Saturday, August 30, 2008

WANTED

Film diawali dengan, pengenalan tokoh utama kita, Wesley Allan Gibson (James McAvoy) yang menceritakan rutinitas kehidupannya yang membosankan. Tentang pekerjaannya, atasannya, kekasihnya yang selingkuh dengan teman baiknya. Lalu cerita beralih kepada seorang pembunuh bayaran, Mr. X (David Ohara), yang harus melompat antar gedung (seperti Neo di The Matrix) lalu dengan cekatan membunuh empat orang pembunuh lain dimana dia membunuh salah satunya yang bersembunyi di belakang tembok dengan membengkokan arah peluru. Tapi setelah itu Mr. X mendapat telepon dari seseorang yang kemudian membunuh Mr. X dengan senapan jarak jauh.

Kembali kepada kesibukan Gibson. Ketika dia sedang mengambil obat stresnya di supermarket. Dia bertemu Fox (Angelina Jolie), yang mengaku mengenal ayahnya dan mengatakan bahwa ayahnya terbunuh kemaren. Lalu Fox melihat seseorang dan mengatakan kepada Gibson bahwa orang itulah yang telah membunuh ayahnya. Lalu terjadi tembak-menembak di supermarket, dilanjutkan dengan kejar-kejaran mobil di jalan raya. Disini ada adegan aksi yang keren, ketika Fox harus keluar mobil dan hampir kepalanya terserempet bis, lalu ada Fox mengendalikan mobilnya hingga mobilnya salto di atas kepungan mobil polisi dan menabrak bis hingga bisnya terbalik lalu melarikan diri dari pengejarnya dan para polisi. Sebuah adegan aksi yang spektakuler.
Ketika tersadar, Gibson berada di sebuah bangunan. Disini Gibson berkenalan dengan Sloan (Morgan Freeman) dan pembunuh-pembunuh lainnya selain Fox. Mereka tergabung dalam kelompok The Fraternity. Sloan mengajak Gibson untuk masuk ke Fraternity untuk membalaskan dendam ayahnya yang terbunuh. Sloan mengatakan bahwa Gibson mempunyai kemampuan yang langka seperti almarhum ayahnya. Gibson menolak tawaran itu.
Gibson terbangun keesokan harinya. Dia merasa peristiwa kemaren adalah mimpinya yang aneh. Tapi ternyata pistolnya yang dia gunakan kemaren untuk menembak sayap lalat terjatuh dari bajunya, lalu rekening banknya bertambah sesuai perkataan Sloan. Lalu dia melihat berita tentang penembakan ayahnya di atas gedung. Terdorong oleh sindiran bosnya Janice (Lorna Scott). Emosi Gibson tidak bisa dibendung lagi. Dia melampiaskan kemarahannya pada Janice dan memukulkan keyboard komputernya ke wajah teman baiknya. Gibson merasa seperti orang yang baru.
Diantar oleh Fox ke markas Fraternity yang terselubung oleh pabrik tekstil. Disini Gibson mengalami latihan-latihan yang sangat brutal sampai akhirnya dia mampu membelokkan peluru (curve the bullet).
Tibalah tugas pertama untuk Gibson lalu diikuti tugas kedua. Sampai suatu ketika, Gibson melewati apartemennya yang dulu untuk mengambil pistol ayahnya. Gibson bertemu dengan Cross, mengejarnya sambil baku tembak. Namun sialnya, tanpa sengaja Gibson menembak The Pharmacist hingga tewas.
Melalui peluru yang ditembakkan Cross yang mengenai lengan Gibson, Gibson menelusuri asal peluru itu. Muncullah nama Pekwarsky (Terence Stamp), pembuat peluru unik itu. Gibson memaksa Pekwarsky dengan todongan pistol untuk mengatakan dimana Cross berada. Pekwarsky hanya bisa mengadakan pertemuan di sebuah stasiun kereta. Ketika mengejar Pekwarsky yang berusaha melarikan diri, Gibson melihat sekilas bahwa Cross berada di dalam kereta. Sebelum kereta berangkat, Gibson sempat masuk ke dalam kereta. Sedangkan Fox mengejar kereta tersebut dengan mobil rampasan. Melihat Gibson sedang bertarung dengan Cross, Fox menghantamkan mobilnya ke badan kereta sehingga jebol dindingnya. Hal ini menyebabkan kereta terguling di sebuah jembatan yang tinggi dan gerbong kereta terguling satu demi satu ke bawah jurang. Disinilah Gibson mengetahui siapa dia sebenarnya. Apakah yang terjadi selanjutnya dan bagaimana akhir dari film ini? Lebih baik tonton film ini. Dijamin cukup menghibur dan anda akan disuguhkan dengan adegan-adegan aksi yang fantastis walaupun agak impossible.

