Wednesday, February 4, 2015

ANDY LAU PART TWO-A



Hahaha, setelah sekian lama tidak nulis blog lagi.  Mari kawan-kawan, kita melanjutkan dengan Andy Lau part 2.  Seperti yang sudah saya janjikan, bagian kedua ini bercerita tentang sepak terjang Andy Lau di layar lebar perfilman Hongkong sebelum Hongkong kembali ke tangan pemerintah China.

Mungkin sebagian penggemar Andy Lau pada tahu bahwa ada beberapa aktris maupun aktor Hongkong yang berakting satu film dengan Andy dalam beberapa film.  Yang terlihat nyata tentu saja aktris Rosamund Kwan Ce Lin.

Dibawah ini beberapa film dimana Andy bekerja sama dengan Rosamund Kwan.

1.     TWINKLE TWINKLE LITTLE STAR (1985)

Film arahan Sammo Hung ini dimainkan oleh banyak artis tenar HK, mulai dari Jackie Chan, Yuen Biao, Michelle Yeoh, Andy Lau dan tentu saja Rosamund Kwan, dan yang lainnya antara lain Sibelle Hu, Moon Lee, Richard Ng dan masih banyak lainnya.  Tentu saja porsi bintang-bintang tenar ini kebanyakan hanya sebagai cameo (bintang tamu).  Bisa dibilang disini Andy Lau dan Rosamund Kwan bukan sebagai pemeran utama.

2.     THE CRAZY COMPANIES 2 (1988)
      

Sebuah film sekuel dimana Andy Lau berperan sebagai bintang utamanya, sekali lagi dengan deretan banyak bintang HK populer salah satunya Rosamund Kwan hanya disini Rosamund Kwan bukan sebagai pendamping utama.

3.      THREE AGAINST THE WORLD (1988)


Nah bisa dibilang disinilah, Andy pertama kali bermain berdampingan dengan Rosamund Kwan.  Film tentang tipu menipu ini cukup menarik.  Mungkin kalo boleh saya bilang, ini salah satu film favorit saya yang dibintangi oleh Andy.

4.     CASINO RAIDERS (1989)
      

Sekali lagi Andy Lau berpasangan dengan Rosamund Kwan.  Dan sekaligus juga Andy Lau reunian dengan Idy Chan yang pernah berperan sebagai Bibi Liong dalam serial Return of Condor Heroes.  Namun bisa dibilang bintang utama dari film ini adalah Alan Tam.  Film bergenre dunia judi bisa dibilang pembuka gerbang dimana kemudian banyak film-film buatan Hongkong yang bertema serupa.

5.      CROCODILE HUNTER (1989)
       

Terus terang saya belum pernah nonton film ini.  Jadi sorry tidak bisa cerita banyak.  Rosamund Kwan bermain sebagai cameo, jadi istrinya Alex Man, lawan main Andy Lau disini.

6.     PROUD AND CONFIDENT (1989)
      

Di Indonesia beredar dengan judul Best of The Best.  Katanya film ini pengen meniru Top Gun-nya Tom Cruise, namun tentu saja dibuat dengan gaya Hongkong, banyak adegan fightnya.  Sebenarnya filmnya biasa saja tapi setahu saya disinilah pertama kali Andy Lau mencoba karir sebagai seorang penyanyi dengan menyanyikan dua lagu di film ini.  Tentu saja kita tahu kemudian, karir Andy Lau sebagai seorang penyanyi, sangat luar biasa. Disini juga Andy bermain dengan salah satu 5 Macan TVB yaitu Miu Kiu Wai (Miao Chiao Wei)

7.     THE BANQUET (1991)
      


Film yang katanya dimainkan oleh lebih dari 100 bintang terkenal Hongkong, baik itu sebagai pemeran utama atau cameo.  Andy Lau hanya berperan sebagai presenter, sedangkan Rosamund Kwan bisa dibilang peran pembantu.  Patut diketahui salah satu sutradaranya adalah Tsui Hark.

8.     TRICKY BRAINS (1991)
      

Setelah di tahun 1990, Andy Lau berpasangan dengan Stephen Chow dalam God of Gamblers 2, kini berpasangan kembali dalam film ini.  Dan tentu saja karena lagi membahas aktris yg termasuk sering berpasangan dengan Andy Lau. Rosamund Kwan pun main di film ini dan aktris Chingmy Yau (aktris ini pun sempat beberapa kali berpasangan dengan Andy).

9.     GAMEBOY KIDS (1992)
      

Jarang-jarang Andy Lau bermain jadi kembar, nah di film inilah salah satunya dia berperan jadi orang kembar.  Sebenarnya bukan kembar sih, hanya ceritanya wajahnya mirip sehingga terjadi kesalahpahaman.  Kembali lagi berpasangan dengan Rosamund Kwan.  Dan juga salah satu empat raja langit waktu itu Aaron Kwok.

10.  SAVIOUR OF THE SOUL 2 (1992)
      

Sebuah sekuel dari Saviour of the Soul, di Indonesia berubah judulnya menjadi Modern Condor Heroes.  Di film pertama Andy Lau berpasangan dengan Anita Mui, di sekuelnya baru berpasangan kembali dengan Rosamund Kwan.  Film ini tidak masuk ke Indonesia, mungkin karena ceritanya yang geje, namun adegan actionnya sih lumayan.

11.  THE STING (1992)
      


Beredar di Indonesia dengan judul Days Of Adventure. Temanya komedi dengan unsur action ala Hongkong.

12.  THE ADVENTURERS (1995)
      


Saya lupa judul di Indonesia nih film berubah jadi apa.  Bisa dibilang film ini merupakan kolaborasi terakhir dengan Rosamund Kwan.  Sangat disayangkan sebenarnya, karena mereka berdua pasangan yang serasi dalam film.  Entah kenapa mereka tidak menjadi sepasang kekasih di dunia nyata. 

Dari sedemikian banyak film duet mereka, hanya beberapa yang saya suka, Three Against The World dan Casino Raiders.  Wow, untuk membahas filmnya Andy dengan Rosamund pun sudah banyak, saya bagi aja deh Andy Lau part 2 ini menjadi beberapa bagian.

Friday, September 12, 2014

ANDY LAU PART ONE



Saya akan mencoba membahas, hmm…mungkin bernostalgia deh tepatnya.  Bernostalgia dengan salah satu bintang film favorit saya.  Mungkin bagi penggemar film Mandarin (Hongkong) tentu sudah tidak asing lagi dengan nama yang satu ini, Andy Lau.  Mungkin bagi penggemar jaman dulu, lebih dikenal dengan nama Liu Te Hua.  Kenapa dari Liu bisa jadi Lau, ini dikarenakan beda dialek aja.  Liu te Hua itu bahasa Mandarin sedangkan Lau Tak Wah itu Kanton. Sedangkan Andy Lau sendiri terlahir denga nama Lau Fook Wing. Mungkin biasanya kata yang digunakan adalah gua, sekarang sedikit lebih formal, saya.  Harap maklum, mau go internasional sih hehehe.

Andy lahir tanggal 27 September 1961 di Tai Po, Hongkong.  Saya mengenal sosok Andy Lau pertama kali di jaman video masih menjamur di Indonesia.  Lewat serial yang bisa dibilang mempopulerkan nama Liu Te Hua, yaitu Return of Condor Heroes, perannya disini sebagai Yo Ko.  Judul Mandarinnya kurang lebih Sin Tiau Hiap Lu (maklum saya ga bisa bahasa Mandarin).  Dari serial ini kemudian saya cari-cari serial silat lain yang diperani oleh Andy Lau.  Tapi terus terang belum  ada yang bisa menyamai ketenaran perannya sebagai Yo Ko, apalagi di Indonesia.  Hal ini terutama ketika di tahun 90an, Indosiar menyiarkan serial ini dan mendapat sambutan yang hangat.  Bahkan bisa mendatangkan Andy Lau sebagai bintang tamu di studio Indosiar.  Beberapa serial yang dibintangi oleh Andy Lau antara lain The Duke of Mount Deer (1984), bermain bersama sahabatnya Tony Leung. Kemudian serial Yang’s Saga dengan deretan pemain yang namanya sekarang sudah banyak dikenal orang seperti Tony Leung lagi, Chou Yun Fat, Maggie Cheung.  Menjadi salah satu bintang kesayangan TVB Hongkong, Andy Lau dikenal sebagai 5 Macan TVB bersama Tony Leung (Liang Chiao Wei), Felix Wong (Wong Yat Wa), Miu Kiu Wai (Miao Chiao Wei) dan Kent Tong.

