Thursday, January 13, 2011

SLEEPLESS IN SEATTLE (1993)


Salah satu film yang masuk daftar film romantis favorit gua yaitu adalah film ini. Sedikit sih film romantis yang gua suka, abis kan gua cowo hehehe….cowok kan harus macho wakakaka…Ga ding. Cukup banyak juga film favorit gua seperti yang pernah gua bahas yaitu Notting Hill juga termasuk deretan film romantis favorit gua.

Sedikit trivia, banyak orang salah kira. Bahwa Sleepless in Seattle adalah film pertama dimana Tom Hanks dan Meg Ryan. Padahal mereka sebelum ini sudah bekerja sama dalam film Joe Vs The Volcano. Dan setelah Sleepless mereka kembali bersatu dalam You’ve Got Mail.


Meg Ryan mungkin saat itu sedang lagi jaya-jayanya. Film-filmnya laris manis setelah era When Harry Met Sally. Dan di film ini memang Ryan bisa memancing emosi penonton untuk menyukainya. Chemistry antara dia dan Hanks sangat luar biasa. Mungkin karena pernah bermain bersama sebelumnya. Sayang setelah gosipnya dengan Russell Crowe, karir Ryan menurun bahkan sekarang hampir tidak pernah mendengar filmnya lagi.

Sedangkan untuk Hanks, mungkin film inilah yang mendongkraknya menjadi seorang super star dengan pemasukan filmnya yang hampir rata-rata di atas 100 juta dolar. Sebagai catatan, istrinya Hanks, Rita Wilson pun ikut maen di film ini.



Cerita cinta yang sudah umum dibuat dengan manis oleh Nora Ephron sang sutradara. Kita akan dibuat penasaran sepanjang film bahkan sampai akhirpun kita akan dibuat penasaran. Cerita sederhana yang dibuat dengan sederhana menjadi sebuah film sederhana yang menarik sekali. Banyak lagu-lagu yang menghiasi film ini membuat kita seakan-akan terbuai oleh masing-masing karakter. Diselipi oleh humor cerdas yang membuat kita tertawa pas disela-sela suasana romantis.

So I am sure, you gonna love their chemistry in this movie and of course you gonna love the movie as much as I do.

Tuesday, January 11, 2011

THE TOWN (2010) VS TAKERS (2010)



Gua membandingkan dua film ini karena menurut gua temanya yang hampir sama yaitu perampokan. Gua bahas tentang The Town dulu karena gua nonton film ini lebih dulu. Ada beberapa aktor yang cukup piawai menjadi seorang sutradara. Sebut saja Mel Gibson, kemudian opa Clint Eastwood. Dan menurut gua kini muncul satu lagi potensi baru yang terlihat bakatnya. Kita kenal Ben Affleck lewat filmnya Armageddon, Pearl Harbor atau The Sum of All Fears. Meskipun sebenarnya Affleck sudah pernah meraih Oscar lewat skenario terbaik untuk Good Will Hunting bersama rekannya Matt Damon. Setelah menjajal menjadi sutradara lewat Gone Baby Gone (gua belum nonton), maka ini adalah karya keduanya. Affleck cukup piawai memandu para aktor karena mungkin backgroundnya yang memang seorang aktor makanya terlihat sekali bahwa mereka semua berakting dengan “santai” tapi menghasilkan performance yang luar biasa. Secara kesatuan, para pendukung The Town berhasil memberikan cast ensemble yang pas.

Mungkin secara keseluruhan, memang mereka berhasil bermain kompak. Tapi gua memuji penampilan Jeremy Renner. Dia yang paling menonjol diantara semuanya. Pete Postlewaite pun lumyan (gua turut berduka cita karena beliau sudah meninggal sekarang).
Mengenai ceritanya sendiri. Bila ada yang sudah menonton Heat-nya Robert De Niro dan Al Pacino, mungkin akan merasakan bahwa ceritanya mirip. Apalagi ditambah bumbu romance antara Affleck dan Rebecca Hall. Memang The Town lebih menekan drama antar tokohnya, terutama tokoh Claire dan Doug. Sedangkan aksi perampokannya sendiri tidak bisa dibilang spektakuler, hanya bisa dinilai cukup baik (tidak buruk). Endingnya pun klise menurut gua, tidak ada yang baru. Bujet The Town 37 juta dolar, dan sejauh ini sudah menghasilkan 144 juta di seluruh dunia.


