Sebenarnya nontonnya uda lama
banget. Pertama kali muncul di layar
lebar Indonesia, tanggal 13 Juni 2013, gua uda nonton. Tapi karena kesibukan “menyelamatkan dunia”,
akhirnya dengan tekad kuat sekuat baja, gua mencoba membuat review tentang
Manusia baja ini.
Salah satu superhero favorit gua
ya Superman ini. Well, mungkin bukan
salah satu, tapi dia lah favorit gua.
Dari jaman Superman The Movie, dimana Superman/Clark Kent dimainkan oleh
almarhum Christopher Reeve lalu diperankan oleh Brandon Routh dalam Superman
Returns, yang walaupun banyak tidak disukai oleh banyak orang, gua tetap suka. Walaupun banyak muncul film superhero yang
bisa dibilang sangat luar biasa seperti trilogi Batmannya Nolan, gua tetap
tidak berpindah ke lain hati. Ya namun
tidak bisa dihindari Trilogi Batmannya Nolan sudah membuat sebuah standar baru
bagaimana sebuah film superhero harus dibuat.
Karena gua suka Superman, bisa
dibilang review ini mungkin agak sedikit subyektif, bukan agak dikit, mungkin
banyak hal-hal yang subyektifnya. Tapi
jangan takut, yang baca review gua, biasanya review gua kan tidak menceritakan
isi ceritanya. Lagian, mungkin
kebanyakan sudah pada tau tentang sejarahnya Superman. Namun mungkin baru di film ini diceritakan
lebih detil awal mulanya di planet krypton.
Membuat reboot Superman ini menjadi sesuatu yang sudah terlihat beda di
awal.
![]() |
No red underwear this time |
Mengenai pemerannya sendiri, Henry Cavill. Awalnya gua ga terlalu sreg dengan dia. Menurut gua Brandon Routh sudah cocok kok menjadi superman dan Clark Kent di Superman Returns. Tapi setelah melihat foto dan cuplikan trailernya, penilaian gua sedikit berubah, Cavill cocoklah jadi Superman. Tapi apabila dia menjadi Clark Kent, nah penilaian gua terbukti memang dia tidak cocok, tapi ini menurut gua yah. Sedangkan Amy Adams menurut gua sangat cocok menjadi seorang Lois Lane, wartawan cerdas dan tangguh (dan tidak terlintas dalam pikiran gua untuk membandingkannya dengan Margot Kidder atau Kate Bosworth) karena Adams memainkan perannya dengan pas menurut gua. Karakter-karakter lainnya, misalnya Perry White kini diperankan aktor kulit hitam, Laurence Fishburne, perbedaan yang cukup signifikan. Juga karakter teman kerjanya Jim Olsen digantikan oleh Jenny Olsen. Mungkin pergantian beberapa karakter ini ingin memberikan nuansa baru bagi cerita Manusia Baja ini. Tapi tidak mengganggu sebenarnya karena peran mereka bisa dibilang sangat minim.
Peran yang menonjol adalah sang
Ayah dari Superman. Baik yang di krypton
atau di bumi. Dan sekedar trivia, kedua
pemeran ayahnya pun sama-sama pernah memerankan karakter RobinHood di
film. What a coincidence. Beruntung Clark Kent tidak tumbuh jadi Green
Arrow. Ayah biologis diperankan oleh
Russell Crowe. Ayah di bumi dimainkan
oleh Kevin Costner. Melihat penampilan
mereka, well, gua lebih terkesan dengan
Costner karena beliau tampil lebih kharismatik menurut gua. Akting sih biasa aja, yang gua maksud
karakteristiknya disini lebih oke.
Sang villain diperankan oleh
Michael Shannon. Gua hanya hapal mukanya
waktu dia tampil konyol di Bad Boys 2, so dia berhasil menurut gua memerankan
karakter General Zod yang bisa dibilang bukannya jahat tapi “sangat mengabdi”
pada pekerjaannya.
Perbedaan antara semua film
Superman dengan Man Of Steel, well thanks to kemajuan teknologi. Adegan kreasi komputernya jangan ditanya,
pasti oke punya. Tapi yang bikin heboh
adalah adegan-adegan pertarungan “antar dewa” eh “antar alien” benar-benar
tervisualisasikan dengan baik disini.
Anda akan terkagum-kagum atau terhenyak shock melihat adegan
pertarungannya yang bener-bener dahsyat menurut gua. Nah adegan-adegan inilah yang tidak terdapat
di semua film Superman termasuk Superman Returns yang sebenarnya dibuat pada
saat teknologi Hollywood sudah maju.
