Thursday, May 6, 2010

IRON MAN 2 (2010)

Genre : Drama - Aksi
Directed by : Jon Favreau
Produced by : Kevin Feige, Avi Arad, Susan Downey
Starring : Robert Downey Jr. , Don Cheadle, Gywneth Paltrow, Scarlett Johansson, Mickey Rourke
Written by : Justin Theroux
Music by : John Debney, Tom Morello
Cinematography : Matthew Libatique
Edited by : Dan Lebental, Richard Pearson
Running time : 12 minutes
Budget : US$ 200 millions
Distributed by : PARAMOUNT PICTURES

Sudah nonton Iron Man 2? Gua sudah (sedikit bangga) dan gua sekarang mau kasih reviewnya. Tapi jika anda ingin berniat nonton film ini, lebih baik anda tidak membaca review gua. Ocehan gua ini mungkin tidak sesuai dengan beberapa teman-teman lain dimana mereka menyukai sekuel Manusia besi yang bisa dibilang pembuka deretan film musim panas. Sebagai summer movies, film ini tidak terlalu hot. Kata orang jangan terlalu berekspektasi lebih sebelum menonton dan itu yang gua lakukan tapi ternyata tetap tidak menolong.

Film dibuka dengan kilas balik film pertama (bagian pidato terakhir Tony Stark) tapi tidak sememorable pembukaan Spiderman 2 yang menurut gua salah satu opening credit terbaik di antara film ber-genre superhero. Gua bersemangat melihat adegan berikut munculnya Ivan Vanko, salah satu musuh Iron Man. Bagus pembawaan Mickey Rourke. Dalam batin, gua berpikir yeah, a good start. Diikuti oleh adegan persidangan yang menarik. Hmm…another point to make this a good movie. And adegan di Monaco. Oh my…absolutely this is one of best movies for this year. Gua lagi di awang-awang, film yang menyenangkan. And then, drama…komedi…drama again…komedi again, sampai gua berpikir kapan nih film selesai. Dan akhirnya BAM…kesalahan Jon Favreau di film pertama muncul kembali. Sekedar mengingatkan , film pertama bisa dikatakan sukses sebagai film yang menceritakan munculnya karakter Iron Man meskipun gua akui film perdananya kurang maksimal, kurang klimaks di bagian akhir. Dan sayangnya ini terjadi lagi di sekuelnya. Jadi dengan terus terang, gua menggolongkan film ini sebagai film drama bukan film aksi superhero. Drama plus komedi lebih tepatnya dan mungkin pameran gadget-gadget keren yang mungkin sebagian besar tehnologinya belum ada saat ini.



Keseragaman sekuel-sekuel film Hollywood terakhir-terakhir ini adalah harus dibuat lebih megah, lebih gempita, lebih banyak karakter dan tentu saja lebih banyak uang mengalir. Tapi sayangnya hal itu belum tentu berarti hasilnya lebih baik dari yang pertama. Seperti kasus Transformers 2, menurut gua ini terjadi lagi di lanjutan Iron Man. Jadi nasehat gua sebagai seorang pakar film hehe ga lah, gua mah cuma seorang penggemar film, jangan terlalu berharap banyak dengan film ini. Tontonlah sebagai sekedar pengisi waktu karena film ini memang efektif untuk menghabiskan waktu hampir dua jam dibioskop dengan hiburan badut berupa robot merah orange atau merah kuning. Ditambah robot-robot besar lain (tapi tidak sebesar robot di Transformers) yang menurut gua kok jadi kayak mirip golden army-nya Hellboy 2.

Hilanglah feel yang gua rasakan waktu menonton film sebelumnya. Memang sudah lazim jika superhero sekarang harus lebih dimanusiawikan. Tapi harap jangan terlalu berlebihan. We still need a hero sometimes. The World needs superhero. Especially superhero movies. Gua tidak merasa kasihan dengan nasib yang menimpa Tony Stark. Juga hilang sudah kegemasan gua melihat hubungan Tony dengan Miss Potts disini. Hilang sudah 17 ribu gua.

