Genre : Drama Misteri
Directed by : John Patrick Shanley
Produced by : Scott Rudin
Starring : Meryl Streep, Philip Seymour Hoffman, Amy Adams, Viola Davis
Written by : John Patrick Shanley
Music by : Howard Shore
Cinematography : Roger Deakins
Edited by : Dylan Tichenor
Running time : 104 minutes
Budget : US$ 20 millions
Rated : PG-13 (for for thematic material)
Distributed by : Miramax

Kebetulan Sister James yang mengajar Sejarah memperhatikan Donald Miller, seorang putra altar dan kebetulan adalah satu-satunya murid berkulit hitam di sekolah itu, bertingkah laku aneh setelah dipanggil ke ruangan Father Flynn. Sister James menjadi curiga. Ditambah dia mendapati nafas Donald berbau alkohol. Kecurigaan Sister James bertambah ketika melihat Father Flynn menyimpan kaos putih di loker Donald.
Mendengar laporan Sister James, Sister Aloysius memanggil Father Flynn dan langsung mendakwanya melakukan ‘sesuatu’ terhadap Donald. Apakah benar Father Flynn melakukan ‘sesuatu’ terhadap Donald? Jika benar, bagaimana Sister Aloysius membuktikannya? Dan apa yang dilakukan Father Flynn untuk mengelak dari semua ini?
Mungkin banyak dari anda yang tidak mengenal sutradara film ini, John Patrick Shanley. Shanley pernah menyutradarai film duet pertamanya Tom Hanks dengan Meg Ryan yang berjudul Joe vs. The Volcano. Dan selebihnya Shanley memang lebih aktif menulis screenplay, seperti Moonstruck, Alive dan Congo. Bahkan mendapat Oscar dalam kategori Best Screenplay pada tahun 1988 untuk Moonstruck. Dan kini juga mendapat nominasi Oscar 2009 untuk kategori yang sama lewat film ini.
Mungkin banyak dari anda yang tidak mengenal sutradara film ini, John Patrick Shanley. Shanley pernah menyutradarai film duet pertamanya Tom Hanks dengan Meg Ryan yang berjudul Joe vs. The Volcano. Dan selebihnya Shanley memang lebih aktif menulis screenplay, seperti Moonstruck, Alive dan Congo. Bahkan mendapat Oscar dalam kategori Best Screenplay pada tahun 1988 untuk Moonstruck. Dan kini juga mendapat nominasi Oscar 2009 untuk kategori yang sama lewat film ini.
Aslinya Doubt adalah drama panggung yang memenangkan Pulitzer tahun 2005. Agak sulit sebenarnya mengadaptasikan ke film. Tapi Shanley berhasil melakukannya. Walaupun sudah berupa film tapi kalau diperhatikan masih terlihat nuansa drama panggungnya. Terlihat dari setingnya yang tidak banyak. Adegan hanya berkutat di dalam lingkungan sekolah. Dengan sudut-sudut pengambilan gambar sedemikian rupa sehingga menambah kemisteriusan yang menyelubungi konflik yang terjadi. Ditambah permainan kuat para aktor dan aktrisnya.
Meryl Streep seakan-akan sudah menghabiskan keceriaan dan kelincahannya di Mamma Mia. Disini Streep bermain sebagai Sister Aloysius yang tegas, kaku dan penuh disiplin juga bisa dibilang kolot. Luar biasa sekali permainan Streep disini. Tapi dibalik semua sikap dinginnya, Sister Aloysius sangat perhatian terhadap seniornya.
Philip Seymour Hoffman sebagai Father Flynn. Kualitas aktingnya sudah diakui dengan memenangkan aktor terbaik lewat film Capote. Hoffman juga dinominasikan untuk Aktor pembantu terbaik.
Sister James yang bingung menentukan berpihak kepada siapa dimainkan dengan ‘lugu’ oleh Amy Adams. Walaupun terlihat, Adams seperti kalah oleh Streep, tapi jangan salah sangka, hal itu terjadi karena karakternya di film ini yang menuntut demikian. Dan jika sampai anda berpikir demikian, maka berarti Adams berhasil memainkan perannya.
Last but not least, Viola Davis yang sebelumnya banyak bermain untuk porsi TV. Berhasil mengimbangi permainan Streep. Lihatlah permainan singkatnya yang meyakinkan sebagai ibu Donald Miller, Viola Davis dan Amy Adams sama-sama dinominasikan untuk aktris pembantu terbaik.
Ada beberapa adegan yang menarik perhatian saya disini. Pertama, adegan ‘pertempuran’ pertama antara Father Flynn dan Sister Aloysius dengan Sister James ditengah-tengah kecamuknya ‘perang’. Sebuah performa akting yang luar biasa dari mereka bertiga. Lihatlah ketangguhan akting Streep dalam memimpin dialog. Perhatikan juga perubahan mimik muka dan emosi Hoffman dalam menanggapi segala perkataan Streep. Dan tidak ketinggalan raut wajah Amy Adams yang bingung dan salah tingkah di tengah perdebatan antara Father Flynn dan Sister Aloysius.
Kedua, ketika Father Flynn berkhotbah tentang gossip. Saya suka visualisasi dari adegan ini.
Ketiga, percakapan antara Sister Aloysius dengan ibunya Donald Miller Banyak yang mengatakan Viola Davis patut diganjar Oscar untuk ini.
Dan adegan terakhir, yang juga merupakan adegan penentuan. Adegan pertarungan final antara Father Flynn dan Sister Aloysius.

Tapi saya tidak ragu untuk mengatakan bahwa film ini adalah film yang bagus dengan naskah yang kuat ditambah penampilan akting yang cemerlang dari para pemainnya. Tapi saya pun ragu apakah anda berpikir seperti saya?
12 comments:
Dari sisi cerita film ini menarik. sebab, penonton diajak untuk mengikuti perasaan ragu dari sister Aloysius yang tampil amat dingin dan tegas, bahkan tanpa ada senyum.
meski begitu, buat yang senang film serius, film ini amat cocok. tapi bagi yang senang dengan film bertema ringan, pasti akan bosan melihat film ini. apalagi, adegannya lebih banyak berisi dengan dialog yang dalam. Jadi, akan membosankan.
wah, belum nonton nih. nonton bajakan ya. suka males beli bajakan, kalau kualitasnya gak bagus.
bener2 film yang memainkan otak ya...
@Eko : Betul , ini film drama berat. Kalo ga kuat, bisa mengalami kebosanan.
@semuareview : hehe...memainkan otak sih ga, cuma bukan drama ringan aja. Cuma endingnya sih memang dibuat ngambang.
Alloow bang. Lama gak masukin tulisan.
Doubt menurutku bagus banget. Gambarnya padat ceritanya pun mantap. Belum lagi permainan aktor/aktrisnya yang oke.
Tema-tema seperti ini, entah mengapa selalu mengusik nurani. Mempertanyakan makna dari kebenaran.
Mungkin ada baiknya menunda kebenaran untuk melakukan kebaikan terlebih dahulu.
@gilasinema : betul sekali, hanya sayang tema yang beginian, kalo ga sensitif atau ga semua orang suka. Gua RAGU apakah film ini bakal masuk Indonesia. Tapi afterall, ini memang film bermutu. "pertarungan" akting para pemerannya. :)
Dapet bajakan rekaman bioskop. Mana suaranya berdengung, jadi males nontonnya.
Kalau mau bikin film ini laku, gampang koq. Bikin judul alternatif aja "perempuan berkalung salib".
Dijamin jadi penglaris mirip kasus "perempuan berkalung sorban" hehehehe............
hehe...ntar jadi kontroversi dong itu mah.
Doubt ini DVDnya gw tunggu-tunggu banget. Pas kemarin cari-cari belum bagus ternyata kopiannya. Abis baca rekomendasi Bangmupi, makin ngilerlah saya ingin menontonnya! ^^
hehe...tapi bentar lagi kayaknya uda bagus kopiannya. Selamat ngiler deh..:D
maryl streep mang top dah, film ni dalem dn bagus, simpel sekaligus rumit
setuju :)
Post a Comment