Wednesday, May 25, 2011

HARRY POTTER AND THE SORCERER'S STONE (2001)








Film uda lama sih, malah uda sering diputar di televisi swasta di Tanah Air. Jadi kenapa gua review disini? Gua juga ga tahu kenapa. Mungkin untuk menyambut kedatangan Deathly Hallows 2 yang kemungkinan besarnya tidak bisa muncul tepat waktu di Indonesia. Yes, that’s sad news for moviegoers, especially Harry Potter’s fans. Mungkin faktor kedua adalah gua kangen dengan wajah-wajah Daniel, Rupert dan Emma waktu mereka masih imut banget. Another proof that time really runs so fast.



Terus terang waktu itu, gua ga pernah denger nama Harry Potter. Tapi karena gua adalah gua sudah ketagihan film, makanya gua tau begitu Harry Potter akan dibuat film oleh ChrisColumbus. Selain nonton, gua juga suka baca novel apalagi novel yang dibikin filmnya, namun gua punya rule dimana sebisa mungkin gua ga baca tuh novel sebelum gua nonton filmnya. Makanya sampai detik sekarang pun, gua belum baca novel ketujuhnya.







Jadi begitu pertama kali menonton film ini, I said to myself, WOW! Columbus did a great job about wizard world. Gua seakan-akan masuk ke dalam dunia mereka selama kurang lebih 2 jam. Memang berkesan seperti film anak-anak jika dibandingkan dengan film-film berikutnya. Tapi film inilah titik awal sebuah franchise film Harry Potter berjaya di seluruh jagat raya. Dengan awal yang sangat baik, Sorcerer’s Stone berhasil memvisualisasikan sebagian khayalan para pembaca (kenapa sebagian? karena tidak menutup fantasi para pembaca lebih bagus dari visualisasi Columbus) dan tentu saja membuat nama Daniel Radcliffe, Rupert Grint dan Emma Watson menjadi setenar tokoh-tokoh yang mereka perani. Dan yang pasti membuat mereka jadi jutawan-jutawan muda. (coba dulu gua jadi aktor ya) Lihatlah mereka tumbuh dewasa lewat franchise Harry Potter ini, sebagaimana gua tumbuh menjadi manusia yang bijaksana. (apa hubungannya).



Tidak bisa disangkal, jualan film ini adalah special efek yang sangat dibutuhkan untuk menghidupkan dunia sihir rekaan J.K. Rowling. Cerita sih sudah pasti tidak diragukan kadarnya, ya paling pangkas sini pangkas sana untuk bisa masuk ke durasi film (152 menit). Untunglah Hollywood magic bisa membuat visualisasi Rowling muncul di layar lebar. Quidditch, wow. Dan makhluk-makhluk lainnya. Looks real.





Mengikuti cerita Harry Potter sangat mengasyikan. Gua baca bukunya lebih mengasyikan lagi. Walau ke sini-sini ceritanya makin kelam. Namun yang pertama adalah yang termasuk yang penuh keceriaan, ditambah wajah pemain-pemainnya yang masih imut. Honestly, ini bukan film Harry Potter favorit gua, tapi gua tidak bisa mengabaikan bahwa semuanya bermula dari sini. Sebuah film yang selalu akan menjadi kenangan indah tentang seorang remaja bernama Harry Potter dan perjuangan bersama kawan-kawannya. Ngomong-ngomong bakal diremake ga yah ntar film ini karena kecenderungan Hollywood untuk remake film sekarang-sekarang ini.



Film produksi tahun 2001 ini, berbujet 125 juta dolar tapi menghasilkan 976 juta dolar di seluruh dunia. Bisa dapet berapa banyak tuh sapu terbang Nimbus 2000 dengan duit segitu? Dan perhatikan bahwa hampir semua aktor dan aktris dalam film ini beraksen British. Dan satu lagi tambahan, Alan Rickman dipilih langsung oleh J.K. Rowling untuk memerankan Severus Snape, bagi yang sudah membaca bukunya sampai habis, tentu tahu peran penting Snape. Rickman pun diberitahu detil-detil penting oleh Rowling.

4 comments:

WewW said...

Pertama kali liat Eyang Snape di film ini. Sereem. Lebih serem dari Voldemort -_-

Tapi sekarang maaf ya eyang jadi bahan fanfic parodi saya mulu. *kabuur*

Bang Mupi said...

eyang jadi bahan fanfic parodi, maksudnya apa bro? hehehe

WewW said...

@Bang Mupi:

Ini contoh2nya:
http://wewwkereen.blogspot.com/2011/05/fanfic-harpot-his-biggest-enemy.html

atau

http://wewwkereen.blogspot.com/2011/01/judul-severus-snape-and-dark-arts.html

Hehehe..

Bang Mupi said...

@Weww : lucu banget, kreatif :) thanks for sharing.