Jangan bayangkan pertarungan Superman dengan para tawanan krypton ini
akan seperti di Superman II, sangat-sangat jauh berbeda.
Sebagai film yang gua antisipasi
tahun ini, jelas lah karena gua penggemar Superman. Film ini cukup berhasil membuat gua
terpuaskan walaupun ada sedikit yang mengganjal, yang membuat gua tidak terlalu
mengagung-agungkan film ini. Namun kalo
gua kasi tau apa hal yang mengganjal itu, takutnya akan membuat spoiler. Jadi lebih baik gua simpan dalam sanubari gua
yang paling dalam saja.
![]() |
Zack Synder the director |
Tapi harus diakui, Zack Synder sebagai seorang sutradara dengan Nolan sebagai sang produser, sudah banyak memuaskan para penggemar Superman dengan adegan-adegan dahsyat pertempuran antar para alien. (yups Superman itu alien bukan manusia bumi). Synder pun berhasil memadukan adegan-adegan flashback dengan sangat efektif. Dengan hasil keuntungan yang tidak mengecewakan sebenarnya walaupun tidak bombastis amat. Dengan sangat yakin, gua bakal menyaksikan sekuel dari Man of Steel di tahun-tahun yang akan datang. But I still have to say, good work to Synder and Nolan for making a good superman movie. (not great just good) and in a different style.
Kenapa gua bilang different
style? Pertama film ini meskipun lebih menonjolkan bahwa Superman itu adalah,
well mungkin lebih cocok Kal-El adalah seorang alien bukan mahkluk bumi, namun
disini segalanya dibuat serealistis mungkin (tapi tidak bisa dihindari, dia
masih tetap keturunan alien). Disini pun
Superman tampil sedikit sangar dan ganas.
Dan Forest of Solitude-nya itu ternyata #%@&()(( , sangat-sangat
masuk di akal malahan.
Sebenarnya di Superman Returns
pun, Bryan Singer sudah membuat nuansa Superman sedikit “gelap”. Tapi mungkin bagi yang sangat mengenal
Batman-nya Nolan yang dark, nuansa itu sedikit terasa disini, tapi memang Superman
tidak bisa terlalu dipaksakan dengan tone dark karena dasarnya Superman itu
lebih ke nuansa ceria. Tapi ya ga
apa-apalah kalo sedikit dibuat gelap buat gua, lagipula kalo nonton film di
bioskop kan gelap-gelapan juga.
Satu hal yang sedikit mengganggu
sebenarnya, judul film ini Man of Steel, dan isi film memang betul-betul menceritakan
segala sesuatu tentang manusia baja, well harusnya judulnya Alien of Steel ya
hehehe. Jadi mungkin bagi yang belum
mengenal siapa saja sih, karakter-karakter yang ada dalam kisah Superman
mungkin agak sedikit kurang puas, karena cerita tidak memberikan ruang lebih
untuk para karakter-karakter “kecil” lain.
Jadi makanya kesimpulan gua, Man
of Steel adalah “pelengkap” dari film-film Superman sebelumnya, karena kalo
tidak menonton film-film Superman sebelumnya, mungkin agak sedikit bingung dan
kurang menikmati film ini. Sedangkan
tanpa Man of Steel, film-film Superman sebelum ini terasa kurang “nyawa” untuk
mempretasikan kekuatan Superman yang ternyata benar-benar kuat.
Bagi yang sangat menyukai theme
song Superman, dimana biasanya diputar di awal dan akhir, ketika Superman
terbang dengan gagahnya setelah selesai “menyelamatkan dunia” kini tidak ada
lagi theme song itu di Man of Steel. Ya
memang lagu tersebut tidak cocok kalo diputar di Man of Steel, mungkin itu juga
yang membuat terasa ada yang kurang buat gua di film MOS. Sebenarnya ada satu lagi hal yang kurang di
MOS jika kita lihat film-film Supes sebelumnya, dimana sebenarnya hal itu salah
satu daya tarik dari film Superman. Tapi
tidak akan gua bahas disini karena takut akan spoiler. So sebagai film musim panas atau reboot
Superman, Man of Steel cukup bertaji dan kabarnya akan ada sekuelnya yang bakal
lebih heboh, judul sementara Batman Superman atau apa yah. Intinya ada Superman sih :)