Salah satu film laris yang
berasal dari serial televisi adalah Mission Impossible. Franchise kebanggaan Tom Cruise ini laris
manis mencetak uang di peredarannya di seluruh dunia. Film pertama disutradarai oleh Brian De Palma
dan berhasil meraup 457 juta dolar di
seluruh dunia, dilanjutkan dengan sekuelnya (digarap oleh John Woo) hasilnya
lebih tinggi lagi, 546 juta dolar di seluruh dunia. Bagaimana dengan seri yang ke-3nya? Sedikit lebih berkurang pendapatannya 397
juta dolar tapi masih tetap untung dengan bujet 150 juta dolar. Sebagai tambahan sutradaranya adalah J.J.
Abrams dan di installment yang terakhirnya ini, dia duduk sebagai produser.
Kursi sutradara kini diduduki
oleh Brad Bird. Sutradara film animasi
Ratatouille dan The Incredibles. Jadi
bisa dibilang ini adalah film pertama live action buat Brad. Did he do a good job? Well, I’ll answer that later. (sok misterius) Tapi terus terang, gua ga terlalu suka
Ratatouille dan The Incredibles. Namun bagi yang sudah menonton The Incredibles,
bisa dibilang film tersebut ada beberapa adegan aksi superhero. Jadi Brad sedikit banyak sudah mempunyai
serangkaian aksi dalam benaknya, hanya tinggal diimplementasikan ke dunia nyata
lewat film ini.
Jika anda sudah bosen dengan
penampilan Tom Cruise di franchise Mission Impossible, mungkin perlu berpikir
ulang. Karena menurut gua penampilannya
di film ini tetap maksimal bahkan dia benar-benar bergelantungan di ketinggian
gedung Burj Dubai tanpa memakai stuntman (bisa dilihat di behind the
scenes). Benar-benar perlu nyali dan
mental yang luar biasa, and I must admit he has those characters. Beruntung berkat film ini, yg cukup meraih
box office lumayan. 694 juta dolar di seluruh dunia, dengan dana 145 juta dolar,
nama Tom Cruise terangkat kembali. Jadi
wajar kalo bakal ada jilid kelimanya.
Simon Pegg kini jatah di layarnya
lebih banyak dibandingkan seri ketiga.
Ving Rhames (well) coba saja tonton film ini, apakah dia muncul atau
tidak. Sang istri yang dulu diperankan
oleh Michelle Mognahan, apakah dia juga muncul di film ini? Kalo gua kasi tau nanti spoiler, jadi lebih
baik bagi yang belum nonton, tonton aja deh.
Sebenarnya tidak rugi menonton film ini, tapi karena gua mungkin sudah
banyak makan asam garam (kembali sombong lagi hehehe), film ini agak kurang
gregetnya. Meskipun pakem Mission
Impossible yang sebenarnya kerja sama tim, disini diperlihatkan kerja sama
mereka, tidak seperti Mission Impossible 2 yang terlihat sekali one man show
for Ethan Hunt.
![]() |
Mungkin kedepannya Paula Patton akan bermain film aksi lagi |
Sebagai tambahan di timnya Ethan,
ada Paula Patton yang pernah bermain dalam Dejavu bersama Denzel Washington. Juga ada Jeremy Renner yang setelah The Hurt
Locker tambah laris manis. Namun tidak
bisa dipungkiri, bintangnya film ini tetap Cruise.
Salah satu kelemahan film ini
adalah villainnya yang menurut gua kurang kuat.
So far yang terbaik menurut gua, masih Philip Seymour Hoffman di film
yang ketiga. Intriknya pun tidak “mengagetkan”
Namun sekali lagi pasti semua akan menahan napas melihat aksi Cruise di
ketinggian. Ini sekali lagi salah satu
kelebihan Ghost Protocol. Salah satu
lagi kelebihannya film ini adalah penghasilannya menjadi yang tertinggi
diantara semua franchisenya.
Banyak adegan-adegan yang
ditampilkan seakan-akan tribute untuk film-film Mission Impossible
sebelumnya. Bahkan pria yang memberikan
topeng untuk dipakai oleh Hunt adalah orang yang sama yang memberikan topeng
itu pada Hunt di film pertama. Hanya
theme song yang menjadi ciri khas Mission Impossible agak sedikit berubah bahkan
cuplikan-cuplikan adegan yang biasanya menjadi ciri khas film serial tivinya,
sedikit memberikan bocoran tentang adegan-adegan yang akan terjadi. Sebenarnya bagus tapi malah mengurangi
kenikmatan menonton.
![]() |
INGAT YAH GUA BUKAN AGEN PROPERTINYA BURJ BUILDING |
Jika diharuskan memilih adegan
favorit (siapa yang suruh milih), tetap adegan favorit gua di ketinggian
hotel. Benar-benar butuh kelihaian dan
perhitungan tingkat tinggi (ya iyalah kan adegannya di ketinggian). Dan sebagai
informasi, gua bukan agen property yang memasarkan Burj building (takutnya semua
salah paham, kenapa gua selalu mempromosikan adegan di gedung tersebut)
Ngomong-ngomong, kalo ditanya
siapa yang paling jago diantara semua agen IMF, gua akan memilih Benji (Simon
Pegg) karena dia selalu berhasil melarikan diri dengan cara yang tidak sesulit
apa yang dialami oleh Ethan Hunt. Dari
ledakan yang pertama, Hunt kena ledakan sampe dibawa ke rumah sakit, sedangkan
Benji bisa selamat, entah dengan cara spionase apa. Ketika mobil Hunt ditembaki dan tercebur ke
sungai, Benji entah berada dimana berhasil dengan gampang tiba di gerbong
kereta. Luar biasa kan. Jadi jelas Benji lebih jago dan lebih lihai dari
Ethan Hunt. Maka sebaiknya untuk jilid
yang kelima, gua sarankan Benji yang
jadi pemimpin misi IMF.
Siapa yang terpesona dengan
gadget-gadget di film ini? Gua
perhatikan semakin canggih aja nih alat-alat IMF, mungkin gadget-gadget ini
yang menjadi salah satu yang membuat keasyikan sendiri ketika menonton, walau
mungkin memang agak sedikit terlalu canggih. (gua ga ngikutin tehnologi, jadi ga
tau apakah benar, alat-alat itu semua memang ada dalam kenyataan) tapi jelas
tanpa alat-alat canggih itu mungkin Ethan Hunt tidak akan berhasil beraksi di
Burj building (there, gua promosi lagi tuh)
Sekarang penilaian gua terhadap
Mission Impossible Ghost Protocol. Bagi
yang sudah bosan dengan Tom Cruise, masih ada harapan untuk memperbaiki
hubungan anda dengan Cruise (kayak psikolog aja) apalagi ditambah dengan
menonton behind the scenenya karena bener-bener ga boong kalo Tom Cruise
sendiri yang bergelayutan di Burj building.
Mengenai Brad Bird sang sutradara, menurut gua dia berhasil melompat
dengan sangat baik dari film animasi ke live action, gua tunggu karyamu
berikutnya brother Bird (bukan sekuel dari Brother Bear ya). Sayang sekali villain di film ini “kurang
villain” sehingga tidak cocok menggunakan judul Impossible karena diantara
keempat serinya inilah villain yang paling “lemah”. Jeremy Renner lumayan berhasil sedikit
menjadi scene stealer dengan kisah sendunya, sisanya terkesan lucu dengan tampangnya
yang sok cool. Endingnya cukup manis,
sesuai dengan tipe ending yang gua suka.
Jadi menurut gua seri keempatnya ini bisa dibilang cukup berhasil tapi
mungkin berbeda dengan pendapat yang
lain (gua memang selalu berbeda aja, ga tau salahnya dimana), favorit
gua tetap Mission Impossible 3. Mumpung
ingat, disini satu-satunya episode yang tidak menggunakan topeng “canggih”
untuk menyamar jadi orang lain. Wait, setelah diingat-ingat, ada satu adegan
yang menggunakan topeng.
![]() | |
TV SERIES YANG LAMA SEASON 5 |
![]() |
TV SERIES VERSI BARU |
Sebagai tambahan, jika kita
searching IMF di google.com. Jangan
harap kita akan mendapatkan situs tentang IMF yang merupakan singkatan dari
Impossible Mission Force, tapi yang kita temui adalah International Monetary
Fund (Dana Moneter Internasional).
Karena memang IMF adalah sebuah agen fiktif berbeda dengan FBI atau CIA
yang memang benar-benar ada. Kembali ke
soal film. Mission Impossible, serialnya
dimulai tahun 1966-1973 (lumayan panjang 171 episode) dengan Peter Graves
sebagai Jim Phelps, juga ada Martin Landau dan Greg Morris. Dan jangan harap ada karakter Ethan Hunt di
serial televisinya. Serial Mission
Impossible versi tahun 1966 berhasil memenangkan 3 Golden Globe. Kemudian terhenti
dan dilanjutkan dengan New Mission Impossible di tahun 1988 (tapi sayang hanya
bertahan 2 season). Sang pemimpin masih diperankan oleh Peter Graves, aktor
lainnya adalah Phil Morris, anaknya dari Greg Morris. Mungkin yang menggemari serial Smallville,
Morris beberapa kali muncul sebagai Martian Manhunter yang menolong Clark
beberapa kali.
Jadi kesimpulan gua, Mission
Impossible Ghost Protocol berhasil membuktikan bahwa Brad Bird mampu membuat
film non animasi menjadi cukup menarik.
Tom Cruise pun bernasil menaikkan lagi pamornya. Jika anda ingin melihat Tom Cruise bermain
layaknya Spiderman di Burj building, jangan lewatkan film ini.
No comments:
Post a Comment