COMMENT
Bravo buat Timur Bekmambetov. Sutradara asal Rusia ini sukses dengan film Night Watch dan Day Watch. Sebenarnya film tentang pembunuh bayaran sudah umum di Hollywood, tapi dengan imajinasi Timur yang luar biasa, membuat film ini jadi penuh dengan adegan aksi fantastis. Walaupun terlihat tidak mungkin tapi yah namanya film yang diambil dari komik…apapun bisa terjadi. Kita nikmati saja filmnya tanpa perlu berpikir keras.
Satu lagi yang menarik hati saya. Muncul istilah baru dalam dunia perfilman, yaitu Curve The Bullet (membelokkan peluru). Dimana peluru ditembakkan sehingga arahnya bisa membelok. Suatu hal baru dalam dunia perfilman dunia. Chou Yun Fat pun tidak bisa berbuat hal itu dalam film-filmnya John Woo.
Para pemerannya pun cukup terkenal seperti Morgan Freeman, Angelina Jolie, Terence Stamp. Walaupun Morgan Freeman dan Angelina Jolie berakting sangat standar dalam film ini (bukannya jelek). Mungkin nama-nama tenar itu bertujuan untuk menarik minat para penonton untuk menonton film ini. Malahan pemeran utamanya belum terlalu dikenal di Indonesia. James McAvoy pernah bermain dengan Forest Whitaker dalam The Last King of Scotland. Atau mungkin anda tidak menyadarinya, James McAvoy juga bermain sebagai Mr. Tumnus (si kaki kambing) dalam film The Chronicles of Narnia: The Lion, The Witch and The Wardrobe.

BEST SCENE
Menurut saya adegan terbaik adalah adegan kereta api. Angelina Jolie menabrakkan mobilnya ke kereta. Gerbong-gerbong kereta jatuh satu persatu ke jurang. Adegan tembak-tembakan di dalam kereta. Juga adegan dimana Gibson menembak kaca kereta untuk melarikan diri dari Fox. Hampir semuanya dilakukan dengan adegan slow motion. Menakjubkan.
Lalu satu adegan yang tidak kalah menarik adalah adegan di akhir film ketika Gibson berlari menyerbu masuk sambil menembaki para pembunuh yang ada (dalam slow motion lagi). Sebuah adegan aksi yang keren banget, menurut saya.

Akhir kata saya memberi dua bintang untuk film ini. Satu bintang untuk Timur Bekmambetov dalam menyuguhkan adegan aksi yang memukau. Sebuah cara yang hebat untuk menerobos Hollywood. Congratulations. Satu lagi saya bagi untuk adegan kereta, adegan akhir dan untuk istilah CURVE THE BULLET.

Wednesday, August 20, 2008

THE HAPPENING

8:33 am, CENTRAL PERK, NEW YORK CITY

Film dimulai dengan dua orang wanita yang sedang duduk di bangku taman, lalu salah seorang wanita melihat para pengunjung Central Perk seperti terdiam dan memandang sesuatu. Lalu terdengar jeritan di kiri kanan mereka sampai akhirnya teman sebangkunya mencabut konde rambutnya dan menusuk lehernya dengan benda itu.

