Sunday, November 9, 2008

BANGKOK DANGEROUS

Joe (Nicholas Cage) adalah seorang pembunuh bayaran yang sangat berhati-hati dalam tugasnya. Tidak pernah meninggalkan jejak setelah aksi pembunuhannya. Termasuk kurir yang ditugasinya untuk mengambil keperluannya. Setelah aksinya di Praha, Joe pergi ke Bangkok untuk mengerjakan 4 tugas pembunuhan yang disuruh oleh Surat (Nirattisai Kaljaruek).


Di Bangkok, Joe mempekerjakan Kong (Shahkrit Yamnarm), seorang pencopet jalanan, sebagai kurirnya. Entah kenapa Joe malah melatih Kong berbagai ketrampilan seperti menembak, bela diri. Lalu Joe pun berkenalan dengan Rain (Charlie Yeung) yang tuna rungu. Karena suatu peristiwa, Rain mengetahui bahwa Joe adalah seorang pembunuh. Rain pun jadi membenci Joe. Di akhir tugasnya, Surat menyuruh Joe untuk membunuh seorang tokoh penting. Namun karena Surat tidak ingin rahasianya terbongkar makanya dia menculik Kong dan pacarnya , Aom untuk mengetahui tempat rahasia Joe. Agar dia bisa menyuruh anak buahnya untuk membunuh Joe. Bagaimana Joe menyelesaikan tugasnya? Dan bagaimana hubungannya dengan Rain? Apakah Kong dan pacarnya akan selamat?

COMMENT
Setelah membuat film pertamanya di Hollywood, The Messenger, Pang brothers me-remake film Thailand mereka yang berjudul sama. Namun agar sesuai dengan standar Hollywood, dibuat sedikit perubahan dengan bantuan penulis skenario, Jason Richman. Cerita seorang pembunuh bayaran sudah sering difilmkan. Contohnya Leon the Professional (Jean Reno) , Assasins (Stallone), Replacement Killers (Chou Yun Fat). Kini setingnya terjadi di Thailand, lengkap dengan kuilnya, pasar terapung di atas sungai. Selayaknya cerita seorang pembunuh bayaran, biasanya sudah menjadi pakem bahwa sang pembunuh bayaran luluh hatinya oleh suatu hal dan ingin meluruskan hidupnya. Dan begitulah dengan Joe disini. Semua pemain kebanyakan adalah orang Thailand kecuali Cage dan Charlie Yeung (Seven Swords, New Police Story) yang berasal dari Hongkong. Dan rata-rata akting pemainnya biasa saja tidak ada yang istimewa.


Aksi-aksi di film ini pun biasa sekali, masih kalah dengan gayanya Chou Yun Fat sebagai pembunuh bayaran. Sebenarnya ada adegan dramatis ketika Joe menembak dua orang di belakang Rain sedangkan Rain tidak menyadarinya karena dia tuli. Namun tidak dibuat maksimal oleh Pang Brothers karena menurut saya adegan itu sangat penting. Karena adegan itu adalah titik awal dan titik balik perasaan Rain terhadap Joe dan juga perasaan Joe yang ingin mengakhiri kehidupan gelapnya karena secarik kertas yang ditulis oleh Rain.

Well, saya nonton film ini dengan harapan tinggi karena ini remake film Pang Brothers sendiri dan didukung oleh bujet yang besar US$ 45 juta. Tentu saja dengan harapan apa yang mereka tidak bisa wujudkan di filmnya yang original, bisa diwujudkan disini. Saya belum nonton film originalnya, tapi dengan hasil seperti ini, saya tidak terlalu berniat untuk menontonnya. Sorry Cage no star for you this time. It’s not so dangerous anyway.

IRONMAN

Tony Stark adalah seorang jenius muda yang kaya raya karena perusahaannya Stark Industry memproduksi senjata. Ketika sedang mendemonstrasikan senjata terbarunya, rudal Jericho di Timur Tengah. Stark diculik oleh kawanan teroris The Ten Rings. Dimana Stark dipaksa untuk membuat rudal Jericho. Di sini Stark berkenalan dengan Yinsen. Berdua dengan Yinsen, Stark membuat sebuah baju besi canggih untuk melarikan diri dari sarang teroris. Stark berhasil melarikan diri dengan bantuan Yinsen.



