Tuesday, September 23, 2008

In The Name of The King

Diceritakan seorang petani yang dikenal sebagai Farmer (Jason Statham) sedang mengajari anaknya Zeph bercocok tanam. Lalu ada temannya yang sudah tua, Norick (Ron Perlman) mendatanginya. Lalu ikut makan malam bersama.
Keesokan harinya istri Farmer, Solana dan Zeph pergi mengunjungi orangtuanya. Tanpa disangka-sangka Farmer diserang oleh gerombolan Krug. Ternyata pasukan Krug juga menyerang tempat mertuanya berada, Stonebridge. Dengan dibantu Norick, Farmer menyusul istri dan anaknya. Namun Farmer sedikit terlambat. Zeph dan mertuanya meninggal dan Solana menghilang diculik pasukan Krug.

King Konreid (Burt Reynolds) yang datang terlambat diprotes keras oleh Farmer. Lalu Farmer, Norick dan Bastian, adik ipar Farmer berusaha mengejar pasukan Krug. Sementara keponakan King Konreid yang slebor, Duke Fallow (Matthew Lillard) bekerja sama dengan penyihir Gallian (Ray Liotta) untuk merebut tahta kerajaaan.
Ketika Farmer cs melewati Sedgwick Forest, bertemu dengan kelompok suku hutan yang dipimpin oleh Elora (Kristanna Loken) yang bergelantungan akar pepohonan. Mereka membenci kaum manusia yang suka berperang dan merusak alam.

Sementara itu Gallian meracuni King Konreid, untung keburu ditolong oleh Magus Kerajaan, Merick (John Rhys Davies). Sedangkan Duke Fallow membawa sebagian pasukan kerajaan. Dan ternyata selama ini, Gallian mendekati putri dari Merick, Muriella (Leelee Sobieski). Namun melihat kelicikan dari Gallian, Muriella jadi membencinya.

Sementara itu King Konreid terbunuh oleh panah Duke Fallow, begitu juga dengan Merick yang terbunuh di tangan Gallian. Bagaimana Farmer menolong istrinya, Solana dari tangan Gallian yang ahli sihir? Sedangkan Norick dan Bastian ikut tertawan bersama Solana. Dan siapakah jati diri Farmer sesungguhnya?



COMMENT
Apa yang anda harapkan dari film karya Uwe Boll? Biasanya tidak banyak. Karena umumnya film Boll adalah film-film kelas 2, walaupun kebanyakan adalah film yang diambil dari video game. Namun lewat film ini, Boll berhasil membuat film yang lumayan bagus. Walaupun tetap berasal dari video game, namun Boll berhasil memadukan semua unsur menjadi film yang cukup bagus. Dari deretan pemain yang cukup terkenal seperti Jason Statham, Burt Reynolds, Ray Liotta, Ron Perlman (Hellboy), Leelee Sobieski, Kristana Loken (yang maen jadi musuh Arnold dalam Terminator 3) dan John Rhys Davis (sebagai Gimli di LOTR) juga Matthew Lillard (bermain di Scobby Doo). Juga background pemandangan yang cukup indah walaupun tidak sebagus Lord of The Rings tapi cukup indah. Lalu ilustrasi musik yang ikut membantu suasana dari adegan tertentu.

Statham berakting seperti biasanya, cool dan tidak banyak omong namun aksinya mantap sedangkan yang lain-lainnya berakting cukup baik. Hanya yang terlihat sedikit miscasting adalah Lillard, tampak tidak cocok untuk menjadi seseorang yang licik dan jahat.

Adegan di hutan sudah cukup baik. Tapi sebenarnya Boll bisa memberikan adegan yang lebih baik untuk adegan di hutan ketika para suku ‘hutan’ turun bergelantungan dengan akar-akar pohon atau ketika mereka bergerak indah bergelantungan. Bisa dibuat lebih anggun dan lebih slow motion dengan iringan musik yang pas. Juga dengan tebaran dedaunan yang indah. Adegan pertempuran pun sudah lumayan walaupun masih jauh disbandingkan adegan kolosal di Lord of The Rings (mungkin karena faktor dana)

Secara keseluruhan film ini cukup bagus. Adegan terbaik adalah adegan di hutan. Saya sudah menonton House of The Dead (buruk) lalu saya menonton Alone in The Dark (sedikit lebih baik) dan saya memuji In The Name of The King, cukup bagus untuk seorang Uwe Boll. Saya memberi satu bintang untuk film ini. Satu bintang itu untuk Boll because he is getting better. Sebagai tambahan film ini mempunyai subtitle A Dungeon Siege Tale.

No comments: