Monday, March 14, 2011

REIGN OF ASSASINS (2010)


Dunia kang-ouw (wah uda lama ga pake kata ini) a.k.a dunia persilatan. Hollywood boleh tercengang dengan karya Ang Lee, Crouching Tiger Hidden Dragon. Bagaimana aktor atau aktris bisa dengan anggun bertarung, terbang ke sana ke sini melawan gravitasi (belum sampai taraf Superman sih). Tapi pasar Asia terutama Indonesia, hal itu sudah sering kita nikmati dalam film-film silat Hongkong sebelum Crouching Tiger. Sudah lama tidak lihat film Hongkong yang bertema dunia persilatan. Well, film sejenis Ip Man menurut gua bukan termasuk genre ini tapi itu adalah film kungfu.



Tidak gua duga, pemainnya ternyata Michelle Yeoh. Gua tahu Michelle Yeoh sejak dia maen di In the Line of Duty atau beredar juga dengan judul Black Protector dilanjutkan dengan sekuelnya. Lalu sempat menghilang, dan berkat Jackie Chan, Michelle Yeoh tenar lagi lewat Police Story 3 (aka Supercop) sampai bahkan terkenal di Hollywood. Imho, disini Michelle terlihat lebih muda dan masih segar.
Cerita film Hongkong pun sudah tidak sederhana lagi, banyak intrik-intrik yang terjadi bahkan ada operasi wajah seperti Face-off-nya John Woo, kebetulan pula Woo yang menjadi co-director untuk film ini. So dengan berbekal operasi wajah ini, setiap orang bisa jadi siapa saja. (sedikit mengganggu sebenarnya) Sutradara sekaligus penulis adalah Su Chau Bin (masuk nominasi best director di Hongkong Film Awards). Su pernah membuat Double Vision (2002) yang dimainkan oleh Tony Leung Ka Fai dan David Morse.

Sesuai judulnya, banyak pembunuh-pembunuh berilmu tinggi yang mempunyai keahlian khusus yang berbeda. Menarik asal konsisten. Jangan seperti Seven Swords-nya Tsui Hark, yang keren di awal dengan jenis-jenis pedang yang unik namun berkurang menariknya di pertengahan sampai akhir. Well, jangan takut, menurut gua Reign of Assasins lebih sakti dari Seven Swords.

Illustrasi di awal film dengan musik yang cukup meyakinkan sudah membuat gua terpukau, apalagi pengenalan karakter dari para pembunuh Dark Stone cukup modern dengan gaya freezing moment (hehe…gua ga tau istilahnya jadi gua tebak-tebak aja namanya)

Adegan romantis di tengah hujan menarik, musik dan angle kamera sudah mendukung, hanya Michelle Yeoh kurang pas ekspresinya tapi masih lumayan.


Woo Sung Jung pemeran Jiang Ah Sheng, gua tidak banyak tau tentang aktor ini, karena dia berasal dari Korea dan terus terang jam terbang gua dengan perfilman Korea masih sedikit. Tapi mungkin si Woo Sung Jung (jelas ga ada hubungan darah dengan John Woo walaupun namanya ada kata Woo hehehe), dia bakal maen dalam remake The Killer (CMIIW)
Gua sebenarnya cukup antusias dengan Shawy Yue (Lei Bin) disini. Hanya sayang dia bermain cukup standar (script tidak memberinya gerak lebih) padahal ceritanya disini Lei Bin memiliki ilmu yang cukup keren. Bahkan Kelly Lin yang tampil di awal malah cukup meyakinkan.

Kumpulan Villain yang tergabung dalam Dark Stone sebenarnya sudah keren, hanya sayang aja tujuan utama sang pemimpin sangat tidak menarik menurut gua. Sehingga mengurangi poin film ini. Untuk tahun 60an sampe 90an mungkin masih relevan tapi untuk jaman sekarang terlalu simple dan naïf. Well, pemeran sang pemimpin yang berjuluk Wheel King ini diperankan oleh aktor yang dulu maen Bodyguards and Assasins (gua ga tau namanya). Terpaksa gua liat imdb, namanya Xueqi Wang. Gua lebih senang kalo dia terus ditutupi kerudung, malah lebih berkesan misterius dan garang.
Karakter yang dimainkan oleh si Sanchai (Barbie Hsu) sebenarnya sangat menarik hanya sayang kurang bisa dimaksimalkan oleh Barbie Hsu, padahal bisa menjadi scene stealer (andai dimainkan oleh Zhang Zi Yi, mungkin lebih menjiwai)

Satu lagi yang kurang dijelaskan adalah bhiksu yang membuat Drizzle bermalih rupa menjadi orang lain. Tidak dijelaskan kenapa dia bisa mengikuti Drizzle. Dia hanya sekedar melengkapi menyelesaikan endingnya.