Lahir di keluarga yang kurang mampu, Andy Lau kadang harus ngangkut air dengan jarak beberapa kilometer.   Pada tahun 1981, Andy Lau mengikuti program pelatihan yang diadakan oleh TVB, dan akhirnya bermain dalam beberapa serial silat tapi dalam porsi kecil (bukan pemeran utama).  Dalam 2 tahun, Andy Lau meraih ketenaran di dunia televisi namun sempat tenggelam di kira-kira tahun 1986 karena berselisih dengan pihak TVB.

Saya akan coba bercerita sedikit tentang film-film serialnya Andy Lau dan beberapa fotonya.  Bisa dibilang, karir di televisi yang membantu pamor aktor bergolongan darah AB ini naik di Hongkong.  Saya akan coba membahas beberapa serial televisi yang dibintangi oleh Andy Lau.

THE LEGEND OF MASTER SO (1982)


Yup, jauh sebelum Gangland War (Rich and Famous) dan God of Gambler.  Andy Lau sudah bermain bersama Chou Yun Fat di sebuah serial kungfu.  Disini Andy Lau bukan pemeran utamanya, melainkan Chou Yun Fat.  Tapi cukup asik melihat wajah Andy Lau yang masih imut kayak gua. Kalo gua ga salah, tokoh utama disini itu harusnya sama dengan yang dimainkan oleh Vincent Zhao di True Legend, hanya entah kenapa ceritanya begitu berbeda. Entah mana yang benar, tapi menurut gua karena serial lebih panjang durasinya, jelas yang serial cenderung lebih benar ceritanya.

THE RETURN OF CONDOR HEROES (1983)



Sekali lagi, serial ini yang bisa dibilang membuat nama Andy Lau naik daun.  Film yang berdasarkan cerita rekaan Chin Yung atau Louis Cha ini memang sudah melegenda.  Sambungan dari kisah Kwee Ceng (Condor Heroes) yang sama-sama sudah terkenal dan sudah dibuat berbagai versi.  Serial ini pun ikut mempopulerkan nama Idy Chan (Chen Ie Lien), namun nasibnya tidak sama dengan Andy Lau yang kemudian malah lebih terkenal lagi di dunia layar lebar.  Kent Thong pun yang termasuk lima macan TVB ikut bermain sebagai salah satu antagonis di serial ini.


THE DUKE OF MOUNT DEER (1984)



Bisa dibilang serial ini, peran utama sebenarnya adalah Tony Leung.  Mungkin agak sedikit aneh melihat akting Tony yang biasanya bermain serius, disini dia bermain konyol.  Malahan Andy Lau yang memainkan seorang karakter yang serius. Ceritanya juga berdasarkan karangan Chin Yung juga.  Dan lagi-lagi Johnnie To ikut menyutradarai serial ini.

THE OTHER SIDE OF THE HORIZON (1984)



Disini Andy Lau bermain bersama ratunya serial silat jaman dulu, Angel Chiu.  Untuk serial silat, film ini termasuk tidak terlalu banyak episodenya (kira-kira 12 episode).  Inti ceritanya tentang dua saudara seperguruan dari Butong yang akhirnya berseteru.

 THE YANG’S SAGA (1985)



Kalo dilihat dari gambar yang saya posting, itu dari kiri Felix Wong, Carina Lau, Andy Lau, Tony Leung dan Miu Kiu Wai.  Sebenarnya ada satu lagi anggota 5 macan TVB, Kent Tong yang ikut bermain tapi tidak ada fotonya di foto yang saya upload.  Apakah ini cerita yang sama dengan film Mandarin yang dibintangi oleh Ekin Cheng baru-baru ini Saving General Yang?  Saya juga ga tau karena kebetulan serial ini saya belum nonton hehehe. Sekedar info ternyata salah satu director dari serial ini adalah Johnnie To.

Karena terlalu panjangnya karir Andy Lau yang bisa dibilang sampe sekarang pun masih bertahan, mungkin nostalgia ini akan saya bagi 3.  Yang pertama jamannya dia di layar kaca, lalu ketika dia mulai naik daun di layar lebar sampe akhirnya chapter terakhir, ketika perfilman Hongkong lesu disaat kembalinya Hongkong di tahun 1997 ke tangan pemerintah China. 

