Monday, September 5, 2011

A LITTLE CRAZY THING CALLED LOVE (2010)




Setelah merajalela dengan film-film bertema horror yang cukup menyeramkan katanya, karena gua paling takut nonton film horror. (gua paling males kalo dikaget-kagetin ama soundnya yang tiba-tiba menyentak) Kini muncul film drama-romantis atau drama-komedi yah, dengan tema cinta yang sudah menjadi tema paling umum di perfilman di seluruh dunia. Cinta jaman sekolah SMP atau SMA, mungkin setiap orang pernah mengalaminya. Mungkin ada yang dinyatakan cintanya atau mungkin cinta yang terpendam. Gua yakin dengan menonton film ini, semua kenangan itu akan muncul kembali di benak kalian. Karena jujur, film dengan cerita klise ini berhasil membuat memesonakan gua. Apalagi Thailand kan, atmosfernya ga beda jauh dengan Indonesia, jauhlah dibandingkan dengan film-film Hollywood. Minus ciuman di bibir, film ini berhasil menjadi sebuah film romantis yang membumi dengan kehidupan kita sehari-hari. Dari hubungan dalam keluarga, teman-teman dekat kita dan cerita asmaranya. Namun yang patut ditiru dari film ini adalah apapun yang terjadi dengan cinta kita, kita melihatnya dari sisi yang positif sehingga membuat kita menjadi lebih kuat dan lebih baik dari sebelumnya.



Yang gua salut dari film ini juga adalah akting para pemainnya yang sangat natural. Terutama pemeran Nam, nama singkatnya Baifern dan nama panjangnya Pimchanok Lerwisetpibol (sampe besok gua hapalin namanya juga, ga akan hapal-hapal). Berkat peran make-up specialistnya, berhasil membuat Nam dari yang culun sampe jadi cantik bahkan sampai terlihat dewasa di akhir film. Bravo. Dan pemeran Shone adalah Mario Maurer, nah yang ini pasti berhasil membuat mata para kaum hawa bersinar-sinar melihat penampilannya. Gila, ganteng banget (sedikit mirip-mirip Aaron Kwok jaman dulu). Kalo liat Maurer, gua jadi teringat waktu gua muda dulu. Eh nanti dulu jangan protes dulu, maksudnya gua inget kok gua dulu ga seganteng dia yah, hehehe.


Kelucuan-kelucuan yang wajar berhasil diselipkan sepanjang film, meskipun ada juga adegan-adegan yang terlihat loncat-loncat tapi tetap tidak berhasil mengalihkan pikiran dari film. Juga adegan-adegan harunya pun tidak ketinggalan (adegan persahabatan antara Nam dengan sahabat-sahabatnya). Apalagi adegan di kolam renang dan adegan dengan membuka album foto plus iringan musiknya sangat berhasil menghanyutkan penonton.


Sebagai orang yang romantis hehe, maksud gua sebagai penggemar film-film romantis (kok kedengarannya juga kurang macho yah but whatever deh). Gua menganjurkan film ini untuk ditonton karena dengan kesederhanaan ide cerita, berhasil menjadi sebuah pengalaman menonton yang sangat-sangat menyenangkan. Dan mungkin ajang untuk bernostalgia, waktu jaman-jaman sekolah dulu. Sori kalo referensinya kurang karena sedikit sekali film Thailand yang pernah gua tonton, mungkin gua hanya pernah nonton filmnya Tony Jaa. Jika begini terus, gua yakin perfilman Thailand akan semakin jaya. Sebagai tambahan film ini rilis di Thailand tahun 2010.

6 comments:

Shogun110tromol said...

wah, seneng film romantis jg yah ko, hehe

coba tebak saya siapa :P

Bang Mupi said...

Ini Ken kan hehehe. Saya penggemar berbagai jenis film sih bukan romantis aja, hanya paling ga suka genre horor hehehe...

Hana Nuraini said...

Saya sering dibikin ngakak pas liat film ini,banyak adegan lucunya..hahaha..
Saya suka film ini,natural tapi ngasih efek yang ga biasa..
Ga kaya film remaja di Indonesia yang sebagian besar agak lebay dan ga nunjukin identitas ketimuran,hehe :p

Bang Mupi said...

setuju banget. Film sederhana yang sangat menarik :)

WewW said...

Film yang plotnya mengalir.. Ditutup dengan ending yang romantis sekali.

Tapi, IMO, kayaknya paruh akhir film ini bakal lebih ngena ama penonton dari kaum Hawa.. *sotoy*

Bang Mupi said...

film yang sangat romantis tapi sederhana bro. :)