Monday, November 8, 2010

CONSTANTINE (2005)


Lagi, mencoba me-review film-film yang masuk daftar favorit gua sepanjang pengalaman gua di bidang perfilman. Bisa dibilang sudah banyak asam garam yang gua makan selama ini. Asam gua dapet dari asinan yang sering gua makan selama nonton. Garam dari popcorn yang sering menjadi teman nonton gua. Apaan ini?
Kemaren gua sudah membuat review dari Speed yang dibintangi Keanu Reeves, kini gua mencoba film Keanu yang lain yaitu Constantine. Constantine berdasarkan Vertigo comic keluaran Hellblazer. Gua ga tau nih seluk beluk per-komikan. So let’s just get to the movie section. :)

Sutradara film ini, Francis Lawrence, di interviewnya, Lawrence mengatakan bahwa dia baru membaca komiknya ketika dia disodori scriptnya. Namun menurut gua sebagai penonton, Lawrence sudah melakukan hal yang luar biasa dengan Constantine. Unsur dark-nya terasa sekali apalagi ditambah karakter Constantine yang sinis. Unsur horornya memberikan atmosfer lain daripada film-film sejenis. Karena sebenarnya gua ga terlalu suka ditakut-takuti dan diberi shock therapy dengan sound yang tiba-tiba menghentak. Tapi gua sangat menikmati film ini. Penonton tidak perlu ditakut-takuti dengan adegan yang menampilkan make up yang seram atau adegan gory-gory yang tidak perlu untuk membuat mereka merasa ketakutan. Film ini salah satu contohnya. Banyak adegan-adegan “menipu” yang gua suka dari film ini. Itu juga termasuk poin lebih untuk film ini.



Ini kedua kalinya Reeves berpasangan dengan Rachel Weisz setelah Chain Reaction. Chemistry mereka yang terlihat “kikuk” di layar berhasil diperagakan dengan baik oleh mereka berdua. Meskipun jika dilihat bentuk fisik Constantine versi komik berbeda dengan Keanu. Gua bisa bilang Keanu cocok memerankan karakter John Constantine (dalam wujud yang berbeda). Hanya mungkin mimik mukanya kurang sinis. Kata-kata yang keluar dari mulut Constantinelah yang membuat gua menyukai film ini. I always like Reeves, dua film berikutnya patut ditunggu yaitu Passengers dan 47 Ronin.

Weisz tampil baik tapi bukan kualitas Oscar. Interaksinya dengan Reeves tampil cukup menarik. Bahkan banyak adegan yang gua kira bakal terjadi eh...malah ga. Ini yang bikin film ini jadi menggemaskan.

Sebelum tenar di Transformers, mungkin tidak akan menyadari bahwa Shia Labeouf maen di film ini. Karena disini Shia memang hanya sebagai peran pembantu. Sedikit trivia, kalo melihat versi deleted scene, sebenarnya ada Michelle Mognahan maen di film ini. Kalo di versi bioskop, mungkin Mognahan hanya muncul sekilas waktu adegan di rumah sakit ketika para half-breed disiram semprotan air. Nah di deleted Scenes, ada adegan Shia bertemu dalam satu adegan dengan Mognahan. Berarti Eagle Eye bukan pertemuan pertama kali mereka dalam satu scene.
Penampilan Peter Stormare sebagai Lucifer dan Tilda Swinton sebagai Gabriel cukup memberi warna yang positif untuk Constantine.
Film berdurasi 121 menit ini sangat sayang untuk dilewatkan, dengan jalinan cerita yang enak untuk diikuti serta special efek yang bagus dan tidak berlebihan, ditambah script yang kuat dan dialog yang pintar, chemistry antara Reeves dan Weisz yang “kaku”. Jadilah sebuah film bagus yang tidak bosan untuk ditonton lagi dan lagi. Malah gua jadi pengen baca komiknya.
Hasil box officenya adalah 230 juta dolar dari seluruh dunia dengan bujet 100 juta dolar.

2 comments:

erditz said...

saya juga suka film ini.
special effectnya keren walo gag terlalu diekspos

Bang Mupi said...

iya, setuju banget. :)