Sunday, September 15, 2013

MAN OF STEEL (2013)




Sebenarnya nontonnya uda lama banget.  Pertama kali muncul di layar lebar Indonesia, tanggal 13 Juni 2013, gua uda nonton.  Tapi karena kesibukan “menyelamatkan dunia”, akhirnya dengan tekad kuat sekuat baja, gua mencoba membuat review tentang Manusia baja ini.

Salah satu superhero favorit gua ya Superman ini.  Well, mungkin bukan salah satu, tapi dia lah favorit gua.  Dari jaman Superman The Movie, dimana Superman/Clark Kent dimainkan oleh almarhum Christopher Reeve lalu diperankan oleh Brandon Routh dalam Superman Returns, yang walaupun banyak tidak disukai oleh banyak orang, gua tetap suka.  Walaupun banyak muncul film superhero yang bisa dibilang sangat luar biasa seperti trilogi Batmannya Nolan, gua tetap tidak berpindah ke lain hati.  Ya namun tidak bisa dihindari Trilogi Batmannya Nolan sudah membuat sebuah standar baru bagaimana sebuah film superhero harus dibuat.

Karena gua suka Superman, bisa dibilang review ini mungkin agak sedikit subyektif, bukan agak dikit, mungkin banyak hal-hal yang subyektifnya.  Tapi jangan takut, yang baca review gua, biasanya review gua kan tidak menceritakan isi ceritanya.  Lagian, mungkin kebanyakan sudah pada tau tentang sejarahnya Superman.  Namun mungkin baru di film ini diceritakan lebih detil awal mulanya di planet krypton.  Membuat reboot Superman ini menjadi sesuatu yang sudah terlihat beda di awal.


No red underwear this time

Mengenai pemerannya sendiri, Henry Cavill.  Awalnya gua ga terlalu sreg dengan dia.  Menurut gua Brandon Routh sudah cocok kok menjadi superman dan Clark Kent di Superman Returns.  Tapi setelah melihat foto dan cuplikan trailernya, penilaian gua sedikit berubah, Cavill cocoklah jadi Superman.  Tapi apabila dia menjadi Clark Kent, nah penilaian gua terbukti memang dia tidak cocok, tapi ini menurut gua yah.  Sedangkan Amy Adams menurut gua sangat cocok menjadi seorang Lois Lane, wartawan cerdas dan tangguh  (dan tidak terlintas dalam pikiran gua untuk membandingkannya dengan Margot Kidder atau Kate Bosworth)  karena Adams memainkan perannya dengan pas menurut gua.  Karakter-karakter lainnya, misalnya Perry White kini diperankan aktor kulit hitam, Laurence Fishburne, perbedaan yang cukup signifikan.  Juga karakter teman kerjanya Jim Olsen digantikan oleh Jenny Olsen.  Mungkin pergantian beberapa karakter ini ingin memberikan nuansa baru bagi cerita Manusia Baja ini.  Tapi tidak mengganggu sebenarnya karena peran mereka bisa dibilang sangat minim. 

Peran yang menonjol adalah sang Ayah dari Superman.  Baik yang di krypton atau di bumi.  Dan sekedar trivia, kedua pemeran ayahnya pun sama-sama pernah memerankan karakter RobinHood di film.  What a coincidence.  Beruntung Clark Kent tidak tumbuh jadi Green Arrow.  Ayah biologis diperankan oleh Russell Crowe.  Ayah di bumi dimainkan oleh Kevin Costner.  Melihat penampilan mereka, well, gua lebih  terkesan dengan Costner karena beliau tampil lebih kharismatik menurut gua.  Akting sih biasa aja, yang gua maksud karakteristiknya disini lebih oke.

Sang villain diperankan oleh Michael Shannon.  Gua hanya hapal mukanya waktu dia tampil konyol di Bad Boys 2, so dia berhasil menurut gua memerankan karakter General Zod yang bisa dibilang bukannya jahat tapi “sangat mengabdi” pada pekerjaannya.

Perbedaan antara semua film Superman dengan Man Of Steel, well thanks to kemajuan teknologi.  Adegan kreasi komputernya jangan ditanya, pasti oke punya.  Tapi yang bikin heboh adalah adegan-adegan pertarungan “antar dewa” eh “antar alien” benar-benar tervisualisasikan dengan baik disini.  Anda akan terkagum-kagum atau terhenyak shock melihat adegan pertarungannya yang bener-bener dahsyat menurut gua.  Nah adegan-adegan inilah yang tidak terdapat di semua film Superman termasuk Superman Returns yang sebenarnya dibuat pada saat teknologi Hollywood sudah maju.  Jangan bayangkan pertarungan Superman dengan para tawanan krypton ini akan seperti di Superman II, sangat-sangat jauh berbeda.