8:59 am, THREE BLOCKS FROM CENTRAL PERK.

Para pekerja bangunan sedang bersenda gurau ketika salah seorang teman mereka jatuh dari ketinggian, disusul oleh teman-teman mereka yang lain. Dan akhirnya semua yang sedang bekerja di atas beramai-ramai menerjunkan diri ke bawah.


9:45 am, PHILADELPHIA HIGH SCHOOL
Elliot Moore (Mark Wahlberg), seorang guru science sedang mengajar ketika Kepala Sekolah memanggilnya untuk berkumpul di aula dimana para guru lain sedang berkumpul. Dilaporkan bahwa terjadi serangan teroris di New York. Para murid-murid disuruh pulang ke rumah sampai pemberitahuan berikutnya.



Julian (John Leguizamo) teman kerja Elliot mengajak Elliot beserta istrinya Alma Moore (Zooey Deschanel), untuk pergi keluar kota naik kereta. Elliot memberitahu bahwa dia dan Elma sedang bertengkar tapi dia setuju untuk ikut pergi ke luar kota. Tapi ternyata istri Julian tidak bisa ikut karena terhalang sesuatu dan akan menyusul dengan kereta berikutnya. Yang ikut hanya anaknya Julian yang bernama Jess (Ashlyn Sanchez).

11:31 AM, RITTENHOUSE PARK, PHILADELPHIA
Seorang polisi bertanya kepada seorang supir taksi yang terjebak kemacetan tentang cuaca hari ini. Lalu sang polisi menembak kepalanya sendiri lalu diikuti oleh supir taksi dengan memakai pistol sang polisi dan diikuti lagi seorang wanita yang berada di dekatnya.


Untungnya Elliot berempat sudah meninggalkan Philadelphia. Di dalam kereta, Alma ditelpon oleh Joey, seorang teman yang pernah berkencan dengannya. Dari Joey, Alma tahu bahwa Philadelphia sudah diserang wabah menakutkan itu. Kebetulan istri Julian sudah meninggalkan Philadelphia menuju Princeton.

Ditengah perjalanan, kereta terpaksa berhenti di sebuah kota kecil Filbert, Pensylvania. Ketika Elliot bertanya kepada petugas kereta. Petugas kereta menginformasikan bahwa mereka kehilangan kontak dengan siapapun. Di sebuah restoran lokal, Elliot melihat berita bahwa ini bukan serangan teroris melainkan gejala alam yang misterius. Wabah ini menyerang bagian timur Benua Amerika dan Filbert berada di area tersebut. Beruntung Elliot mendapat tumpangan mobil dari penduduk lokal. Sedangkan Julian ingin mencari istrinya di Princeton. Dengan terpaksa Julian meninggalkan anaknya Jess bersama Elliot dan Alma.

Namun malangnya ditengah perjalanan menuju Princeton yang ternyata sudah terjangkit wabah itu, mobil yang ditumpangi Julian, ada sebuah lubang di tingkapnya. Dengan kecepatan yang cepat, mobil itu ditabrakan oleh supirnya ke arah pohon besar sehingga supirnya terpental ke depan.

Elliot bertiga menumpang mobil sepasang suami istri. Mereka berpapasan dengan banyak orang di sebuah persimpangan. Sang suami, menyatakan teorinya bahwa wabah ini mungkin disebabkan oleh toksin yang dikeluarkan oleh tumbuhan. Setelah berdiskusi, akhirnya rombongan yang berkumpul itu setuju untuk berpisah menjadi dua kelompok. Elliot bertiga berpisah dengan pasangan suami istri itu. Dalam perjalanan mereka, Alma mengaku bahwa ia membohongi Elliot. Alma pernah berkencan dengan seorang pria bernama Joey. Lalu rombongan Elliot mendengar bunyi tembakan berkali-kali yang ternyata berasal dari kelompok yang satunya lagi. Elliot berpikir keras, mengapa hal ini bisa terjadi. Lalu dia menyimpulkan bahwa kelompok mereka harus diperkecil. Lalu mereka berpencar sambil berlarian ketika angin menerpa mereka.
Kini kelompok Elliot menjadi berlima ditambah dua anak remaja. Di tengah-tengah perjalanan mereka, Elliot berhenti di sebuah rumah untuk meminta sedikit makanan. Ternyata pemilik rumah merasa terancam dan menembaki mereka sehingga dua anak remaja itu tewas seketika. Elliot harus berlari lagi, sampai mereka menemukan sebuah rumah dengan seorang wanita tua yang tinggal disana. Walaupun terlihat agak aneh, wanita tua itu memberikan makan malam dan mengijinkan mereka menginap untuk semalam. Saat makan malam, wanita tua itu menceritakan tentang sebuah rumah di belangkang rumahnya. Keajaibannya, apabila ada seseorang di rumah itu, kita bisa berbicara dengannya seakan-akan dia berada di ruangan yang sama.
Keesokan harinya ketika Elliot terbangun, dia tidak menemukan Alma dan Jess, malah dia menyebabkan wanita tua itu marah dan ketika wanita tua itu keluar. Elliot melihat bahwa wanita itu terkena wabah yang sama. Dan wanita tua itu membenturkan kepalanya ke jendela sampai pecah. Elliot berlari mencari tempat tertutup supaya terhindar dari toksin. Sampailah dia di sebuah gudang tertutup, lalu dia mendengar suara Alma dan Jess yang ternyata mereka sedang bermain di rumah belakang tapi suara mereka bisa terdengar seakan-akan mereka berada di ruangan yang sama.
Ternyata angin bertiup semakin kencang. Inilah tanda bahwa toksin sedang bekerja mencari mangsa. Namun karena merasa diakhir hidupnya, dan Elliot tidak ingin berpisah dengan Alma, maka Elliot nekad keluar untuk menemui Alma di rumah seberang.

COMMENT
M. Night Shyamalan, nama yang menjadi tersohor setelah filmnya The Sixth Sense mengejutkan dunia dengan endingnya yang sangat-sangat tidak terduga. Dilanjutkan oleh Unbreakable, The Signs, lalu The Village sampai yang terakhir Lady in The Water, yang tampaknya M. Night Shyamalan mulai menghilangkan ciri khasnya dengan twisted ending.
Sebenarnya idenya sendiri bagus, mengenai toksin yang dikeluarkan oleh tumbuhan yang menyebabkan jaringan syaraf manusia terganggu sehingga cenderung untuk melukai diri sendiri. Namun mungkin karena kita terbiasa dengan ciri khas Shyamalan (twist ending), maka mungkin menyebabkan kita mencap film ini jelek atau biasa-biasa saja.
Plus barisan yang tidak terlalu terkenal kecuali Mark Wahlberg, maka film ini tidak bisa berbuat banyak. Dengan bujet 60 juta dolar, film ini sudah balik modal di Amerika sana, dengan pendapatan sedikit diatas 60 juta dolar plus pendapatan di seluruh dunia. Namun tidak sesukses film-film sebelumnya kecuali Lady in The Water. Mungkin sebaiknya untuk film selanjutnya, Shyamalan tidak membuat film dengan bujet yang besar. Cukup dengan bujet yang kecil tapi dengan ide cerita yang luar biasa.
Adegan terbaik menurut Bang Mupi adalah ketika mandor bangunan melihat rekan-rekannya terjun dari ketinggian gedung. Sebuah pemandangan mengenaskan.
Akhir kata, Bang Mupi hanya memberikan satu bintang untuk film ini. Satu bintang itu untuk M. Night Shyamalan atas ide ceritanya tentang toksin yang dikeluarkan oleh tumbuh-tumbuhan. Mungkin Shyamalan ingin mengajak kita untuk lebih memperhatikan lingkungan. SAVE OUR EARTH.

Tuesday, January 22, 2008

SPIDERMAN 3

Film dimulai dengan prolog cuplikan adegan kilas balik dengan tujuan mengingatkan kita secara ringkas apa yang terjadi di Spiderman 1 dan 2. Namun agak sedikit kecewa karena dalam Spiderman 2, kilas balik digambarkan seakan-akan kita melihat gambar dalam komik, sedangkan yang jilid 3 ini digambarkan dengan cuplikan film dari serial satu dan dua.

Tidak seperti di jilid sebelumnya, disini Spiderman dielu-elukan di seluruh kota. Dianggap sebagai pahlawan besar. Kehidupan Peter Parker pun agak berubah membaik walaupun dia masih tinggal di apartemen kumuh. Kehidupan cinta dan sekolahnya berlangsung baik-baik saja. Bahkan Peter sempat menonton pertunjukkan perdana Mary Jane di theatre.

Ketika Peter Parker dan Mary Jane sedang berkencan di atas pohon dengan beralaskan jaring laba-laba. Tanpa mereka sadari ada sebuah bintang jatuh yang membawa symbiote hitam. Dan menempel di motornya Peter. Karena hubungan Peter dan Mary Jane sudah semakin dekat, Peter ingin melamar MJ. Hal ini diceritakannya kepada Bibinya dan sang Bibi memberinya cincin pertunangannya. Di tengah jalan, Peter diserang oleh sesosok orang yang berpakaian ala ninja dan berkendaraan glider yang mirip dengan Green Goblin. Ternyata dia adalah Harry Osborn yang ingin membunuh Peter karena menyangka Peter/Spiderman lah yang telah membunuh ayahnya. Tanpa kostum Spidermannya, Peter bertarung sengit dengan sahabat baiknya ini. Sungguh pertarungan yang seru. Berkelit diantara gedung-gedung, saling adu jotos. Salah satu adegan terbaik dalam film ini. Akhir dari pertarungan menyebabkan Harry jatuh dari ketinggian dan Harry hilang ingatan sehingga permusuhannya dengan Peter terlupakan.

Cerita beralih ke pelarian seorang narapidana bernama Flint Marko. Flint mempunyai seorang putri yang mengidap sebuah penyakit. Tapi karena satu kesalahan, dia harus mendekam di penjara. Dalam pelariannya, Flint jatuh ke lubang pasir yang ternyata merupakan tempat sebuah eksperimen. Menyebabkan genetika tubuh Flint berubah menjadi butiran pasir. Adegan kembalinya butiran-butiran pasir menjadi tubuh Flint semula dipadu dengan adegan slow motion dan musik yang menyentuh. Good job Raimi.

Kebalikan dari Peter, karir MJ mengalami batu sandungan. Dikeluarkan dari theatre karena penampilannya menuai kritikan. Tapi karena kesibukan Spiderman menyelamatkan penduduk kota membuat MJ merasa sedikit tersisihkan. Dan suatu ketika Spiderman harus menyelamatkan Gwen Stacy, seorang anak kepala polisi karena jatuh dari ketinggian gedung pencakar langit. (termasuk adegan yang keren dalam film ini). Karena jasanya Kapten Stacy memberikan hadiah kepada Spiderman. Ditengah acara pemberian hadiah di alun-alun kota, demi melihat Gwen Stacy mencium Spiderman persis seperti ketika MJ mencium Spiderman di jilid pertama, membuat MJ berang. Padahal Peter ingin melamar MJ tapi malahan MJ marah besar di restoran.

