Friday, September 11, 2009

WATCHMEN (2009)

Genre : Action – Science Fiction

Directed by : Zack Snyder

Produced by : Lawrence Gordon, Lloyd Levin, David Barron

Starring : Patrick Wilson, Jackie Earle Haley, Jeffrey Dean Morgan, Billy Crudup, Malin Akerman, Carla Gugino, Matthew Goode

Written by : David Hayter, Alex Tse, (comic book) : Dave Gibbons, Alan Moore (uncredite)

Music by : Tyler Bates

Cinematography : Larry Fong

Edited by : William Hoy

Running time : 162 minutes

Budget : US$ 130 millions

Distributed by : WARNER BROS (USA), PARAMOUNT PICTURES (INTERNATIONAL)

Sulit untuk membuat film superhero yang bagus saat ini, karena ada standar baru yang tercipta untuk film bergenre ini. Dengan adanya The Dark Knight dan Ironman, seakan-akan muncul suatu tingkatan baru yang lebih tinggi dalam perfilman Hollywood, untuk membuat film manusia super.



Bagi penggemar komik Watchmen, mungkin bisa menikmati film garapan Zack Synder ini. Tapi bagi yang non fans, siap-siap saja untuk terkantuk-kantuk (waktu saya nonton, bahkan ada yang sudah keluar ketika film belum berakhir). Sisanya yang tidak keluar mungkin sudah tertidur pulas atau mungkin bertanya-tanya setiap saat kapan film ini akan berakhir. Tapi bagi yang menyukai film berat tentu akan sangat menikmati (termasuk saya). Betapa tidak adegan awal, kita akan disuguhi adegan perkelahian yang stylish dan brutal. Kemudian Opening title yang begitu memukau dengan iringan lagu yang menurut hemat saya, seperti menyindir para superhero dalam film ini. Intrik dan konflik yang tidak ringan membalut kisah para pensiunan ‘pahlawan’ ini.

Isu perang dingin antara Rusia dan Amerika mungkin sudah terlihat obsolete. Tapi disinilah tujuan cerita Watchmen. Menyindir sisi-sisi gelap Amerika seperti perang Vietnam dan lain-lain. Meskipun sebenarnya setting cerita film adalah alternative universe. Selain itu juga, motivasinya adalah mengolok-olok para superhero itu sendiri. Menunjukkan betapa mereka juga hanya manusia biasa. (Sebagai tambahan, saya menyebut ini adalah film superhuman bukan superhero). Terlihat juga dari kostum-kostum mereka yang bukannya terlihat gagah malah terlihat seperti badut. Konyol. Bahkan ada superhero yang dimasukan ke rumah sakit jiwa. Kembali lagi kenapa saya menyebut ini film superhuman karena hanya sedikit dari mereka yang memiliki kekuatan super. Bahkan mungkin hanya Dr. Manhattan yang punya kekuatan hebat. Jadi jangan mengharapkan adegan-adegan aksi spektakuler yang menampilkan kehebatan masing-masing karakter. Meskipun memang ada beberapa adegan aksi yang cukup keren yang melibatkan pertarungan tangan kosong.

Jika sebelumnya mungkin kita kebanyakan disuguhkan film-film superhero yang mengandalkan kehebatan atau kekuatan mereka. Disini kita diperlihatkan sisi humanisme dari para karakternya. Maksud saya disini adalah sisi gelap mereka, bukan bagian kepahlawanan mereka. Lihatlah betapa “jahat” dan sinisnya The Comedian (tetapi ini salah satu karakter favorit saya disini). Lalu betapa “cool” sang psikopat Rorschach (karakter favorit saya yang satu lagi). Juga karakter-karakter lain yang sudah pensiun dari urusan “superhero” mereka. Jadi mungkin ini yang menyebabkan beberapa penonton memilih pulang sebelum film berakhir. Mereka telah salah duga tentang film ini.

Apakah berarti film ini jelek? Itu tergantung dari apa yang ingin anda lihat. Menurut saya, film ini sangat menarik. Walau terlihat settingnya yang kuno tapi beban psikologis yang diberikan film ini sangat menarik untuk diikuti. Juga adegan-adegan flashback yang sangat ‘enak’ untuk ditelusuri. Ditambah lagu-lagu oldies yang pas (dimana perasaan saya tergugah oleh lagu The Sound of Silence). Bahkan endingnya pun cukup mengejutkan kesadaran kita. What kind of superhero are they?

Snyder sangat pintar dalam membuat visualisasi film ini menjadi sangat indah. Hmm..indah tampaknya bukan kata yang tepat, karena film ini tidak indah. Banyak adegan mengerikan dan sadis yang muncul, terlalu realistis malah. Enak dilihat, tidak juga. Dr. Manhattan malah terlihat bugil jika tidak dibalut oleh cahaya biru. Mungkin saya bisa katakan film ini dark tapi bukan berarti film ini bertabur kegelapan malam. Cerita yang diusung sangat satir. Beban mental yang dialami oleh superhero yang diekspos tinggi-tinggi. Tidak banyak yang menyukai cerita seperti ini jika tidak diimbangi action sequence yang porsinya cukup banyak. Itulah mungkin salah satu ‘kekurangan’ film ini. Jika anda bisa bertahan sampai akhir film maka anda akan terhenyak menyaksikan tindakan yang sudah dilakukan oleh para jagoan.

Jika anda terpuaskan dengan visualisasi 300 yang benar-benar memukau, maka hal itu sedikit berkurang disini. Ini bukan film dengan pameran visual efek, tapi visual efek disini hanya sebagai penunjang film. Karena bukan itu inti dari film Watchmen. Penantian yang lama di bioskop terbayarkan ketika saya menonton film ini. Inilah salah satu film favorit saya tahun 2009 ini. Hanya sayang, film ini tidak termasuk laku. Dengan bujet yang cukup besar, film ini sementara baru mengumpulkan US$ 107 juta di Amerika dan baru US$ 77 juga di luar Amrik. Di kota saya pun, setelah lama baru diputar tapi cepat menghilang pula.