Takers, sama seperti The Town memiliki karakter yang cukup banyak. Sebenarnya gua suka film dengan karakter yang jumlahnya cukup banyak, lebih menarik menurut gua. Tema sama, tentang perampokan. Pemainnya pun cukup terkenal seperti Matt Dillon, Paul Walker, Hayden Christensen. But let’s talk about director first. Sutradaranya bernama John Luessenhop. I barely know about him. Kalo dilihat dari imdb, ini adalah film keduanya setelah Lockdown (2000). Jika dibandingkan dengan The Town, film ini lebih berfokus ke aksi perampokannya. Dimana menurut gua, perampokan di awal film cukup jenius. I like it.. Kesulitan para karakter lebih ditekankan di film ini dan menurut gua adegan romance-nya tidak sekental The Town dan itu merupakan hal yang cukup bagus karena sebuah film tidak harus selalu memasukkan adegan romans untuk menjadi sebuah film yang bagus. Untuk adegan aksi ensemble castnya ok tapi kemampuan akting para pemainnya jauh jika dibandingkan dengan The Town. Hanya adegan aksinya memang lebih banyak dibandingkan The Town. Gua melihat Hayden baku hantamnya lebih dewasa dan brutal jika dibandingkan waktu di Star Wars dan Jumper. Akting yang bagus datang dari Matt Dillon dan Jay Hernandez cukup lumayan. Sekali lagi problematik kehidupan para karakter disini lebih dominan dibandingkan dengan The Town. Itu yang membuat film ini cukup menarik.

Ending film pun tidak ada yang istimewa hampir sama tidak menariknya dengan The Town. Dengan bujet yang lebih rendah 5 juta dolar. I wonder padahal adegan rusak merusaknya lebih banyak disini dibandingkan The Town. Takers sudah menghasilkan 68 juta dolar di seluruh dunia. Andai Takers diberi dana lebih banyak, gua yakin adegan aksinya akan lebih menarik lagi.
So keunggulan The Town adalah akting pemainnya yang luar biasa dan gua suka gaya penyutradaraan Affleck lalu Jeremy Renner masuk nominasi Golden Globe untuk aktor pendukung terbaik dan hasil di box office pun lebih tinggi dibandingkan Takers. Sedangkan keunggulan Takers adalah inti ceritanya yang lebih kompleks dengan kesulitan-kesulitan yang dialami para karakternya lalu aksi perampokannya yang lebih menarik.

Monday, January 10, 2011

KICK-ASS (2010)


Setelah menonton Scott Pilgrim vs The World, gua jadi lebih penasaran dengan Kick Ass yang kata banyak orang keren banget. Well, gua cerita dikit dulu. Nicolas Cage dari dulu memang ingin sekali memerankan tokoh superhero. Terwujud dalam film Ghost Rider. Kini kembali terlampiaskan lewat film ini. Seorang karakter bertopeng, mungkin tidak bisa disebut superhero karena tidak punya kekuatan super, toh Batman pun bisa dianggap pahlawan super walaupun tidak punya kemampuan super. He looks old and tired (maybe because in this movie, he lost his wife), Masih ok buat gua, karena disini gua bukannya ingin melihat kesaktian akting Cage. Aaron Johnson pemeran utama di film ini, by the way who is he? Gua kok ga pernah denger tentang dia. Suaranya terdengar mirip si Tobey Maguire. Gua liat imdb dulu, hmmm…pernah maen jadi Charlie Chaplin di Shanghai Knights, pernah maen juga di The Illusionist. And Guess what, bakal ada Kick Ass 2 : Balls to the Wall. Namun diantara semuanya, gua yakin pasti kalian akan sangat-sangat menyukai karakter Hit Girl yang dimaenkan oleh Chloe Grace Moretz dengan sangat-sangat menyakinkan. Dialah motor penggerak yang membuat film ini berjalan maju dengan gagah perkasa. Sudah terlihat bakatnya setelah menonton Chloe lewat film (500) Days of Summer. Dan disini Chloe sudah mengeluarkan kemampuan fisiknya semaksimal mungkin. Two thumbs up. Mark Strong yang berperan sebagai villain, sebenarnya tidak jelek permainannya namun masih kalah jauh dari kharismanya dalam Body of Lies.