MJ curhat ke Harry, ketika mereka berciuman terbawa suasana. Demi menyadari kesalahan masing-masing,MJ bergegas pulang sedangkan Harry malah tersadar dari amnesianya.
Dan celakanya Spiderman sedang dalam keadaan yang paling kalut karena ternyata Flint Marko adalah pembunuh sebenarnya Paman Ben. Dendam yang membara dari Peter, memancing symbiote hitam untuk menyatu dengan tubuh Peter, merubah kostum Spiderman menjadi hitam. Anehnya hal ini malah membuat Spiderman semakin kuat. Dalam suatu pertarungan di bawah tanah, Sandman tercerai berai karena tersiram air. Spiderman menyangka telah membunuh Sandman. Sempat tersadar oleh Peter, bahwa kostum hitamnya itu telah mengeluarkan sifat buruknya dan maka disimpannya kostum itu dalam peti. Tapi masalah tidak berhenti menerpanya. Harry berhasil mengancam MJ untuk memutuskan hubungannya dengan Peter lalu Harry pun pura-pura mengaku sebagai kekasih MJ. Dalam kesedihannya yang amat dalam, Peter terpancing kembali untuk memakai kostum hitamnya. Lalu dia menantang Harry berkelahi hingga akhirnya bom buatan Harry berbalik meledak ke dekat tubuh Harry.

Kali ini Peter tidak melepaskan kostum hitamnya. Sifatnya menjadi semakin jahat. Peter pun menjatuhkan Eddie Brock di depan staf Daily Bugle. Walaupun sebenarnya memang Eddie Brock yang bersalah. Lalu dia mengencani Gwen Stacy demi membuat MJ cemburu. Akhirnya setelah sadar dengan kekhilafannya, Peter berusaha keras mencabut kostum hitamnya yang seakan-akan menempel pada tubuhnya. Celakanya di bawah gereja tempat Peter berusaha membuang kostumnya, Eddie Brock melihat peristiwa tersebut. Karena Eddie dendam berat kepada Peter karena pekerjaan dan kekasihnya Gwen Stacy direbut Peter, maka symbiote hitam itu tertarik ke arah Eddie. Dan akhirnya Eddie pun berubah menjadi Venom dengan memiliki kemampuan seperti Spiderman. Celakanya Sandman pun belum tewas. Venom menawarkan kerjasamanya dengan Sandman dan menangkap Mary Jane yang akan digunakan untuk memancing Spiderman keluar. Spiderman harus menghadapi dua musuh berat dimana yang satu bisa berubah menjadi raksasa pasir, dan yang satu lagi mempunyai kemampuan seperti dirinya.

Dibandingkan dengan dua film sebelumnya, jelas film ini jauh lebih bagus. Lebih kompleks, lebih rumit dan musuhnya pun lebih berat, karena ada tiga musuh yang harus dihadapi oleh Spiderman, yaitu Sandman, Venom dan terutama dirinya sendiri. Spesial efeknya pun lebih canggih. Walaupun sebenarnya efek pasir sudah pernah kita lihat dalam film Mummy, karya Stephen Sommers, tapi disini dibuat lebih hidup dan lebih dinamis. Hampir semua pemain jilid sebelumnya bermain kembali bahkan cameo Bruce Campbell yang bermain dalam Evil Dead tidak absen maen disini sebagai resepsionis restoran. Tobey Maguire sebagai Peter Parker, Kirsten Dunst sebagai Mary Jane Watson. James Franco sebagai Harry Osborn. Ditambah Thomas Haden Church sebagai Sandman, Topher Grace sebagai Venom dan yang diyakini bakal melejit adalah Bryce Dallas Howard sebagai Gwen Stacy ditambah aktor kawakan James Cromwell sebagai ayahnya Gwen. Sam Raimi masih menduduki bangku sutradara. Sam Raimi pun terlihat semakin matang dan semakin mendalami karakter Spiderman ini.