Sebagai film yang gua antisipasi tahun ini, jelas lah karena gua penggemar Superman.  Film ini cukup berhasil membuat gua terpuaskan walaupun ada sedikit yang mengganjal, yang membuat gua tidak terlalu mengagung-agungkan film ini.  Namun kalo gua kasi tau apa hal yang mengganjal itu, takutnya akan membuat spoiler.  Jadi lebih baik gua simpan dalam sanubari gua yang paling dalam saja.

Zack Synder the director

Tapi harus diakui, Zack Synder sebagai seorang sutradara dengan Nolan sebagai sang produser, sudah banyak memuaskan para penggemar Superman dengan adegan-adegan dahsyat pertempuran antar para alien.  (yups Superman itu alien bukan manusia bumi).  Synder pun berhasil memadukan adegan-adegan flashback dengan sangat efektif.  Dengan hasil keuntungan yang tidak mengecewakan sebenarnya walaupun tidak bombastis amat.  Dengan sangat yakin, gua bakal menyaksikan sekuel dari Man of Steel di tahun-tahun yang akan datang.  But I still have to say, good work to Synder and Nolan for making a good superman movie.  (not great just good) and in a different style.
Kenapa gua bilang different style? Pertama film ini meskipun lebih menonjolkan bahwa Superman itu adalah, well mungkin lebih cocok Kal-El adalah seorang alien bukan mahkluk bumi, namun disini segalanya dibuat serealistis mungkin (tapi tidak bisa dihindari, dia masih tetap keturunan alien).  Disini pun Superman tampil sedikit sangar dan ganas.  Dan Forest of Solitude-nya itu ternyata #%@&()(( , sangat-sangat masuk di akal malahan.
Sebenarnya di Superman Returns pun, Bryan Singer sudah membuat nuansa Superman sedikit “gelap”.  Tapi mungkin bagi yang sangat mengenal Batman-nya Nolan yang dark, nuansa itu sedikit terasa disini, tapi memang Superman tidak bisa terlalu dipaksakan dengan tone dark karena dasarnya Superman itu lebih ke nuansa ceria.  Tapi ya ga apa-apalah kalo sedikit dibuat gelap buat gua, lagipula kalo nonton film di bioskop kan gelap-gelapan juga.
Satu hal yang sedikit mengganggu sebenarnya, judul film ini Man of Steel, dan isi film memang betul-betul menceritakan segala sesuatu tentang manusia baja, well harusnya judulnya Alien of Steel ya hehehe.    Jadi mungkin bagi yang belum mengenal siapa saja sih, karakter-karakter yang ada dalam kisah Superman mungkin agak sedikit kurang puas, karena cerita tidak memberikan ruang lebih untuk para karakter-karakter “kecil” lain.
Jadi makanya kesimpulan gua, Man of Steel adalah “pelengkap” dari film-film Superman sebelumnya, karena kalo tidak menonton film-film Superman sebelumnya, mungkin agak sedikit bingung dan kurang menikmati film ini.  Sedangkan tanpa Man of Steel, film-film Superman sebelum ini terasa kurang “nyawa” untuk mempretasikan kekuatan Superman yang ternyata benar-benar kuat.
Bagi yang sangat menyukai theme song Superman, dimana biasanya diputar di awal dan akhir, ketika Superman terbang dengan gagahnya setelah selesai “menyelamatkan dunia” kini tidak ada lagi theme song itu di Man of Steel.  Ya memang lagu tersebut tidak cocok kalo diputar di Man of Steel, mungkin itu juga yang membuat terasa ada yang kurang buat gua di film MOS.  Sebenarnya ada satu lagi hal yang kurang di MOS jika kita lihat film-film Supes sebelumnya, dimana sebenarnya hal itu salah satu daya tarik dari film Superman.  Tapi tidak akan gua bahas disini karena takut akan spoiler.  So sebagai film musim panas atau reboot Superman, Man of Steel cukup bertaji dan kabarnya akan ada sekuelnya yang bakal lebih heboh, judul sementara Batman Superman atau apa yah.  Intinya ada Superman sih :)

Thursday, February 14, 2013

THE IMPOSSIBLE (2012)





Salah satu genre film yang paling gua suka adalah genre disaster.  Namun jangan salah sangka, bukan karena gua suka special effect dari film jenis begini, meskipun terus terang memang untuk adegan disasternya kadang sineas yang terkait mampu menampilkan adegan yang spektakuler.  Tapi bukan itu inti kenapa gua suka film bertema bencana alam.  Yang gua suka adalah koneksi dan interaksi sesama karakter yang ada di film.  Itulah sebenarnya yang menjadi kunci sebuah film bencana mampu menarik minat gua disamping memang special efek yang tentu saja mendukung film tersebut.

