Tuesday, December 7, 2010

SKYLINE (2010)


Pertama kali liat posternya yang segede gajah di Ciwalk (dengan warna mayoritas biru), gua langsung tertarik dengan posternya yang langsung mengingatkan gua akan film Independence Day atau War of the Worlds. I always like film-film invasi alien tapi yang lebih bersifat universal yah, bukan yang lebih condong ke horor seperti film Alien.

Satu hal yang harus diperhatikan adalah bujetnya yang cukup murah untuk film sejenis ini. 10 juta dolar. Bandingkan dengan 2012 yang 200 juta dolar. Kenapa gua tekankan dana pembuatannya karena hal ini bisa menjadi salah satu faktor untuk mengagumi film ini. Ide cerita memang bukan hal yang baru, apalagi tahun kemaren gua dibuat terkagum-kagum dengan District 9 yang menggunakan ide sama tapi cerita yang fresh. Strause Brothers (Colin dan Greg) memang pakar dalam special effect. Karena sebelum Aliens Versus Predator : Requiem, mereka mempunyai daftar panjang sebagai ahli special effect. Inilah salah satu masukan untuk sutradara-sutradara film fiksi bagaimana cara meminimkan bujet sehingga bisa digunakan untuk hal-hal lain.


Cerita film ini pun singkat sebenarnya hanya menitikberatkan ke sisi survival-nya. Jumlah pemain pun bisa dibilang sedikit dan bukan dari jejeran pemain terkenal. Mungkin anda akan menganggap biasa semua alien beserta pesawatnya (apalagi kini memang banyak bermunculan film-film yang hanya menampilkan sisi visual efek yang memanjakan mata) tapi perspektif kita akan sedikit berubah jika mengetahui berapa jumlah uang yang dikeluarkan untuk film ini. Yang pasti gua terkesan sekali dengan visualisasi yang tampil di layar bioskop. Tingkat ketegangan pun dapat gua rasakan. Hanya terus terang gua bingung dengan endingnya. Gua bingung apakah gua harus menyukai endingnya atau tidak. Karena di satu sisi, kok kayaknya endingnya bisa dibilang merusak semuanya tapi di sisi lain, gua merasa endingnya tidak jelek juga. Gua jadi inget ending District 9 yang bisa dibilang cukup membikin hati kurang enak (tipe ending yang gua suka).

Mengenai castingnya, gua juga hampir tidak mengenal semuanya. Yang gua tahu hanya Donald Faison karena gua pernah liat dia di Remember The Titans. Yang lainnya adalah manager hotel atau karyawan hotel, gua ga tau namanya, gua liat dia jadi jendral di The Expendables.


Bentuk fisik para kawanan alien disini, memang mengingatkan gua akan berbagai film seperti War of The World, Cloverfield bahkan sampai The Mist. Memang tidak terlihat orisinil tapi cukup memanjakan mata dan menegangkan. Sekali lagi, dengan bujet rendah, Strause Brothers sudah menyajikan visual efek yang luar biasa buat gua. Itulah yang terngiang-ngiang dalam benak gua, hebat dengan biaya segitu tapi sudah bisa membuat film fiksi alien dengan special effect yang tidak terlihat murahan. Bahkan gua sampai melupakan dari segi cerita dan lain-lain.

Gua berandai-andai bagaimana jika Strause Brothers diberi suntikan dana yang lebih besar. Mungkin mereka bisa membuat film ini lebih maksimal, lebih menggema, lebih megah lagi tapi sayangnya tetap dengan standar cerita yang masih biasa-biasa saja.

No comments: