Tuesday, February 9, 2010

THE SPY NEXT DOOR (2010)

Genre : Action - Komedi

Directed by : Brian Levant

Produced by : Robert Simonds

Starring : Jackie Chan, Amber Valletta, Madeline Carroll, Will Shadley, Billy Ray Cyrus

Written by : Jonathan Bernstein, James Greer, Gregory Poirier

Music by : David Newman

Cinematography : Dean Cundey

Edited by : Lawrence Jordan

Running time : 89 minutes

Budget : unknown

Distributed by : LIONSGATE

Who doesn’t know Jackie Chan? Aktor laga ini sudah sangat terkenal di Asia. Sudah puluhan film yang dibintanginya. Diawal karirnya dia sempat hanya menjadi seorang stuntman. Mulai main dalam beberapa film tapi sinarnya masih belum terlihat. Tapi ketika dia maen di Snake and The Eagle’s Shadow dan Drunken Master, gayanya mulai terbentuk. Dengan paduan kungfu akrobatik ditambah dengan gaya komedi, mulailah Chan menapakkan karirnya di perfilman Hongkong. Ketegangan aksi Chan dalam film ditambah dengan dia melakukan adegan berbahaya sendiri tanpa menggunakan stuntman. Kita bisa mengetahui hal ini dengan cuplikan adegan shooting di akhir film yang selalu menjadi trademark filmnya Chan. Muncullah film-filmnya yang terkenal seperti Police Story (1-3), Project A (1 &2), Armour of God 1 dan 2 (disini berjudul Operation Condor), kemudian film-film lainnya yang banyak mengambil setting di luar Hongkong, misalnya Rumble in The Bronx, First Strike, Who am I dan lain-lain. Perlu dicatat, produser Hollywood mulai melirik Chan ketika Rumble in The Bronx diputar di bioskop Amerika dan meraih keuntungan yang lumayan.


Ketika hijrah ke Hollywood, film pertama Chan adalah Rush Hour, berpasangan dengan Chris Tucker. Ternyata cukup mendapat perhatian, yang kemudian dilanjutkan dengan sekuelnya yang ternyata meraih penghasilan tertinggi kedua di Amerika tahun itu. Dan akhirnya kini sudah mencapai jilid 3. Juga ada dwilogi Shanghai Noon dan Shanghai Knight, lalu 80 Days Around The World, The Tuxedo. Hanya perlu dicatat, keberadaan Chan di Hollywood sering dianggap sebagai aktor komedi, terlihat dari semua film Hollywoodnya yang didominasi oleh kelucuan khas Chan tapi minus adegan-adegan aksi berbahaya yang sering dilakukan Chan dalam film-film Hongkongnya. Jadi menurut saya pribadi, tidak ada film Hollywood-nya Chan yang betul-betul menarik.

Kini usia Chan sudah mulai menua. Adegan aksi pun sudah mulai dikurangi. Hal ini pun terlihat dari film-film Hongkongnya yang terbaru seperti New Police Story, The Myth dan Shinjuku Incident (tapi walaupun begitu masih tetap lebih bagus dari film Hollywoodnya). Sekarang adalah film terbarunya. Sebuah film keluarga. Diarahkan oleh Brian Levant yang pernah membuat The Flinstones dan Beethoven. Dan jangan berharap akan melihat aksi spektakuler Chan tanpa menggunakan stuntman. Jika anda berharap ingin melihat hal itu, saran saya lebih anda tidak menonton film ini. Tapi jika anda menginginkan sebuah film untuk keluarga anda, mungkin film ini akan mewujudkan keinginan anda.



Chan pun termasuk aktor yang jarang beradegan mesra dengan lawan mainnya. Bahkan untuk berciuman bibir termasuk jarang dan biasanya hal itu dilakukan untuk sekedar lucu-lucuan saja. Yang saya tahu, dia pernah berciuman dalam film Police Story 3, Twin Dragons, The Medallion (mungkin masih ada film lain yang saya lupa). Disini pun beliau beradegan ciuman lagi. Terasa aneh melihat dia beradegan seperti itu karena dia pernah diwawancara dan menjawab lebih sulit melakukannya daripada melakukan aksi tanpa stuntman.