Dipenghujung tahun 2004, Asia Tenggara mengalami suatu musibah yang sangat besar.  Tsunami menghantam Aceh dan sebagian pesisir Asia Tenggara.  Memang menunggu waktu sampai ada sineas yang membuat film dengan latar belakang peristiwa itu.  Ada film Korea yang berjudul Haundae, yang mengambil tema Tsunami, tapi terus terang, filmnya tidak jelek tapi kurang berkesan buat gua.  Lalu ada filmnya Clint Eastwood yang berjudul Hereafter,  temanya ada yang menyerempet tsunami yang menimpa pada salah satu karakternya.  Efeknya hmmm…menurut gua lebih realistis dibandingkan Haundae tapi sayangnya belum terlalu mengena di hati juga.  Mungkin juga ada film-film lain yang mengambil tema serupa dan gua tidak mengetahuinya.

Kini, tidak pernah gua dengar sebelumnya, muncul The Impossible yang benar-benar diambil dari kisah nyata, sebuah keluarga yang benar-benar mengalami kejadian Tsunami 2004 di Thailand. Satu keluarga yang terdiri dari suami, istri dan 3 anak laki-laki mereka. 
Sang ayah dan suami diperankan oleh Ewan McGregor.  Sebenarnya dia mulai terkenal sejak Trainspotting, tapi gua mulai kenal dia di Nightwatch atau Star wars The Phantom Menace ya, gua lupa.  Terus terang aktingnya disini biasa saja, sampe dia mengeluarkan tangisan yang tertahan, dapet banget aktingnya disitu.

INI NIH WAJAH SANG SUTRADARANYA
Namun diatas akting semuanya adalah Naomi Watts, yang menurut gua tampil luar biasa, pantas dia mendapatkan nominasi aktris terbaik di Golden Globe.  Segala yang dipersembahkan Watts disini sangat superb sekali dan bagusnya semua itu didukung oleh penampilan lumayan apik dari anak sulungnya yang diperankan oleh Tom Holland.  Kedua karakter ini memang yang lebih dititikberatkan oleh sang sutradara J.A Bayona berdasarkan pengamatan super teliti dari gua.  Gua belum nonton The Orphanage, jadi gua belum bisa berkomentar banyak tentang bapak sutradaranya.
Meskipun ini berdasarkan kisah nyata tapi tetap aja ada beberapa adegan klise  dengan tujuan membuat penonton menahan nafas dan sedikit gemes.  Tapi buat gua kok adegan-adegan tersebut tidak terkesan pas di film.  Namun harus diakui ada beberapa adegan yang bikin haru, ya itu terutama adegan Ewan nangis terisak-isak.

Satu lagi  yang patut gua acungi jempol adalah adegan tsunaminya yang menurut gua, Di film inilah yang  paling realistis.  Tidak berlebihan efeknya bahkan malahan terlihat sangat nyata.  Bravo buat para kru special efeknya.  Dan adegan tsunaminya mampu memberikan efek betapa berbahayanya bencana ini kepada penonton.

DUET YANG PAS

So saran gua tontonlah film ini, karena disinilah kita bisa lebih merasakan arti sebuah keluarga.  Dan yang bikin gua salut, adalah perintah Maria untuk Lucas agar berbuat sesuatu yang berarti untuk orang lain walaupun diri sendiri sedang berada dalam kesulitan.  So jangan sampai tertimpa kesulitan atau musibah, baru kita menyadari arti dari sebuah keluarga.  Mungkin dengan menonton film ini, bisa memberi kita sebuah masukan yang sangat berharga, walaupun menurut kacamata gua, film ini tidak terlalu superb banget kecuali aktingnya Naomi Watts dan adegan tsunaminya dan oh lupa, satu lagi yaitu adegan nangisnya Ewan.
Powered By Blogger