama. Yam itu adalah temanYip waktu di Foshan yang sering membantu keluarga Yip.

Menonton film ini membuat gua membandingkannya dengan Iron Man 2. Memang berbeda genre, tapi yang gua perbandingkan adalah kepuasannya. Gua lebih puas nonton IP Man 2 daripada Iron Man 2 yang menurut gua membosankan. Sedangkan IP Man 2 hanya membosankan di bagian akhir. Jadi gua lebih merekomendasikan IP Man 2 buat ditonton. Don’t Miss it!

Gua nonton di Ciwalk XXI ditulis di display bahwa subtitle kurang jelas. Memang banyak yang ga ada subtitle di beberapa adegan tapi tidak membuat gua tidak mengerti jalan ceritanya. Jangan membuat yang lain urung untuk menonton yah. Karena memang jalan ceritanya simple kok.

4 comments:

budi cahyono said...

Wah bener nih Bang, subtitlenya nggak lengkap di beberapa adegan..

Ip Man 2 vs Iron Man 2 ??

Ip Man 2 donk juaranya.. hihi

Bang Mupi said...

Ga perlu pake gadget baju besi, IP Man yang menang hehe...

Si Tukang Review said...

Memang seru ini Ip Man 2 bang. Saya masih lebih suka Iron Man 2 karena saya suka superhero... tetapi Ip Man 2 juga mantap kok. =)

Bang Mupi said...

Gua juga suka superhero bro, tapi ga tau kenapa, lebih puas nonton IP Man 2 hehe...