Tuesday, February 10, 2015

THE DEBT (2010)




The Queen, Helen Mirren. Well, saya belum nonton filmnya (jadi ngapain disebutin).  Hanya memang cukup luar biasa karakter yang dimainkan oleh Helen Mirren disini, Ratu Elizabeth.  Hanya sayang saya belum nonton, jadi sementara ini ga bisa komen.  Pertama kali saya melihat penampilan Helen Mirren di National Treasures : Book of Secrets, jadi ibunya Nicolas Cage disitu.  Film yang cukup komersil.  Saya nonton Mirren lagi di RED, maen bareng Bruce Willis.  Salah satu film yang komersil juga, sampai ada sekuelnya.  Nah sekuelnya saya belum nonton.

Dengan tidak mengetahui sama sekali tentang cerita The Debt, saya menonton tanpa ekspektasi apapun.  Dan saya langsung memutuskan diantara ketiga film Mirren yang baru saya tonton, disinilah aktingnya Mirren yang paling oke.  Itu kesimpulan pertama yang pertama kali muncul habis menonton film ini.  Ok that’s it, review selesai.  Gak lah, saya tidak setega itu mengecewakan teman-teman hehehe.


Saya baca-baca di google, ternyata ini film remake dari sebuah film Israel (1997) berjudul Ha-Hov (kalo diterjemahkan ke Bahasa Inggris menjadi The Debt juga).  Saya pikir tadinya ini berdasarkan kisah nyata tapi ternyata bukan.  Kisah tiga orang agen Mossad yang dituturkan dengan flash back antara kejadian sekarang dengan kejadian ketika mereka melakukan misi bertiga.  Dari judulnya mungkin sudah tertebak apa yang terjadi selanjutnya, jadi saya tidak akan bercerita panjang lebar tentang kisahnya.


Seperti tadi yang saya bilang di atas, performance dari Mirren paling bagus di antara 3 filmnya yang sudah saya tonton.  Jadi penasaran pengen nonton film-film Mirren yang lain.  Aktris peraih Oscar dan Golden Globe sebagai aktris terbaik lewat film The Queen (yang ternyata belum saya tonton) berhasil menampilkan akting seorang agen wanita tua yang masih tough dengan sangat baik.  Pemain lain yang memainkan agen Mossad tua lainnya yaitu Tom Wilkinson dan Ciaran Hinds.  Nah kebetulan aktor dan aktris yang berperan ketika mereka masih muda, yang cukup menarik perhatian adalah Jessica Chastain yang bermain sebagai Mirren muda.  Aktingnya pun cukup bagus.  Emosinya terbaca jelas di mimik wajahnya.  Yang sedikit kurang justru adalah Sam Worthington. Entah kenapa lucu saja tiap liat dia di depan layar beraksi.  Pokoknya ga dapet deh ekspresinya. 

Cerita cinta segitiga ketiga agen ini memang agak sedikit tanggung diceritakan, but well mungkin ketika kita berpikir apa yang terjadi dengan kisah cintanya, kita sudah diberi kejutan lain tentang apa yang terjadi pada misi mereka dahulu.  Dan kemudian kita dibuat lupa dengan kisah cinta mereka karena ada kejutan lain selain itu.


John Madden sang sutradara, pernah dinominasikan sebagai sutradara terbaik lewat Shakespeare in Love, sebenarnya sudah berhasil membuat sebuah thriller yang cukup baik. It’s a fight between good and evil. Cukup menegangkan walaupun bukan adegan aksi tapi beberapa momen cukup membuat kita menahan napas.  It worked.  Karena memang ketiga agen mossad ini bukanlah James Bond.  Jadi jangan berharap mereka melakukan aksi fantastis layaknya agen rahasia yang jago beraksi. Bisa dibilang aksi mereka cukup hening hehehe.  Tapi tetap menegangkan kala menontonnya.