Bang Mupi cukup puas dengan Spiderman 3 ini. Bang Mupi memberikan tiga bintang dari lima untuk film ini. Bintang pertama diberikan untuk adegan pertarungan antara Peter Parker dan Harry Osborn. Walaupun adegan ini ada di sekitar menit ke-15, tapi inilah adegan aksi pembuka dari film ini. Adegan perkelahian di udara (walaupun pernah ada dalam Matrix Revolution) yang sangat keren. Harry beraksi seperti ninja dengan pedang dan senjata rahasianya (bom-bom terbang) apalagi dengan baju hitam dan senjata pisau di lengan tangannya plus glider yang lebih keren dari seri pertamanya. Peter tanpa kostum Spiderman pun tetap bisa beraksi dengan lincah.

Bintang kedua diberikan kepada dua adegan. Adegan pertama adalah bersatunya kembali tubuh Flint Marko setelah tercerai berai menjadi pasir. Sebuah adegan yang mengharukan dibalut dengan musik yang mengalun pelan. Karena demi melihat foto anaknya makanya Flint Marko bisa berhasil kembali ke bentuk semulanya. Adegan kedua adalah hancurnya gedung tempat pemotretan Gwen dan penyelamatan Gwen yang jatuh ke bawah oleh Spiderman. Benar-benar sebuah tehnik spesial efek tingkat tinggi.

Bintang ketiga diberikan karena Spiderman 3 lebih baik dari seri-seri sebelumnya. Ceritanya yang lebih kompleks, spesial efeknya yang lebih canggih, musuh-musuh yang lebih berat. Adegan aksi tidak perlu banyak dan berlebihan untuk membuat sebuah film menjadi lebih baik. Dan dalam Spiderman 3, porsi adegan aksinya cukup proporsional. Hanya mungkin kekurangan film ini adalah terlalu sedikitnya waktu untuk penekanan karakter-karakter baru sehingga penonton hanya diberi garis besarnya saja tanpa pendalaman yang lebih dari masing-masing karakter baru. Sementara untuk karakter-karakter yang sudah ada di jilid sebelumnya, para penonton sebenarnya sudah mempunyai banyak waktu untuk memahaminya dengan menonton jilid pertama dan kedua.

Wednesday, December 26, 2007

FANTASTIC FOUR : RISE OF SILVER SURFER


Film dimulai dengan meledaknya sebuah planet. Kemudian melesat sebuah benda berwarna putih dari planet tersebut menuju bumi. ketika melewati jepang, benda itu membuat laut membeku, di Mesir benda itu menyebabkan salju, di Los Angeles listrik padam.

Namun perkawinan Reed Richard (Mr. Fantastic) dan Susan Storm (Invisible Woman) tidak kalah hebohnya dengan peristiwa-peristiwa tersebut. Tapi sayangnya di Latveria, kedatangan benda itu membuat Dr. Doom, musuh lama Fantastic Four terbangun.

Ditengah pesta bujangan Mr. Fantastic, Jendral Hager menemui Fantastic Four. Dia memberitahukan tentang sebuah benda putih yang tertangkap satelit yang menyebabkan fenomena-fenomena ganjil tersebut. Dan Jendral Hager meminta Reed untuk membuatkannya sebuah sistem pertahanan untuk mendeteksi kedatangan benda tersebut. Namun pada saat itu ditolak Reed dengan alasan ingin fokus pada pernikahannya.

Ditengah-tengah pernikahan, benda putih itu datang ke New York, membuat semua alat elktronik mati. Sebuah helikopter yang sedang meliput perkawinan jatuh dan memporak porandakan tamu. Johnny Storm (Human Torch) mengejar benda itu namun Johnny berhasil dibuat pingsan.

Akibat bersentuhan dengan Silver Surfer, molekul badan Johnny tidak stabil. Bila dia bersentuhan dengan anggota Fantastic Four yang lain dapat menyebabkan kekuatan mereka saling bertukar.

