Sunday, December 2, 2012

I AM LEGEND (2007)




Terpesona oleh karyanya Francis Lawrence, setelah menonton Constantine yang mana pemeran utamanya adalah Keanu Reeves.  Film tentang apa ya, sebenarnya.  Pengusir hantu atau roh jahat atau tentang detektif dunia gaib.  Well yang pasti Constantine berdasarkan komik keluaran Hellblazer.  Lawrence berhasil membuat film cerdas (menurut gua yang cerdas juga), film yang sangat enak untuk diikuti.  Alurnya bisa dibilang lambat dengan sedikit style yang tidak lumrah.  Beberapa kali tertipu antara apa yang akan terjadi dengan karakter Constantine dan lawan mainnya yang diperankan oleh Rachel Weisz (sebagai tambahan, mereka berdua pernah bertemu dalam Chain Reaction garapan Andrew Davis). 

Makanya begitu mendengar Lawrence membuat film baru yang diperankan oleh Will Smith, gua sangat berantusias dengan proyeknya.  Will Smith mega bintang Hollywood dengan beberapa filmnya yang pemasukannya menembus 100 juta dolar di Amrik saja, bekerja sama dengan Lawrence sutradara baru yang langsung masuk daftar favorit gua.  Hasilnya bam, gua nonton I am Legend di DVD (tragis amat nasib gua)

Gua ga baca sinopsisnya, tapi gua hanya tau bahwa Will Smith akan beraksi solo hampir sepanjang film.  Sangat menarik kan.  Layaknya Tom Hanks di Cast Away, waktu itu belum ada Buried dan 127 Hours.  Apa yang terjadi dengan Smith (Robert) yang tampil sendirian hampir sepanjang film, hanya ditemani seekor anjing?  Hasilnya luar biasa menurut gua.  Sekali lagi gua amazed banget dengan Lawrence.  Ia berhasil membuat sebuah film yang tidak membosankan sepanjang durasinya, tentu saja dengan performa Smith yang bagus.

SINGLE FIGHTER
Memang I Am Legend berbeda genre dengan Cast Away (film yang tidak membosankan juga).  I Am Legend bisa dibilang film yang lebih memerlukan departemen special efek.  Gua sok misterius ya dengan filmnya hehehe, padahal kalo gua ga salah film ini pernah tampil di salah satu stasiun tv swasta kita.  Tapi ga apa-apa, semenjak Cabin in The Wood, gua memang lagi bermisterius ria.
Dari awal, film sudah memberikan perasaan depresi buat gua, apalagi semakin kesini, ekspresi wajah Smith semakin membuat stres.  Bayangkan kita hidup sendirian di kota yang sudah dibilang kosong, ga ada manusianya, bahkan singa pun bisa masuk kota (nyaingin tarzan kayaknya).  Gua mencatat waktunya hampir 40 menitan, Smith beraksi sendiri di depan layar ….pengennya gua tulis layar bioskop, tapi apa daya, gua nontonnya ga di bioskop.  Gua ulangi, Smith beraksi sendiri di depan layar LED 3D 60 inch (itu pengennya gua juga).  Well, sudahlah lupakan tentang layar.  Smith beraksi sendirian hampir 40 menitan, tapi ga juga sih, kalo flashbacknya diitung.  Apalagi ditambah Marge dan Fred. (who are they)

Sebenarnya wabah virus sudah sering difilmkan, misalnya Outbreak yang menjadi favorit gua.  Tapi mungkin impact awal yang diberikan Lawrence dengan kesendirian Smith sudah memberi kesan yang mantap buat yang nonton (terutama gua).  Hampir sepanjang film, gua menebak-nebak apa yang akan terjadi selanjutnya (ini acara quiz atau nonton film).  Ketegangan demi ketegangan terasa, memang bisa dibilang ini bukan film aksi, layaknya Constantine pun bukan film action.

FRANCIS LAWRENCE LAGI BEKERJA

Namun sayangnya proyek Lawrence berikutnya adalah sekuel dari Hunger Games.  Gua bukannya tidak antusias, tapi gua belum nonton Hunger Games.  Tapi gua yakin kok sekuelnya bakal lebih bagus dari film pertamanya.  Karirnya hampir sama dengan Bay, bermula dari sutradara video klip musik.  Salah satu karya Lawrence adalah lagunya Britney Spears, My Prerogative.  Memang Lawrence berbeda gaya dengan Bay.  Hanya sayang menurut gua, Michael Bay sedikit berlebihan di film-film terakhirnya kecuali The Rock (one of my favorite movies).  Dan sebenarnya Bay yang tadinya ditunjuk membesut film ini sebelum akhirnya malah bikin Bad Boys 2 bareng Smith.

Dari tadi ngomongin Lawrence melulu.  Sehebat-hebatnya Lawrence, kalo tidak didukung oleh aktor yang tepat, maka sia-sialah kehebatannya.  Beruntung ada Will Smith disini, penampilannya luar biasa berakting sendiri (hanya ditemani anjingnya), hampir di sepanjang film.  Mungkin memang Smith lebih terkenal dengan film aksinya, tapi setelah Pursuit of Happyness, Smith membuktikan bahwa dirinya mampu berakting dengan baik.  Sekedar info, proyek-proyek film Smith berikutnya, Hancock 2, Bad Boys 3 dan I, Robot 2.

Ada satu lagi artis terkenal yang tampil di film ini, yaitu Emma Thompson.  Mungkin anda harus jeli untuk melihat munculnya dia dimana. Hehehe.

Hasil dari film ini cukup fantastis, dengan bujet 150 juta dolar, menghasilkan 585 juta dolar di seluruh dunia.  Film ini membuktikan bahwa Smith memang salah satu bintang top Hollywood saat ini.  Mungkin yang mengharapkan banyak adegan aksi akan kecewa dengan film ini.  Selayaknya Constantine, porsi adegan aksi dalam kedua film ini cukup buat gua.  Tidak perlu aksi dahsyat untuk membuat film menjadi bagus di mata gua.  Mungkin dengan tema cerita yang umum pun bisa membuat film menjadi bagus asal diramu dengan pas.

Dengan segala yang terkandung dalam film ini ditambah ending yang menurut gua tidak memaksakan,  gua menobatkan film ini sebagai salah satu favorit gua selain film I, Robot, Constantine, Pursuit of Happyness. 
 
INI COVER BUKU EDISI PERTAMA

Sekedar informasi tambahan, film ini berdasarkan novel karangan Richard Matheson yang berjudul 
sama.  Ternyata beliau ini juga yang menulis Stir of Echoes dan What Dream May Come, dan juga penulis cerita Reel Steel.

2 comments:

gasoline sky said...

good movie cuma fx-nya keliatan fake/cheesy jadi hasilnya jomblang. versi sebelumnya 'the omega man' lebih bagus.

Bang Mupi said...

emang kayak animasi sih. tapi not badlah hehehe