Friday, January 9, 2009

HANCOCK

Directed by : Peter Berg

Produced by : Akiva Goldsman, James Lassiter, Michael Mann, Will Smith
Starring : Will Smith, Jason Bateman, Charlize Theron, Jae Head, Eddie Marsan

Written by : Vincent Ngo, Vince Gilligan

Music by : John Powell

Edited by : Paul Rubell, Colby Parker Jr.

Running time : 93 minutes

Distributed by : COLUMBIA PICTURES

THERE ARE SUPERHEROES, THERE ARE HEROES AND THERE’S HANCOCK.

Berarti Hancock tidak termasuk superhero dan juga tidak termasuk pahlawan. Jadi siapakah Hancock? Hancock (Will Smith) adalah ‘seseorang’ yang berbeda. Penampilan acak-acakan, suka minuman keras, berpakaian ala kadarnya, kurang ajar. Namun dibalik semua itu, Hancock bisa terbang dengan cepat, sangat kuat dan immortal. Tapi karena slebornya, tiap melakukan aksi bukan pujian yang dia terima tapi malahan cacian dan makian dari penduduk Los Angeles. Hal ini dikarenakan kerusakan yang Hancock timbulkan lebih merugikan.
Ketika dia menyelamatkan Ray Embrey (Jason Bateman) yang mobilnya hampir tertabrak kereta api. Walaupun berhasil menyelamatkan Ray tapi seperti biasanya akibat dari aksi penyelamatan Hancock lebih merugikan. Namun Ray yang bekerja sebagai Public Relation berterima kasih kepada Hancock dan mengundangnya untuk makan malam di rumahnya. Disinilah Hancock berkenalan dengan istri Ray, Mary Embrey (Charlize Theron) dan anaknya, Aaron Embrey (Jae Head). Ray yang bersimpati pada Hancock ingin mengubah citra Hancock menjadi baik dimata masyarakat.
Dengan anjuran Ray, walaupun berberat hati Hancock mengajukan dirinya untuk dipenjara dalam upaya menebus kesalahannya. Penantian Hancock tidak lama. Kejahatan meningkat dengan tidak adanya Hancock. Lalu Hancock diminta bantuan untuk membantu pihak kepolisian dalam sebuah perampokan bank. Dengan menjaga hati-hati tingkah lakunya yang ugal-ugalan, Hancock berhasil menyelamatkan para sandera dan mengambil simpati masyarakat.
Ketika ditanya tentang masa lalunya oleh Ray, Hancock menjawab bahwa dia hanya ingat terbangun di rumah sakit 80 tahun yang lalu dan tidak ingat siapa dirinya. Ternyata Hancock tidak sekuat yang diduga, karena pada suatu peristiwa dirinya tertembak ketika sedang menggagalkan sebuah perampokan di mini market. Siapakah sebenarnya Hancock?

Banyak film superhero yang sudah dibuat oleh Hollywood. Tapi yang bercorak komedi masih belum banyak. Misalnya My Super Ex-Girlfriend, juga dulu ada serial TV yang berjudul The Greatest American Hero (1981-1983). Dan kini muncul Hancock.

Cerita Hancock bukan berdasarkan komik keluaran Marvel maupun DC tapi berasal dari cerita yang ditulis oleh Vincent Ngo pada tahun 1996. Judul script aslinya adalah Tonight, He Comes In. Sedangkan Peter Berg sang sutradara pun bukan pilihan pertama pada waktu itu. Dari Tony Scott, Michael Mann, Jonathan Mostow bahkan Gabriele Muccino (Pursuit of Happyness). Akhirnya pada 2006, Peter Berg dipastikan menjadi sutradara. Judulnya pun sempat berubah menjadi John Hancock sebelum akhirnya menjadi Hancock.

Will Smith berperan sebagai Hancock yang kesepian karena merasa dialah ‘spesies’ satu-satunya di dunia. Sejak 80 tahun yang lalu, tidak ada yang mengakuinya sebagai kerabat. Mungkin inilah yang menyebabkan tingkah lakunya menjadi sinis, temperamental dan ugal-ugalan. Ditambah kritikan pedas dan makian dari masyarakat Los Angeles. Dalam hati Hancock sebenarnya ingin dihargai oleh orang-orang. Lihat saja ekspresinya ketika dia dimarahi oleh orang-orang sedangkan Ray malah berterima kasih padanya dan menyalaminya. Namun walaupun sering tidak dihargai oleh masyarakat Los Angeles, toh Hancock masih tetap bersedia menolong. Hal inilah yang membuat karakter Ray yang diperankan oleh Jason Bateman, berusaha memperbaiki citra Hancock. Di pikiran Ray, dia merasa seperti Hancock. Ingin merubah (menolong) dunia tapi karena dianggap merugikan orang lain (dalam kasus Ray, yang dirugikan adalah perusahaan yang harus memberikan sebagian keuntungannya) maka mereka berdua tidak diterima di “masyarakat” Ditambah Ray merasa bahwa Hancock ditakdirkan untuk menjadi seorang pahlawan sehingga dia berusaha keras membuat Hancock memenuhi takdirnya.

