Wednesday, June 3, 2009

ANGELS AND DEMONS (2009)

Genre : Drama - Thriller

Directed by : Ron Howard

Produced by : Brian Grazer, John Calley

Starring : Tom Hanks, Ayelet Zurer, Ewan McGregor, Stellan Skarsgard, Armin Muehler-Stahl

Written by : David Koepp, Akiva Goldsman; Dan Brown (novel)

Music by : Hans Zimmer

Cinematography : Salvatore Totino

Edited by : Daniel P. Hanley, Mike Hill

Running time : 138 minutes

Budget : US$ 150 millions

Distributed by : COLUMBIA PICTURES, SONY PICTURES

Setelah The Da Vinci Code kini kembali novel karya Dan Brown difilmkan. Masih dengan tokoh utama Robert Langdon. Walaupun sebenarnya novel Angels and Demons lebih dulu keluar daripada Da Vinci Code tapi filmnya mengambil kisah sesudah Da Vinci Code. Masih ditangani oleh sutradara Ron Howard, kini film mengambil lokasi di Vatikan dengan cerita kematian Paus ditambah dengan penculikan empat kardinal. Keadaan bertambah rumit karena masing-masing kardinal akan dibunuh tiap satu jam. Dan klimaksnya, Vatikan akan diledakkan dengan bom. Tapi anda tidak perlu khawatir untuk menonton Da Vinci Code dulu sebelum menonton film ini karena ceritanya tidak saling terkait. Dan bila dibandingkan dengan Da Vinci Code, film ini tidak banyak menampilkan dialog-dialog yang panjang.

Film dimulai dengan iringan musik yang agak sedikit berubah dan lebih cepat dari film sebelumnya. Hal ini sudah memberi kesan bahwa pace film ini akan berlangsung cepat. Dan memang anda akan disuguhi adegan-adegan yang cepat sehingga anda tidak diberi waktu untuk beristirahat karena dari teka-teki yang satu langsung menuju ke teka-teki yang lain. Seperti menonton National Treasure-nya Nicolas Cage, hanya di film ini lebih bersifat relijius.

Ada tiga hal yang membuat saya menyukai film ini. Yang pertama adalah music score-nya yang sangat mendukung, sehingga meningkatkan nilai ketegangan film. Yang kedua adalah betapa indahnya gedung-gedung yang terekam oleh kamera. (mungkin salah satu propaganda pariwisata). Kerja hebat dari production designer, Allan Cameron. Dan yang terakhir adalah betapa cerdasnya Howard dalam menggambarkan keadaan Vatikan dan agama Katholiknya sehingga penonton bisa mencerna segala sesuatu tanpa mengerutkan kening. (saya belum baca novelnya) Dan tambahan keterangan yang perlu dimasukkan dengan ‘sukarela’ diutarakan oleh Langdon tanpa ditanya oleh pihak yang bersangkutan.

Sebenarnya pemecahan teka-teki disini sudah berkurang keasikannya ditengah film karena sudah tertebak solusinya. Namun Howard berhasil menyuguhkan hal lain ketika saya agak sedikit bosan. Walaupun ada beberapa karakter yang memang dihadirkan agar menjadi calon “tersangka” yang dikira-kira oleh penonton. Tipikal film dengan tema sejenis. Namun Howard berhasil menyimpan misteri sampai penghujung film. Hanks bermain lebih ceria dan lebih enerjik disini. Entah itu karena pengaruh model rambutnya yang baru atau karena disini dia tidak menjadi buronan. Tapi sayang aktingnya bukan kualitas Oscar disini. Dan ini adalah sekuel pertama hasil kerja sama antara Hanks dengan Howard. Setelah sebelumnya mereka pernah bekerja sama dalam Splash, Apollo 13. Ewan berhasil memerankan seorang camerlengo yang kalem tutur katanya dan emosi yang tersimpan dengan baik.
Ayelet sebagai seorang ilmuwan, terlihat hanya sebagai pelengkap Langdon untuk menyusuri jalan-jalan di Vatikan. Tapi ada yang mengatakan bahwa ini seperti film Seven-nya Brat Pitt dimana para tokoh utama mencari dari korban yang satu ke korban yang lain.

Sekali lagi, salut untuk Hans Zimmer dengan aransemen musiknya yang menurut saya memberi ‘jiwa’ dalam film ini. Menambah ritme film. Juga untuk Salvatore sebagai peñata kamera dengan ‘gambar’ indah dan artistik gedung-gedung di Vatikan.

Banyak dialog yang membuat saya tertarik dengan film ini. Seperti percakapan Langdon dengan Camerlengo pertama kali. Dan juga percakapan akhir antara Langdon dengan Kardinal Strauss. Sangat mengena sekali. Dan sekali lagi, Howard dengan praktis, bisa memberikan pengertian kepada penonton tentang seluk beluk Vatikan tanpa membuat penonton terbingung-bingung. Bravo, Howard! Dijamin, setelah anda menonton film ini, pasti anda akan mendapatkan sedikit pengetahuan tentang Vatikan, diluar anda puas atau tidak dengan film ini.

Sebagai tambahan, perhatikan huruf-huruf yang membentuk kata-kata seperti illuminati, air, fire, earth dan water. Dan apakah anda setuju jika science dan religion bisa disatukan?

4 comments:

ayex said...

entah kenapa saya malah menganggap film SE7EN-nya Brad Pitt lebih menarik dan menegangkan... karena ending dari film ini sudah bisa di tebak...

NB: saya suka simbol2 anagram yang ada di film ini, keren di bolak balik bentuknya sama

Bang Mupi said...

@ayex : hmm..malah lebih suka Seven yah. Kayaknya gua harus nonton lagi nih Seven,karena dulu waktu gua nonton, gua ga terlalu suka endingnya. Cuma gua suka nuansa gelapnya sepanjang film.

Anonymous said...

"Dan apakah anda setuju jika science dan religion bisa disatukan?"
setuju dn tidak, tergantung masalahny.....klo hubunganny antara agama-gaib-logika....g bakal ketemu palagi nyambung....
btw.....seru bgt novelny bang....
novel yg ke-4 klo mpe dfilmin wajib nonton...

Bang Mupi said...

Belum baca nih semua novelnya Dan Brown...Mungkin nanti bakal gua baca. :)