Sunday, November 4, 2012

THE AVENGERS (2012)




Tidak pernah ada kata telat untuk menonton film bagus (yeah, ini pembelaan gua aja karena nonton filmnya telat banget).  Sekali lagi gua memuji strategi Marvel dalam membangun hype The Avengers, dengan menyelipkan berbagai adegan dalam film-film mereka sehingga terjalin benang merah yang kuat.  (tertinggal satu langkah kau, DC)  Dari sejak Ironman, Incredible Hulk,  Thor dan Captain America, para penonton yang bukan penggemar komikpun jadi mengenal para karakter tersebut.  (sekali lagi strategi yang hebat dari Marvel)

Ini nih Joss Whedon sang sutradara
Menurut pengamatan gua yang super canggih.  Sangat sulit untuk menyatukan para superhero  dalam satu film karena masing-masing punya ego.  Tapi pengamatan gua yang super canggih itu hancur berantakan karena jelas Joss Whedon sebagai sang sutradara lebih powerful dibandingkan para superhero anggota The Avengers.  Whedon berhasil memadukan dan membagi masing-masing karakter dengan pas bahkan gua bisa suka dengan Hawkeye di film ini selain karakter-karakter yang lain.  Dan merupakan mimpi para penggemar Marvel, melihat jagoan mereka beraksi dalam satu film.
Sang musuh dipilih dari villainnya Thor, Loki.  Adiknya Thor (adik angkat, as Thor said, he was adopted) Mungkin karena harus jadi lawan tangguh The Avengers maka dewa lah yang dipilih jadi musuhnya.  Namun terus terang Loki terlihat lemah sebagai villain, untunglah masih ada  cs-nya yang membantu melawan para pahlawan kita ini.  Jadi di bagian akhir sangat seru pertempurannya.  Sangat klimaks menurut gua.

Ga nyangka bakal suka karakter Hawkeye disini

Sedikit saran, sebaiknya menonton seluruh tim-nya marvel sebelum menonton The Avengers karena akan lebih mengerti jalan ceritanya.  Karena akan lebih mengenal karakter masing-masing superhero (sekali lagi gua memuji strateginya Marvel).  Bahkan sampai detik ini, The Avengers terbukti menjadi film terlaris di Amrik tahun 2012, mengalahkan sang jagoan tunggal Batman di The Dark Knight Rises.

Mungkin satu yang mengusik sanubari gua (gaya bahasanya), Edward Norton yang tidak menjadi Bruce Banner lagi, yang digantikan oleh Mark Ruffalo.  Memang kalo sedang berubah jadi Hulk tidak begitu kentara bedanya, tapi ketika menjadi Dr. Bruce Banner, beda banget (ga ada mirip-miripnya). Sangat disayangkan aja, Norton tidak mau lagi memainkan peran Bruce Banner, kalo ga, wah sip banget nih film The Avengers.  Bukan berarti Mark Ruffalo gagal memerankan Bruce Banner, bahkan bisa dibilang Hulk salah satu scene stealer di film ini.   Hanya ga “enak” aja ngeliat pemainnya berbeda tiap ada karakter Hulk muncul dalam sebuah film.  Robert Downey Jr pun tidak segan-segan berbagi layar dengan Chris Evans.  Ada satu tambahan lagi personilnya, yaitu Agent Hill yang dimainkan oleh Cobie Smulder, yang terkenal lewat serial komedi How I Met Your Mother.  Mengenai pemeran yang lain mungkin uda pada tau dari film-film sebelumnya.

Jika ingin membandingkan dengan film satu lagi yang sangat dinanti-nantikan juga oleh para moviegoers, The Dark Knight Rises.  Mungkin akan sulit membandingkannya.  Gua pun mengalami kebingungan untuk memilih yang mana.  Karena terus terang, gua tidak menyangka akan se-fun ini menonton The Avengers.  Memang The Dark Knight Rises (TDKR) lebih kelam tapi The Avengers sangat-sangat menghibur.  Malah The Avengers lebih menghibur dibandingkan TDKR.  Tapi TDKR pun menjadi film yang paling memuaskan diantara semua film Batman-nya Nolan.  Dua pilihan sulit, dan akhirnya gua mengembalikan penilaian kedua film tersebut kepada teman-teman.  Bila ingin menonton film superhero kelam, tentu saja TDKR sangat tepat.  Tapi jika ingin menonton film superhero yang menghibur, The Avengers adalah pilihan yang pas.

Sekali lagi diatas semuanya, gua memuji strateginya Marvel dalam menelurkan film The Avengers.  Very brilliant menurut gua.  Akhirnya mungkin orang lebih banyak yang tahu tentang superhero keluaran Marvel daripada superhero keluaran DC.  Padahal gua penggemar Superman yang merupakan keluaran DC.  Mungkin Man of Steel bisa menjadi film yang layak duduk manis di kursi box office layaknya film-film keluaran Marvel.


Akhir kata, selalu ada adegan sedikit di akhir film, jadi tungguin aja credit title (untung nunggunya tidak terlalu lama)

4 comments:

n.i.z.a.r said...

Hey bang mupi, kenalin gue nizar dari muvila.com. Boleh minta kontak email lo gak bang? Kita mau ngadain acara untuk movie blogger nih. Nanti untuk info lebih lanjutnya gue share via email.

Langsung aja mention ke @nizarland ya bang biar cepet gue liat responnya. Thanks :)

gasoline sky said...

avengers lebih bagus dari TDKR yg sok deep karena bisa mengcapture rasa golden age of comics. menghibur, pintar dan tidak klise. great movie.

weizly said...

TDKR gagal di scene pertempuran massal,sayang bgt,,jika bicaara terbaik, TDK masih bagusan dr TDKR

Bang Mupi said...

@nizar : sori baru bales. Uda kelewat jauh ya acaranya :)

@gasoline : iya Avengers lebih fun

@Weizly : Well, saya lebih suka Batman Begins.