Tuesday, August 10, 2010

SALT (2010)


Dulu Angelina Jolie pernah bekerja sama dengan Philip Noyce lewat film The Bone Collector (1999). Disini Jolie bermain bersama Denzel Washington. Film thriller ini cukup bagus menurut gua. Memang bukan film aksi. Hampir satu dekade, kini mereka kembali bergabung dalam film spionase, yang menurut gua keren. Sebenarnya Noyce banyak membuat film keren. Seperti kisah Jack Ryan dalam Patriot Games dan Clear and Present Danger. Lalu The Saint. Kemudian setelah The Quiet American, nama Noyce hampir menghilang. Dan gua yakin setelah Salt, karir Noyce akan kembali menanjak.




Pemeran utama film ini adalah Jolie. Menurut kabar sebenarnya peran ini untuk Tom Cruise. Sayang sekali Cruise malah memilih Knight and Day yang cukup mengecewakan. Jolie beradegan aksi sudah tidak aneh. Liat filmography-nya, ada dwilogy Tomb Raider, Wanted, Mr. and Mrs. Smith. Mungkin berbeda dengan pendapat teman-teman yang lain, inilah penampilan terbaik Jolie dalam semua deretan film aksinya. Gua suka adegan slow motion dari Jolie. Jolie terlihat tua tapi tetap menarik. Terutama kakinya kuat sekali. I must admit that Evelyn Salt is too powerful. Dia terlihat sangat hebat dan terampil bahkan lihai, yang akhirnya timbul sedikit pertanyaan kenapa dia bisa tertangkap di North Korea.


Pemain lainnya seakan-akan hanya tempelan, mungkin Liev Schreiber yang sedikit dominan. Performancenya bagus seperti biasa. Yang agak sedikit mis-casting menurut gua adalah Chiwetel Ejiofor. Awal sih masih terlihat pas tapi adegan mendekati akhir merusaknya menurut gua.

Banyak yang menganggap ini adalah Jason Bourne versi cewek. Namun waktu gua menontonnya, gua tidak menangkap image Salt seperti itu. Bahkan perseteruan antara Amerika dan Rusia mengingatkan gua akan thrillernya Ben Affleck, The Sum of All Fears. Lalu adegan recruitment dan training para agen, gua jadi teringat akan Soldier (Kurt Russell)

Penulis cerita patut diperhatikan. Kurt Wimmer juga dikenal sebagai sutradara Ultraviolet (Milla Jovovich) dan Equilibrium (Christian Bale). As a director, Wimmer memang bergerak sangat efektif dalam membuat film dengan pace cepat. Hal ini pun terlihat dengan alur cerita yang termasuk tidak mengenal lelah dari Salt. Jika melihat imdb, banyak juga cerita yang ditulis oleh Wimmer, antara lain Street Kings, The Recruit dan The Thomas Crown Affair. Salt memiliki beberapa twist yang sebenarnya cukup menarik tapi dengan banyaknya “garam” yang gua sudah gua makan hehehe, twist itu tertebak namun tidak mengurangi kenikmatan gua menonton film ini. Bahkan film ini masuk top ranking untuk daftar favorit gua tahun ini. Mungkin yang sedikit kurang dieksplore adalah hubungan Evelyn dengan suaminya sehingga ada momen dimana gua ga peduli dengan apa yang terjadi dengan suaminya.

Satu lagi yang gua perhatikan adalah sang editor. Jujur, diantara filmmaker, yang paling gua perhatikan adalah sang sutradara. Cita-cita gua yang tidak sampai hehe… Stuart Baird sang editor sebenarnya pernah jadi sutradara juga lewat Executive Decision, U.S. Marshall dan Star Trek : Nemesis. Entah kenapa akhirnya beliau kembali menjadi editor.


Gua akui Noyce berhasil meramu sebuah film thriller aksi spionase yang menarik. Gua jamin kalian akan tertegun ke layar selama kurang lebih 100 menit. Melihat aksi keren dari Jolie yang untungnya minim CGI dan it’s not shaky. Bahkan Jolie terlihat cool sekali disini dibandingkan di Wanted. Bujet 110 juta dolar, jelas sudah digunakan dengan baik sekali oleh Noyce. Well done. Kabarnya Noyce sudah berencana untuk membuat sekuelnya. I’m looking forward to it. Dengan kesederhanaan cara Noyce meramu film ini, membuat film ini enak untuk diikuti meskipun pacenya cepat. Maksud gua kesederhanaan disini, Noyce tidak menggunakan style unik atau sejenisnya, paling hanya sedikit flashback. Angle kamera pun biasa (dan yang pasti tidak shaky), CGI sedikit sekali. Gua hampir lupa, adegan awal mengingatkan akan adegan di Die Another Day (untung tidak ada iringan lagu dari Madonna)


Yang gua perhatikan dari film-film Hollywood akhir-akhir ini adalah dimana mereka mengerahkan sekuat tenaga mengenai isi film tapi lupa memperhatikan endingnya. Untunglah ending film ini tidak jelek tapi juga tidak bagus-bagus amat. Bisa dibilang tipikal film spionase atau tipikal bakal ada sekuel. Namun jika bakal dibuat sekuel dan berhasil, maka siap-siaplah untuk menyambut franchise dari Salt.


Akhir kata, yang harus mendapatkan pujian atas Salt adalah Noyce dan Jolie, yang menurut gua berhasil menghidupkan film ini dan melejitkan film ini masuk daftar film favorit gua tahun ini (dan daftar itu sangat sedikit untuk tahun ini)


P.S. Ikut sebagai co-writer adalah Brian Helgeland (di imdb ga ada tapi di Wikipedia namanya tercantum)

No comments: