Sunday, July 4, 2010

DEJA VU (2006)


Sang produser, Jerry Bruckheimer mempunyai logo perusahaan dimana ada sebuah jalan dengan sambaran petir. Petunjuk pertama dari film ini adalah logonya yang diulang dua kali. Terlihat seperti film tentang crime investigation lalu genrenya berubah menjadi science fiction. (gua ga akan bilang terlalu banyak tentang ini) meskipun film ini bisa dibilang bukan genre science fiction karena sedikit sekali mengenai hal itu. Ada juga yang bilang lebih banyak fiksi daripada sainsnya.




Denzel Washington memang seorang bintang besar. Entah karena kemampuannya yang semakin mumpuni atau dia tidak terlihat berakting sama sekali disini. Penampilannya terlihat santai disini (namun bukan kualitas Oscar). Kolaborasinya yang ketiga dengan director Tony Scott setelah Crimson Tide (salah satu favorit gua) dan Man on Fire dan nanti ditambah The Taking of Pelham 123. Sedangkan ini merupakan kerja sama yang kesekian kali antara Scott dengan Bruckheimer setelah Top Gun. Coba gua liat imdb. Sesudah Top Gun ada Beverly Hills Cop 2, Crimson Tide, Enemy of The States.


Sebenarnya ide cerita di film ini adalah favorit gua. Tapi penulis naskah Terry Rossio dan Bill Marsilii membuat ide cerita yang sudah umum menjadi hal baru yang sangat cerdas. Gua sedikit teringat dengan Minority Report. Perhatikan semua adegan di film ini, karena itu akan membantu menyelami film ini sehingga lebih menarik. Ingat ini bukan film aksi.

Film ini bertambah “kuat“ dengan munculnya Sang Batman dari Batman Forever. Val Kilmer. Bukan sebagai pemeran utama tapi sebagai peran pendukung. Dia jadi gemuk disini. Plus akting yang pas (selalu) dari Bruce Greenwood. Meskipun dia sebagai antagonis dan protagonis, gua selalu suka performance dari Greenwood. Satu lagi yang hampir gua lupa, Jim Caviezel yang berperan sebagai Carroll Oerstadt.


Tokoh kunci di film ini adalah Claire yang diperankan oleh Paula Patton. Gua ga pernah denger nama ini, jadi bentar yah…gua cek imdb lagi. Pernah maen di Hitch (tapi tidak terperhatikan oleh gua) dan sesudah ini pun belum ada filmnya yang melejit. Padahal menurut gua tampangnya mirip Hale Berry.


Gua selalu amazed dengan film yang mempunyai genre yang sama seperti Déjà Vu. Bagaimana mereka mengambil suting adegan ini dengan adegan yang lain sehingga terlihat saling berhubungan tanpa kita menyadarinya. Itu salah satu alasan gua suka film sejenis ini. Tolong diingat lagi, ini bukan film aksi. Tidak akan ada ledak-ledakan yang berlebihan mengingat produsernya Bruckheimer.


Filmnya Scott cukup menjanjikan sebenarnya walaupun tidak banyak yang menghasilkan box office yang spektakuler (tapi cukup menguntungkan). Namun film-filmnya cukup memikat gua. Untungnya dia tidak menggunakan style yang dia gunakan di Man on Fire disini. MTV style kata banyak orang. Gua suka Crimson Tide (salah satu film kapal selam terbaik), Gua suka Enemy of The State (menegangkan dari awal sampai akhir), The Taking of Pelham 123, oh hampir gua lupa, Spy Game (salah satu film spy yang gua suka). Déjà vu pun berhasil masuk daftar favorit gua. Dengan bujet US$ 75 juta berhasil meraup US$ 180 juga di seluruh dunia.


Ada hal yang menarik mengenai music scorenya. Perhatikan music yang sama ketika menggambarkan bahwa karakter Doug Carlin yang diperankan Washington sedang jatuh cinta atau dalam posisi sedang terpesona. Gua suka iringan musiknya memberikan kesan romantis disela-sela adegan yang tidak romantis sebetulnya. Pas dan menyentuh.

Film berdurasi 128 menit ini pas sekali buat gua. Adegan aksi yang tidak berlebihan, juga tidak terjebak dalam keruwetan bahasa teknologi (mungkin ada sedikit kebingungan) dan yang pasti tetap asik diikuti dari awal sampe akhir. Karena gua selalu suka film sejenis ini.

5 comments:

e2p said...

tipe cerita yang gw suka... biar tambah asyik nontonnya kita harus mengesampingkan logika.. betul kan bro? :):)

Bang Mupi said...

tipe cerita kesukaan gua juga bro. hehe...

Leonard Fresly said...

Penasaran dengan judulnya yang menarik plus ada Denzel. Tapi sedikit di bawah harapan, mungkin karena ketinggia ekspektasi. Sinopsis dan Jalan Cerita Film

Bang Mupi said...

iya mungkin karena ketinggian, tapi yah kan selera masing2 kan emang beda2 bro :)

film baru said...

mantap ulasan film terbaik ini sangat pantas utk di tonton dan disimak lebih lanjut lagi