Hanya sayang disini performa Chan tenggelam oleh karakter Ian yang menurut saya sangat memberi jiwa pada film ini. Adegan-adegan dialah yang membuat saya tertawa terbahak-bahak. Jika tidak ada Ian, saya akan pulang dengan muka cemberut dan mencela diri sendiri kenapa menonton film ini tanpa berpikir panjang (terlalu berlebihan ya hehe…).

Satu yang layak diperhatikan di awal film adalah cuplikan-cuplikan dari film-film Chan terdahulu. Yang banyak terlihat adalah potongan adegan dari Armour of God 2 (Operation Condor) juga ada The Tuxedo. Mungkin ingin menguatkan karakter Chan disini yang berperan sebagai seorang agen rahasia.

Chan disini terlihat tua dan gemuk. Aktor kelahiran tahun 1954 ini memang sudah main banyak film. Mungkin karena faktor usia, dia sering bermain lebih aman atau mungkin karena faktor film ini adalah produksi Hollywood makanya dia melakukan adegan yang aman-aman saja. Daftar film Hollywood Chan berikutnya adalah remake Karate Kid dengan Jaden Smith.

Salah satu yang menonjol di Hitch menurut saya adalah Amber Valletta. Disini Valetta bermain sebagai ibu anak-anak yang punya hubungan dengan Chan. Jika ditelusuri di imdb.com ternyata Valletta pernah bermain di What Lies Beneath.

Pemain lain yang patut dicatat adalah Billy Ray Cyrus. Yang jelas dia adalah ayah dari Miley Cyrus (Hanna Montana). Disini dia berperan sebagai partner Chan di agensi.




Ada 3 pemeran cilik yang bermain disini, tapi saya hanya tertarik dengan satu orang. Will Shadley. Dialah pemeran Ian yang menurut saya adalah nyawa film ini. Memang daftar filmnya belum panjang dan biasanya dia hanya jadi pengisi suara dari film-film seperti serial Avatar : The Last Airbender, serial Dirty Sexy Money.

Di film ini sebenarnya perkelahian antara Chan dengan anak muda agen Rusia sebenarnya bisa dibuat lebih menarik. Hanya sayang tidak dikembangkan tapi sekali lagi mungkin karena ini adalah film keluarga.

Jika anda penggemar film aksi Chan, saya tidak menganjurkan untuk menonton film ini. Jika anda penggemar film keluarga, saya sedikit merekomendasikan film ini. Yang sejujurnya menurut saya lebih bagus dari The Pacifier-nya Vin Diesel. Tapi banyak yang bilang sebaliknya juga. Jika anda penggemar Chan, anda tentu sudah tahu saran saya. Dibalik segala kekurangan dan kelebihan film ini, saya menangkap beberapa momen atau nilai keluarga yang tidak saya temui di Pacifier. Dan hal itu yang membuat saya cukup menyukai film ini. Saya ulang lagi, dan hal itu yang membuat saya CUKUP menyukai film ini.

Dan jangan lupa seperti film-film Chan yang lain, ada cuplikan bloopers di akhir film yang biasanya cukup menghibur.

4 comments:

yusahrizal said...

Terus terang saja. Saya kecewa dgn film ini. Saya sudah tak berharap adegan aksi spektakuar dari awal nonton, tp saya bener2 berharap sebuah film yang lucu dan menghibur. Yang justru muncul cuma potongan2 adegan slaptik yg sama sekali tak membuat saya tertawa. drama keluarganya jg membosankan. Dari awal saya udah bisa nebak kalau Jackie bakalan berhasil menaklukkan hati ibu dan anak2nya.

Satu lagi. Cuplikan2 diakhir film lbh banyak menampilkan adegan Jackie keseleo lidah ngomong Inggris dari pada kesalahan adegan adegan bahaya. Lagian keliatan banget sih trik pake kawat versi Holywood, jauh dibandingkan wiring action-nya Hongkong. Jadinya mendingan pake CGI aja sekalian.

Bang Mupi said...

Kalo liat dari keseluruhan film Chan, memang film ini kalah, bahkan dengan The Medallion pun, adegan aksinya lebih bagus The MEdallion. Tapi ada unsur keluarga yang gua suka di film ini. Itu yang memberi nilai lebih :D

movietard said...

aku nggak nonton loh bang mupi,
sama kayak Tooth Fairy, aku emang nggak suka genre film seperti ini, tapi mungkin akan berubah kalau nanti aku udah nikah dan punya anak ya.lol

Bang Mupi said...

@Movietard : makanya cepetan kawin atuh hehe...