Menurut perhitungan Reed, Silver Surfer akan muncul di London. Kawah yang ditimbulkan Silver menyebabkan Kincir raksasa The Eye lepas dari tempatnya. Hampir saja usaha menyelamatkan orang-orang di kincir tersebut gagal karena Johnny bersentuhan dengan Reed. Dan Silver berhasil kabur dan meninggalkan sungai yang beku dan kawah besar di London.

Setelah kejadian itu, Jendral Hager menganggap Fantastic Four gagal dan meminta Dr. Doom untuk membantu mereka. Mula-mula mereka menolak tapi Dr.Doom punya teori bahwa kekuatan Silver Surfer berasal dari papan selancarnya.

Dengan alat ciptaan Reed, Silver Surfer berhasil ditangkap dan papannya berhasil diamankan. Ternyata Silver Surfer merupakan budak Galactus, penghancur dunia. Papan selancar silver memberikan sinyal ke galactus untuk datang dan menghancurkan bumi. Namun dengan kata-kata Susan dan dengan bantuan Fantastic Four yang menyelamatkan silver dari laboratorium AD, silver berganti haluan dan berniat menolong bumi. Tapi kabar buruk karena Dr. Doom mencuri papan selancar silver.

Bagaimana cara Fantastic Four menyelamatkan bumi dari Galactus dan bagaimana mereka melawan Dr. Doom yang bertambah kuat karena memiliki papan selancar silver? Dan keadaan semakin buruk ketika Susan tewas saat menahan serangan Dr. Doom.

COMMENT :

Dibandingkan film pertama, spesial efek dalam film ini lebih bagus namun menurut bang mupi film kedua ini tidak seseru film pertamanya. Kita tidak melihat The Thing bertarung dengan Dr. Doom. Kita hanya melihat Fantastic Four menahan benda jatuh seperti helikopter atau kincir raksasa. Selebihnya hanya pameran spesial efek tanpa adegan-adegan yang seru. Tapi dibandingkan film pertamanya, humornya lebih terasa segar disini. Hanya sayang bujet $130 juta disia-siakan hanya untuk spesial efek yang tidak dibarengi adegan pertarungan seru antara Fantastic four dengan Silver Surfer atau dengan Dr. Doom. Seharusnya Tim Story sang sutradara bisa membuat adegan-adegan pertarungan spektakuler dengan bujet sebesar itu.

Ioan Gruffurd melanjutkan perannya sebagai Mr. Fantastic. Ioan Gruffurd pernah bermain sebagai Lancelot dalam King Arthur bersama Clive Owen. Jessica Alba berperan sebagai Susan Storm. Menurut Bang Mupi, Alba tidak bermain sebagus di film pertamanya. Malah Chris Evans yang bermain sebagai Johnny Storm yang lebih berperan disini. Begitupun Ben Grimm yang diperankan oleh Jonathan Chicklis seakan-akan hanya sebagai pelengkap dan tidak berbuat banyak di film ini selain hanya mengangkat dan menahan benda yang jatuh. Kerry Washington yang berperan sebagai Lucy mendapat adegan sedikit lebih banyak dari yang pertama. Pengisi suara Silver Surfer adalah Laurence Fishburn, yang bermain sebagai Morpheus dalm trilogi Matrix dan juga bermain bersama Tom Cruise dalam Mission Impossible 3.

Jadi menurut Bang Mupi Fantastic Four 2 tidak terlalu heboh malahan bisa dibilang biasa-biasa saja dan tidak sebagus film pendahulunya. Tapi sebagai film, cukup menghibur dengan selipan-selipan humor di sepanjang film. Dari lima bintang, Bang mupi memberikan 2 bintang. Bintang pertama karena spesial efeknya lebih baik dari yg pertama dan bintang kedua karena filmnya cukup menghibur dengan selingan humornya yang bisa dibilang cerdas.

Powered By Blogger