Ketika teman-teman ingin mencari sebuah film aksi spionase yang gegap gempita, janganlah menonton film ini.  Tapi bagi yang suka thriller “hening” yang ketegangannya didapat melalui thrillernya dan cukup smart, film ini bisa memuaskan.  Bagi yang ingin melihat akting bagus dari Helen Mirren dan Jessica Chastain, bolehlah menyaksikan film ini.  Ingin melihat Sam Worthington beraksi atau berakting, hmm..mending liat Man on a Ledge aja deh.
Hampir lupa, yang patut dicatat screenplay-nya ditulis oleh Matthew Vaughn, sutradara Kick Ass dan X-Men : First Class. Ada satu adegan menarik yang perlu dicatat ketika Jesper Christensen (sang antagonis) bermain “psikologi” dengan ketiga agen Mossad muda ini.  Dan jika ada yang nanya, bagus mana sama versi aslinya, well My answer is I don’t know tapi it’s quite worth to watch this Hollywood version.

Monday, February 9, 2015

DEAD MAN DOWN (2013)




Saya tahu Colin Farrell ketika menonton Minority Report-nya Tom Cruise.  Menurut saya ini aktor punya potensi menjadi calon bintang.  Tampang ganteng dan akting pun tidak jelek.  Beberapa filmnya yang menurut saya menarik adalah The Recruit (maen bareng Al Pacino), Daredevil jadi antagonis Bull’s eye dan Total Recall garapan Len Wiseman.  Dan di tahun 2009 lewat In Bruges, Colin menang aktor pembantu terbaik.

Setelah sekian lama tidak melihat penampilan Colin, terakhir nonton Total Recall yang walaupun flop, menurut saya cukup menarik.  Di awal film, cerita bergulir dengan sedikit misteri di sana sini.  Menarik untuk diikuti.  Bahkan karakter Beatrice mendekati Victor cukup memberi nilai berbeda di awal film.  Namun sedikit demi sedikit mulai terkuak teka teki tokoh Victor, film pun mulai seperti layaknya film-film sejenis lainnya walaupun masih tetap ingin saya ikuti sampai habis. Dan akhirnya berakhir dengan sedikit kekecewaan di akhir film.  Lho kok film yang awalnya sudah dibangun dengan baik, kok endingnya hampir bisa dibilang klise. 

Padahal di awal film, saya tertarik dengan background karakter yang dimainkan Colin.  Background yang cukup biasa sebenarnya tapi cukup membangkitkan rasa simpati.  Begitupun apa yang terjadi dengan Beatrice.  Tapi semua ini memang dibeberkan di sepanjang film dengan setahap demi setahap.  Cukup menarik dan berhasil, namun seakan-akan sang sutradara Niels Arden Oplev seakan-akan berburu waktu ketika film ini sudah hampir 2/3 berjalan.  Tidak ada scene-scene yang berhasil membuat saya terikat dengan film ini.  Dan sekali lagi ditambah ending yang tidak jelek sebenarnya tapi tidak istimewa.


Honestly, saya tidak menonton karya Niels sebelumnya yang cukup fenomenal, The Girl with the dragon  tattoo versi Swedia, yang kebetulan juga diperani oleh Noomi Rapace.  Jadi saya tidak tahu bagaimana style-nya Niels.  Jadi opini saya hanya berdasarkan karya Niels yang ini saja tanpa mengetahui sepak terjang sebelumnya.  Not bad tapi sayang tidak terlalu istimewa juga.  Sedikit pujian buat sang penulis cerita J.H. Wyman untuk tujuan Beatrice, jujur saya banyak nonton film tapi tidak tertebak motivasi awalnya.


Akting Colin not bad, pendiam, tidak banyak bicara, penuh kemarahan yang terpendam.  Akting Noomi sedikit lebih baik, seorang wanita rapuh yang jiwanya terluka.  Sedangkan untuk Terence Howard, I don’t know why saya tidak pernah melihat dia sebagai sosok antagonis dan bisa dibilang juga, sampai saat ini, saya belum melihat performancenya yang menarik (buat saya yah).  Ada Dominic Cooper, di awal film saya berpikir keras siapa ini orang, sampai akhirnya oooh dia yang bermain jadi Howard Stark.

So yang menarik buat saya adalah kisah hubungan antara Victor dan Beatrice yang paling menarik dari film ini.  Sisanya yah bisa dibilang biasa aja. Not bad but also not memorable.

Wednesday, February 4, 2015

THE LAST TYCOON (2012)




Dulu saya adalah penggemar film Hongkong, jadinya saya akrab banget dengan nama-nama seperti Andy Lau, Jet Li, Jackie Chan dan Chou Yun Fat.  Begitu kebanyakan dari bintang-bintang tenar Hongkong hijrah ke Hollywood, saya ikut bergembira.  Setidak-tidaknya nama mereka semakin terkenal dan pundi-pundi uang mereka semakin banyak.  Hanya sayangnya, kebanyakan sineas Hollywood tidak bisa mengeksplor talenta aktor dan aktris Hongkong ini.  Sebagian besar film yang dibintangi oleh para bintang film Hongkong ini tidak semaksimal ketika mereka bermain alam film-film Hongkong. Sangat disayangkan.  Salah satunya adalah apa yang terjadi dengan Chou Yun Fat.  Salah satu bintang Hongkong, yang bisa dibilang atau menurut saya adalah salah satu aktor yang sangat berkharisma di perfilman Hongkong.  Lihat saja perannya sebagai mafia, raja judi atau sebagai pembunuh, sangat luar biasa sekali.  Tidak banyak aktor Hongkong yang bisa menyamai level kekharismaan (kosakata baru nih) seorang Chou Yun Fat. 

Ketika film Hollywood pertama Chou, Replacement Killers terdengar gaungnya, harapan saya tinggi sekali.  Berperan sebagai pembunuh mengingatkan saya akan film fenomenalnya garapan John Woo, The Killer.  Tidak buruk sebenarnya, hanya Antoine Fuqua tidak bisa menyamai cara Woo memancing keluar “aura”nya Chou.  Ditambah daftar film-film Hollywood berikutnya yang semakin menenggelamkan kharisma Chou.  Hanya Children of Huangshi yang menurut saya cukup bagus.

Nah setelah sekian lama tidak melihat performa yang mantap dari Chou Yun Fat, akhirnya saya bisa melihat lagi come backnya Chou di mata saya, meskipun sejujurnya bisa dibilang masih kalah dibandingkan dengan film-filmnya terdahulu seperti A Better Tomorrow (Gangland Boss), God of Gamblers atau The Killer, tapi setidak-tidaknya bisa mengobati rasa rindu akan kehebatan Chou.

Dibawah arahan Wong Jing, mungkin bagi yang belum tahu, Wong jing lah sutradara yang mempopulerkan Chou sebagai seorang ikon Dewa Judi di perfilman Hongkong.  Yang biasanya Wong Jing selalu menggarap film komedi action yang komersil tapi sebenarnya Wong Jing punya beberapa film yang patut diapresiasikan.  Dulu Wong Jing terkenal dengan sebutan seorang sutradara ekspress yang bisa membuat satu film hanya dalam waktu 7 hari.  Kolaborasi dengan sineas HK yang kini punya nama besar, Andrew Lau, Wong Jing berhasil menyajikan sebuah film yang menurut saya cukup bagus dan berkesan. 

The Last Tycoon dimainkan oleh selain Chou Yun Fat, ada Sammo Hung lalu ada aktor muda HK yang lagi naik daun Huang Xiao Ming, yang menurut saya berhasil memerankan karakter waktu muda yang dimainkan oleh Chou Yun Fat di sini.  Berharap setelah ini mungkin Huang bisa menggantikan posisi Chou yang kelihatan sekali wajahnya sudah berumur.  Well, time travels so fast.  Banyak aktor dan aktris lain yang sudah tidak saya kenal lagi karena kini banyak film produksi Hongkong bekerja sama dengan aktor dan aktris dari China.  Jadi maaf, saya tidak bisa berbicara banyak soal para aktrisnya hehehe.  Satu wajah lagi yang saya kenal adalah Francis Ng.