Layaknya film Superhero, untuk menjadi seorang pahlawan memang membutuhkan banyak pengorbanan. Film ini pun tidak terlepas dari pakem ini. Bahkan di dalam film ini ada dua orang pahlawan atau mungkin tiga jika Karakter Mary yang diperankan oleh Charlize Theron dianggap seorang ‘hero’ juga. Walaupun sebenarnya apapun yang dilakukan Mary semata-mata demi cintanya pada Ray dan Aaron yang sudah dianggap anaknya sendiri.

Mungkin hal inilah yang ingin dikedepankan oleh Berg dalam film yang berbalut dengan adegan-adgan aksi yang cukup memukau di awal film, ditambah beberapa selipan humor dan jalinan drama yang sebenarnya cukup kuat. Berg bisa dikatakan cukup berhasil di awal film sampai 60 menit ke depan. Karena memang ceritanya sudah pas dimana alur menceritakan seorang pahlawan yang bangkit dari keterpurukannya cukup menarik. Namun berlawanan dengan kharisma Hancock yang menanjak naik, bobot film seakan-akan menurun. Bisa dianggap seperti buah simalakama, jika film selesai dalam waktu satu jam, maka penonton akan bertanya-tanya tentang banyak hal seperti misalnya masa lalu Hancock. Tapi ketika film diteruskan, penonton tambah mengerutkan kening. Penjelasan tentang sebenarnya siapa Hancock cukup mengejutkan tapi mungkin kurang ditata dengan baik dalam naskah sehingga berkesan tidak menambah nilai dari apa yang sudah tersaji satu jam sebelumnya (seakan-akan hanya ingin memberi penjelasan saja). Ditambah dengan musuh Hancock yang kurang ‘strong’ mengurangi ‘kekuatan’ film ini. Walaupun ending film yang dibuat dramatis cukup membuat haru.

Will Smith memang jaminan larisnya sebuah film, apalagi jika film tersebut diedarkan pada musim panas. Terbukti dengan modal US$ 150 juta, mendapat US$ 227 juta di US dan US$ 396 juta di luar US. (Dan kabarnya akan dibuat sekuelnya). Permainan Smith sebagai seorang Hancock yang kesepian bisa dibilang berhasil walaupun hanya diselipkan sepintas di beberapa adegan ditambah alunan musik yang cukup mendukung suasana (tidak seperti di I am Legend, atmosfer kesepian Smith benar-benar diekspos di awal film). Jika anda melihat behind the scene dari film ini, ternyata Smith tidak menggunakan stuntman. Benar-benar itu Will Smith yang meloncat tinggi dengan memakai wire. Jason Bateman kembali lagi bekerja sama dengan Peter Berg setelah The Kingdom. Charlize Theron bermain ‘santai’ sebagai seorang istri yang memendam sebuah rahasia. (a little spoiler hehe)

3 comments:

Si Tukang Review said...

Gw juga setuju... ketika rahasia sebenarnya terbeberkan saya juga merasa kurang greget (origin of Hancock).

Terus filmnya rada kurang gigit, mungkin karena sosok Hancocknya menurut gw kurang simpatik. Overall, gw masih lebih suka I Am Legend ketimbang Hancock. Belum tahu nanti Seven Pounds seperti apa (ini film pertama Will Smith setelah bertahun-tahun yang gagal mencapai 100 Juta USD)

semuareview said...

verdict elo berapa?
setuju ama tukang review. awalnya benernya ok. tapi tengah film males banget, terlalu memaksakan isi cerita. terlalu banyak yang ingin dijelaskan dalam waktu singkat. padahal filmnya bagus kalau terus fokus di ironi sang superhero yang "gagal".
rahasia di akhir film itu justru merusak cerita.

Bang Mupi said...

hehe, gua ganti gaya nih. Ga pake ngasi rating atau bintang lagi deh. :)