Bila anda merasa satu villain kurang. Jon memberi satu lagi yaitu Justin Hammer. Jika masih kurang, Jon memberikan lagi War Machine untuk mendampingi Iron Man. Masih kurang, Jon memberikan Natasha alias Black Widow. Masih kurang lagi, buatlah film sendiri. Banyak yang bilang kehadiran Scarlett membuat mata segar. Memang iya walaupun gua lebih suka penampilan dia dalam The Island. Lebih mengena dengan karakter wajahnya. Scarlet jelas memberi kesegaran pada mata tapi tidak pada hati. Jujur saja penampilan dia tidak membuat film ini menjadi lebih baik. Membuat gua tidak puas hati, hati tidak enak, serasa ada yang mengganjal di hati, hati mangkel, hati berang dan berbagai jenis macam hati lainnya (mulai lebay, uda jam 2 subuh sih)

Seperti film sebelumnya, sesudah ending credit…lama banget, muncullah sekilas scene tentang film marvel berikutnya. Waktu gua nonton di blitz, hampir setengah penonton menunggu adegan ini. Terima kasih buat blitz yang sudah memutar filmnya sampai habis dan para crewnya yang sabar menunggu kita pulang. (gua nonton hari Selasa tanggal 4 Mei 2010 jam 8.15 di Audi 1 blitz Paris Van Java)

Jon Favreau sebagai sang sutradara yang cukup berhasil membuat Iron Man pertama menjadi salah satu film Superhero yang laris kini sayangnya ketularan M. Night Shyamalan yang tampil banyak di Lady in The Water. Kini Jon pun tampil lumayan sering, walaupun memang dia seorang aktor yang pernah muncul di Daredevil, Deep Impact bahkan pernah muncul di serial Friends. Kalo dibilang hal ini membuat film menjadi kurang maksimal tidak juga. Lihat saja Mel Gibson yang melakukan segalanya di Braveheart, buktinya hasil filmnya bagus. Ini semua di skenarionya yang kacau, tidak jelas arahnya kemana. Bahkan yang terlihat sangat dominan adalah sebuah cerita pengantar untuk kisah The Avengers. Hal ini membuat sedikit rancu, karena pada kemana superhero anggota The Avengers lainnya ketika kota tempat Stark Expo dikacaukan oleh para robot-robot keluaran Hammer industry. Bagi penggemar komik Marvel jelas pasti sangat antusias menyambut kehadiran The Avengers dengan segala deretan superhero-superheronya. Tapi bagi yang bukan penggemar komik, mungkin merasa biasa saja. Bahkan mungkin tidak sadar bahwa Tony Stark menggunakan perisai Captain America sebagai penyangga pipa. Menonton film ini membuat gua berangan-angan andai film ini bukan berjudul Iron Man 2, apakah akan banyak orang yang berduyun-duyun untuk menonton film ini? Teman-teman tau kan arti berduyun-duyun? Berduyun-duyun tuh artinya berbondong-bondong, beramai-ramai.

Tapi beruntunglah pahlawan-pahlawan super yang join di klub Marvel karena waktu kalian sudah tiba untuk bermunculan di layar lebar. Sebentar lagi ada Captain America, Thor dan bahkan The Avengers. Sedangkan di kubu DC, hampir adem ayem promosinya. Paling juga Green Lantern, sekuel dari Batman sedangkan pahlawan super gua, Superman entah sedang terbang kemana?



Sebagai Tony Stark masih
Robert Downey Jr. Aktor satu ini makin laris saja. Berkat perannya sebagai Ironman namanya meroket, bahkan memerankan tokoh lain yang tidak kalah populernya, Sherlock Holmes. Entah bagaimana jadinya kalo Downey diganti aktor lain. Dia sudah kadung jadi Ironman yang menurut gua cukup pas. Sedangkan Rhodes yang dulu diperankan oleh Terence Howard karena sesuatu dan lain hal (ehem…money) kini diganti oleh Don Cheadle. Banyak yang menganggap Cheadle tidak dapat menggantikan Terence. Tapi buat gua, ga menjadi masalah asalkan jangan digantikan oleh aktor kulit putih.




Dua pemanis di film ini adalah Ms. Potts dan Natasha Romanoff. Potts tetap dimainkan oleh
Gywneth Paltrow. Salah satu aspek yang membuat gua suka dengan Ironman pertama adalah interaksi “malu-malu onta” antara Potts dan Stark. Hanya sayang disini tidak terlalu difokuskan lagi. Disini lebih difokuskan antara karakter masing-masing. Dilema yang dihadapi oleh Stark karena keracunan Paladium dan Potts yang harus memegang jabatan CEO Stark Industries. Sedangkan Natasha Romanoff aka Black Widow (janda hitam jelas bukan sejenis tarantula) namun gebrakannya mantap. Sekali lagi penampilan Scarlett tidak membantu film ini meskipun gua akui ini bukan kesalahan Scarlett, dia sudah bermain ok.




Sumber kekacauan di dunia manusia besi adalah Ivan Vanko yang diperankan dengan cukup baik oleh
Mickey Rourke jelas mempunyai semua motivasi untuk membunuh Stark. Di awal film, hal ini cukup memberi ketegangan yang intens sampai adegan balap mobil di Monaco.
Musuh kedua adalah kompetitor Stark yaitu Hammer industries. Dimainkan oleh
Sam Rockwell. Robot hasil kreasi antara Hammer dengan Ivan Vanko harusnya bisa menjadi musuh yang tangguh dibandingkan Ironmonger di film pertama. Sekali lagi gua bilang Jon membuat kesalahan yang sama dengan membuat klimaks yang sangat singkat. Penantian yang sia-sia sepanjang film.

Satu lagi tokoh kunci adalah Nick Fury yang diperani oleh
Samuel L. Jackson. Ya inilah benang merah antara semua karakter di dunia Marvel dalam membentuk The Avengers. Mudah-mudahan tetap Samuel yang memainkan peran ini dalam semua filmnya Marvel yang related to The Avengers. Gua bingung bagaimana mereka memadukan semua karakter superhero dengan masing-masing pemerannya dalam satu film. Bagaimana dengan honor mereka yang pastinya?

Gua lupa satu lagi pengisi suara computer si Jarvis adalah
Paul Bettany.

Beruntunglah film ini memiliki judul Iron Man, andaikan berjudul The Story of a robot, jelas belum tentu laku dengan kualitas seperti ini. Menghibur banyak orang, tapi yang pasti bukan gua. Hanya beberapa kali, gua tertawa. Kalo berharap akan banyaknya aksi, lebih baik jangan nonton. Kalo dibandingkan dengan yang pertama, jelas lebih bagus yang pertama. Cukup sudah sekuel Iron Man, langsung saja loncat ke The Avengers.

8 comments:

budi cahyono said...

di Film Iron man 2 yang paling tidak saya suka hanya Don Cheadle, untuk lainnya ya biasalah khas film popcorn musim panas..

LABIRIN FILM said...

Bang Mupi gak suka bgt ya film ini?hihi.saya blm nonton coba bang..udh ilang moodnya. :D

Thyo Aditya said...

saya jga ga suka film ini..
mengecewakan bgt..haha

Bang Mupi said...

@Budi : gua sih justru tidak terlalu keganggu ama Cheadle

@Labirin: meskipun gua belum nonton tapi mending nonton IP Man 2 aja deh

@Thyo : iya bro, terlalu banyak dialog yang tidak perlu.

JONNY'S MOVEE said...

Bang Mupi,..
Nice Review Blogs, bang,.. :)

Visit to My Blog Too,..

JONNY'S MOVEE
http://jonnyfendi.blogspot.com

Keep up the good work!

Bang Mupi said...

@Jonny : thanks bro. Siap berkunjung ke blognya :D

dirgantara said...

SETUJU BERAT sama bang Mupi...

Benar-benar membosankan dan ini film pertama yang sukses meninabobokan saya di bioskop...

"sesudah ending credit…lama banget, muncullah sekilas scene tentang film marvel berikutnya."

eh emang ada ya sekilas scene ttg film marvel ini? waduh nyesel ga nonton ampe selesai...keburu gedeg sama ni film, habisin duit gue aja..

salam kenal Bang..

Bang Mupi said...

@Dirgantara : ada bro, tapi lamaaaa banget nunggunya. Nanti nonton di DVD aja lagi. hehehe...tapi di forward ampe credit title :D