Kisah terentang panjang dari masa muda Chen Daqi sampai dia berhasil menjadi seorang yang berhasil di Shanghai.  Dikisahkan dengan alur flashback yang cukup efektif menurut saya.  Oh saya hampir lupa ada satu lagi pemain lama yang saya ingat yaitu Yasuaki Kurata.  Ada adegan tembak-tembakan, namun tidak ada adegan dua pistol dengan gaya seorang maestro dengan gerakan-gerakan yang dinamis layaknya di film-film Chou dengan John Woo.  Bisa dibilang peran untuk adegan aksinya lebih diserahkan kepada Huang Xiao Ming.

Disini Andrew Lau (Infernal Affairs), selain sebagai produser juga berperan sebagai penata kamera makanya terlihat sedikit banyak, angle-angle bagus di film ini yang menambah keindahan The Last Tycoon.  Hasil karya yang tidak biasa dari Wong Jing ini juga berhasil menyabet penghargaan di Hongkong Film Award 2013 lewat Best Art Direction dan Best Original Film Song.  Pantesan pas satu adegan ada lagu yang dinyanyikan pas sekali oleh penyanyi yang suaranya kok terasa akrab di telinga saya.  Ternyata itu suara Jacky Cheung.

Wong Jing kedua dari kiri

Jika anda mengenal Wong Jing dengan karya-karyanya, jangan tertipu karena film ini bisa dibilang sangat jauh dari tipikal karya-karyanya Wong Jing kebanyakan, disini Wong Jing juga ikut menulis scriptnya bersama Philip Lui dan Manfred Wong.  Jika anda berharap kecewa dengan film-filmnya Chou Yun Fat akhir-akhir ini, jangan tertipu juga karena menurut saya ini bisa dibilang comebacknya Chou walaupun belum semaksimal dulu.  Jika dibandingkan dengan comeback Jackie Chan di Chinese Zodiac, menurut saya lebih berhasil Chou lewat film ini.

ANDY LAU PART TWO-A



Hahaha, setelah sekian lama tidak nulis blog lagi.  Mari kawan-kawan, kita melanjutkan dengan Andy Lau part 2.  Seperti yang sudah saya janjikan, bagian kedua ini bercerita tentang sepak terjang Andy Lau di layar lebar perfilman Hongkong sebelum Hongkong kembali ke tangan pemerintah China.

Mungkin sebagian penggemar Andy Lau pada tahu bahwa ada beberapa aktris maupun aktor Hongkong yang berakting satu film dengan Andy dalam beberapa film.  Yang terlihat nyata tentu saja aktris Rosamund Kwan Ce Lin.

Dibawah ini beberapa film dimana Andy bekerja sama dengan Rosamund Kwan.

1.     TWINKLE TWINKLE LITTLE STAR (1985)

Film arahan Sammo Hung ini dimainkan oleh banyak artis tenar HK, mulai dari Jackie Chan, Yuen Biao, Michelle Yeoh, Andy Lau dan tentu saja Rosamund Kwan, dan yang lainnya antara lain Sibelle Hu, Moon Lee, Richard Ng dan masih banyak lainnya.  Tentu saja porsi bintang-bintang tenar ini kebanyakan hanya sebagai cameo (bintang tamu).  Bisa dibilang disini Andy Lau dan Rosamund Kwan bukan sebagai pemeran utama.

2.     THE CRAZY COMPANIES 2 (1988)
      

Sebuah film sekuel dimana Andy Lau berperan sebagai bintang utamanya, sekali lagi dengan deretan banyak bintang HK populer salah satunya Rosamund Kwan hanya disini Rosamund Kwan bukan sebagai pendamping utama.

3.      THREE AGAINST THE WORLD (1988)


Nah bisa dibilang disinilah, Andy pertama kali bermain berdampingan dengan Rosamund Kwan.  Film tentang tipu menipu ini cukup menarik.  Mungkin kalo boleh saya bilang, ini salah satu film favorit saya yang dibintangi oleh Andy.