Matthew Vaughn, sang sutradara berhasil membuat film superhero yang cukup membuat tensi naek turun bahkan kadang terasa ironis sekali. Vaughn berhasil memvisualisasikan adegan-adegan yang memutarbalikan kebanyakan film Hollywood. And it turned out to be a fun movie. I enjoy the movie. Bahkan gua sampe lupa bahwa ini adalah sebuah film superhero, yang kebetulan diambil dari sebuah komik. Padahal sebelumnya, gua menilai Vaughn gagal menggarap Stardust (Michelle Pfeiffer). But he did it this time.


Dibandingkan dengan Scott Pilgrim, gua lebih memihak film ini karena film ini lebih memiliki aspek-aspek sebuah film. Kebetulan gua lagi inget, sebenarnya sepanjang film banyak dihiasi oleh banyak lagu. Namun menurut gua, ada beberapa musik di film ini, yang pas banget. Menyentuh sekali. Memorable scene. Tapi tolong diingat, tingkat kekerasan dan kesadisan film ini cukup tinggi terlebih lagi hal tersebut dilakukan oleh anak kecil. Jadi harap diperhatikan hal tersebut jika ingin mengajak anak kecil untuk menontonnya.


Padahal film menyiratkan banyak hal yang sebetulnya sering terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari. Berbagai sindiran banyak dilontarkan oleh Vaughn. Dan itu yang membuat film ini sangat menarik. Tetapi untuk menjadi rival dari film superhero lain seperti Batman Begins, The Dark Knight dan Watchmen, film ini kurang “perkasa” namun yang pasti masih banyak film-film pahlawan super lain yang lebih jelek dibandingkan Kick Ass.

Wednesday, January 5, 2011

SCOTT PILGRIM VS THE WORLD (2010)


Gua sih tidak termasuk game mania banget, memang gua suka maen game dari konsol jaman jebot, dari Atari, Nintendo, sega, super Nintendo sampai yang sekarang PS2. PS3, Xbox, gua ga beli karena dananya kurang (kalo mau nyumbang, gua terima kasih banget deh).



Menonton film ini, mau tidak mau gua tertawa melihat cara penyajiannya seperti campuran bermain game dan membaca komik. Unik dan brilian menurut gua. Bahkan ketika berhasil menaklukan musuh, maka musuhnya akan berubah menjadi uang yang bisa kita kumpulkan. Kocak. Cerita yang sangat standar untuk golongan remaja tapi dikemas dengan style yang mungkin sudah umum bagi gamer atau pembaca komik tapi baru kali ini ada yang berani mewujudkannya dalam layar lebar. Bahkan bonus 1up menjadi elemen penting dalam film ini (meningatkan gua akan game Super Mario Bros)



Banyak aktor yang mendukung film ini seperti Chris Evans, Brandon Routh, juga ada Kieran Culkin yang cukup pas bermain sebagai gay disini. Aktor utamanya Michael Cera bermain cukup bagus bahkan adegan aksinya pun patut dipuji begitu juga dengan Mary Elizabeth Winstead (rambut berwarnanya mengingatkan gua akan karakter yang dimainkan oleh Kate Winslet dalam Eternal Sunshine of The Spotless Mind). Winstead pun beradegan aksi di film ini, kinda cool.

Banyak lagu yang menghiasi lagu ini, jujur banyak yang gua ga tau lagunya. Tapi lagu-lagu ini yang cukup memberi jiwa untuk film ini bahkan merupakan unsur penting dalam sebuah pertarungan. Luar biasa.


Sekali lagi pembuktian bahwa cerita yang cukup sederhana namun apabila disajikan dengan cara yang tidak biasa bisa menjadi sebuah film yang cukup menarik. Yang pasti gua tidak bosen untuk mengikuti terus kisah Scott Pilgrim sampai akhir. Visualisasi yang tidak biasa dengan polesan spesial efek secukupnya.

Mungkin ini bukan film yang luar biasa banget, bahkan mungkin ini bukan film untuk setiap orang (dalam artian tidak semua orang bakal menyukai film ini). Tapi ini film nyeleneh yang menceritakan tentang topik paling umum dalam sejarah perfilman, yaitu cinta. Maybe you don’t like it, but I like it. Perpaduan maen game dengan visualisasi gaya komik yang cukup berhasil. Two thumbs up for Edgar Wright (director). Mungkin ke depannya pemeran Knives Chau pun cukup menjanjikan karirnya.
Powered By Blogger