Film ini cukuplah sebagai pengobat rindu gua setelah sekian lama tidak menonton film genre ini. Namun banyak hal yang membuat film ini tidak cukup memorable buat gua. Namun untuk taraf mengecewakan film ini jelas tidak termasuk kategori itu. Satu adegan favorit gua adalah waktu di bank. Film berdurasi 117 menit ini berbujet 14 juta dolar.

Tuesday, March 8, 2011

THE SHAWSHANK REDEMPTION (1994)



Dari dulu gua sering dengar dan baca kalo film ini adalah film yang sangat bagus sekali. Sangat lama sekali dari rilis film ini sampai gua baru sempat menontonnya. Berusaha menekan ekspektasi gua karena kabarnya The Shawshank Redemption (TSR) sangat luar biasa bagus.

Kita mulai dari judulnya, Redemption berarti penebusan. Always confused dengan Shawshank, well disini ternyata adalah nama penjaranya. Ya, setting film ini di penjara. Jangan khawatir tidak sesempit dan sepengap Buried and I guarantee you that it’s not a boring movie. Narasi yang disuarakan oleh Morgan Freeman menarik sekali, terasa sekali atmosfer dari The Green Mile. Mungkin kebalikannya tapi gua kan nonton The Green Mile dulu, jadi itu yang gua jadiin patokannya (maksa). Dan kebetulan dua-duanya berdasarkan novel karangan Stephen King.


Morgan Freeman maennya nyantai sekali tapi karakternya cukup menarik bahkan karakter-karakter lainpun seperti cs-nya, sipir-sipir penjara bermain enak ditonton. I always love film dengan banyak karakter. Ditengah film pun kita diselipkan sub plot tentang Brooks yang sejujurnya, sangat menawan (membekas di hati gua) plus musik yang sendu. Cerita yang mengalir lambat tapi lancar dengan ending yang cukup mantap. Ditambah nilai moral yang sangat bagus yang bisa kita ambil dari ceritanya. Freeman berperan sebagai Red, a guy who can get you anything…in prison. You gonna love how Red menyelundupkan barang ke dalam penjara. Rentang waktu panjang, Freeman berhasil membuat sosok Red dari yang terlihat masih bugar dan menjadi rentan menjelang akhir.

Frank Darabont sangat berhasil sekali membuat sebuah film yang tidak bosan untuk ditonton lagi. Kebetulan gua uda nonton dua kali dan sekarang baru membuat reviewnya. Nonton yang kedua kali membuat gua semakin terpikat dengan ceritanya. Well, ceritanya sendiri memang sudah menarik buat gua ditambah penggarapan Darabont yang memang seperti itulah ciri khasnya yang gua rasakan tiap menonton film-film bikinan Darabont. Tiga dari besutan Darabont adalah berdasarkan novel karangan Stephen King. The Shawshank Redemption, The Green Mile dan The Mist.

Dan yang perlu mendapat 4 jempol adalah performance-nya Tim Robbins. Aktingnya pas banget, menarik simpati para penonton termasuk gua. Dimanapun kita berada, kita selalu bisa memberikan hal-hal yang berguna untuk lingkungan kita itulah yang gua dapat dari karakter Andy (Andrew) Dufrense ini. Kita dibuat bertanya-tanya hampir sepanjang film, apakah benar, dia sudah membunuh istrinya dan pria yang sudah berselingkuh dengan istrinya. Dan kita akan dibuat menahan napas ketika Andy melakukan kontak dengan Mr. Hadley di atas gedung. If you pay more attention, seperti waktu nonton The Sixth Sense. Setelah ending baru gua mengerti why Andy did that, why Andy asked this dan ekspresi dia. Semua petunjuk sudah diselipkan di sepanjang film. Sekedar trivia, tadinya peran ini akan diberikan kepada Tom Hanks walaupun kemudian dia bekerja sama dengan Darabont untuk The Green Mile, bahkan katanya peran ini pernah ditawarkan kepada Kevin Costner.

William Sadler, well, biasanya dia bermain sebagai karakter yang menganggu. Tapi gua suka dia disini, bahkan beberapa kali dia yang berhasil membuat gua tertawa. (remember about the stone hahaha)

Gua suka angle yang diambil oleh penata kamera, ketika mobil penjara yang mengantarkan Andy Dufrense ke penjara. Shot diambil dari atas menggambarkan para narapidana yang berduyun-duyun berkumpul “menyambut” kawan-kawan baru mereka. And remember, tidak ada pemeran wanita yang dominan disini, mereka hanya peran figuran saja.

Hanya sayang, perolehan dari film ini sangat minim. Dengan bujet yang hanya 28 juta dolar hanya menghasilkan 58 juta dolar. Namun masuk salah satu yang mendapat penghasilan tertinggi dari penyewaan videonya. Dapet 7 nominasi Oscar dan sialnya ga ada satupun yang menang. Begitupun dengan 2 nominasi Golden Globe, tidak satupun piala yang masuk untuk film ini. Untunglah di imdb.com, film ini berada di peringkat pertama dari 250 film terbaiknya dengan rating 9,2/10.