4.     CASINO RAIDERS (1989)
      

Sekali lagi Andy Lau berpasangan dengan Rosamund Kwan.  Dan sekaligus juga Andy Lau reunian dengan Idy Chan yang pernah berperan sebagai Bibi Liong dalam serial Return of Condor Heroes.  Namun bisa dibilang bintang utama dari film ini adalah Alan Tam.  Film bergenre dunia judi bisa dibilang pembuka gerbang dimana kemudian banyak film-film buatan Hongkong yang bertema serupa.

5.      CROCODILE HUNTER (1989)
       

Terus terang saya belum pernah nonton film ini.  Jadi sorry tidak bisa cerita banyak.  Rosamund Kwan bermain sebagai cameo, jadi istrinya Alex Man, lawan main Andy Lau disini.

6.     PROUD AND CONFIDENT (1989)
      

Di Indonesia beredar dengan judul Best of The Best.  Katanya film ini pengen meniru Top Gun-nya Tom Cruise, namun tentu saja dibuat dengan gaya Hongkong, banyak adegan fightnya.  Sebenarnya filmnya biasa saja tapi setahu saya disinilah pertama kali Andy Lau mencoba karir sebagai seorang penyanyi dengan menyanyikan dua lagu di film ini.  Tentu saja kita tahu kemudian, karir Andy Lau sebagai seorang penyanyi, sangat luar biasa. Disini juga Andy bermain dengan salah satu 5 Macan TVB yaitu Miu Kiu Wai (Miao Chiao Wei)

7.     THE BANQUET (1991)
      


Film yang katanya dimainkan oleh lebih dari 100 bintang terkenal Hongkong, baik itu sebagai pemeran utama atau cameo.  Andy Lau hanya berperan sebagai presenter, sedangkan Rosamund Kwan bisa dibilang peran pembantu.  Patut diketahui salah satu sutradaranya adalah Tsui Hark.

8.     TRICKY BRAINS (1991)
      

Setelah di tahun 1990, Andy Lau berpasangan dengan Stephen Chow dalam God of Gamblers 2, kini berpasangan kembali dalam film ini.  Dan tentu saja karena lagi membahas aktris yg termasuk sering berpasangan dengan Andy Lau. Rosamund Kwan pun main di film ini dan aktris Chingmy Yau (aktris ini pun sempat beberapa kali berpasangan dengan Andy).

9.     GAMEBOY KIDS (1992)
      

Jarang-jarang Andy Lau bermain jadi kembar, nah di film inilah salah satunya dia berperan jadi orang kembar.  Sebenarnya bukan kembar sih, hanya ceritanya wajahnya mirip sehingga terjadi kesalahpahaman.  Kembali lagi berpasangan dengan Rosamund Kwan.  Dan juga salah satu empat raja langit waktu itu Aaron Kwok.

10.  SAVIOUR OF THE SOUL 2 (1992)
      

Sebuah sekuel dari Saviour of the Soul, di Indonesia berubah judulnya menjadi Modern Condor Heroes.  Di film pertama Andy Lau berpasangan dengan Anita Mui, di sekuelnya baru berpasangan kembali dengan Rosamund Kwan.  Film ini tidak masuk ke Indonesia, mungkin karena ceritanya yang geje, namun adegan actionnya sih lumayan.

11.  THE STING (1992)
      


Beredar di Indonesia dengan judul Days Of Adventure. Temanya komedi dengan unsur action ala Hongkong.

12.  THE ADVENTURERS (1995)
      


Saya lupa judul di Indonesia nih film berubah jadi apa.  Bisa dibilang film ini merupakan kolaborasi terakhir dengan Rosamund Kwan.  Sangat disayangkan sebenarnya, karena mereka berdua pasangan yang serasi dalam film.  Entah kenapa mereka tidak menjadi sepasang kekasih di dunia nyata. 

Dari sedemikian banyak film duet mereka, hanya beberapa yang saya suka, Three Against The World dan Casino Raiders.  Wow, untuk membahas filmnya Andy dengan Rosamund pun sudah banyak, saya bagi aja deh Andy Lau part 2 ini menjadi beberapa bagian.
Powered By Blogger