Pulang ke Amerika, cara pikir Stark berubah. Dia tidak ingin lagi memproduksi senjata. Hal ini ditentang oleh Obadiah Stane, partner ayahnya Karena kalah suara dengan dewan perusahaan. Stark ‘dirumahkan’. Dalam kesenggangannya, Stark berusaha kembali merakit baju besi yang lebih canggih, lebih powerful.



Tanpa sepengetahuan Stark, kembali pengiriman senjata terjadi ke tempat dimana The Ten Rings berkuasa. Demi menolong penduduk di sana, Stark berubah menjadi Ironman dan meledakkan supply senjata The Ten Rings. Namun tentara Amerika segera mengerahkan dua pesawat tempur untuk menggempur sebuah benda tak dikenal. Teman dekat Stark, Kolonel Rhodes akhirnya mengetahui bahwa benda itu adalah Stark.



Lewat bantuan Pepper Pots, asisten kepercayaan Stark, akhirnya terbongkar sebuah rahasia di Stark Industry. Siapakah dalang dari semua ini? Bagaimana cara Stark membereskan masalah ini? Sedangkan prototype baju besi pertama yang digunakan Stark untuk meninggalkan sarang teroris ditemukan oleh kelompok The Ten Rings?

COMMENT
Kembali sebuah film Superhero diproduksi Hollywood. Dan kali ini giliran komik superhero keluaran Marvel. Disutradarai oleh Jon Favreau, sutradara Elf dan Zathura. Tapi pernah juga bermain sebagai partner pengacara Ben Affleck dalam Daredevil, juga pernah main dalam serial Friends jadi milioner pacarnya Monica Geller. Sedangkan pemeran Tony Stark akhirnya jatuh ke tangan Robert Downey Jr. padahal sebelumnya Tom Cruise yang direncanakan untuk menjadi Tony Stark. Asisten kepercayaannya dimainkan oleh Gwyneth Paltrow. Teman dekat Stark, Kolonel Rhodes diperankan oleh Terence Howard. Lalu Obadiah Stane diperankan oleh aktor kawakan Jeff Bridges. Lalu di akhir film setelah credit title keluar semua ada cameo Samuel L. Jackson sebagai Nick Fury pimpinan SHIELD.

Seperti Batman Begins, film ini dimulai dari bagaimana awal lahirnya Ironman. Dengan spesial efek canggih yang membuat kecanggihan Ironman terlihat di film. Proses pembuatan baju Ironman pun cukup menarik untuk diikuti. Juga percikan-percikan cinta antara Stark dan Potts pun cukup menarik. Hanya sayang adegan aksinya termasuk sedikit dan sebentar. Hanya adegan terakhir melawan Ironmonger yang agak lama tapi itu pun masih belum maksimal. Di luar semua itu, menurut saya Ironman adalah film superhero yang memuaskan dibandingkan Superman Returns dan The Incredible Hulk. Dan setara dengan Spiderman tapi masih dibawah Batman Begins. (The Dark Knight saya belum nonton)



Well akhir kata, saya memberi satu bintang untuk Jon Favreau yang sudah memvisualisasikan Ironman dengan begitu detil dan nyata. Lalu saya memberi satu bintang lagi untuk hubungan asmara terselubung antara Stark dan Potts yang menggemaskan. Sebenarnya saya ingin memberi satu bintang untuk adegan aksinya tapi tidak jadi karena masih belum memuaskan. So dua bintang dari lima bintang untuk Ironman.

Thursday, November 6, 2008

THE X-FILES : I WANT TO BELIEVE

Film ini bercerita tentang penculikan seorang agen FBI. Lalu Agent Mosley Drummy (Xzibit) dan Agent Dakota Whitney (Amanda Peet) meminta bantuan Fox Mulder (David Duchovny) yang sudah keluar dari FBI untuk ikut membantu. Sedangkan Dana Scully (Gillian Anderson) pun sudah keluar dari FBI dan bekerja di sebuah rumah sakit.




Selain Mulder, FBI pun dibantu oleh seorang paranormal yang bernama Father Joseph (Billy Connolly) yang mendapat penglihatan dimana sang korban disekap. Selama dalam pencarian, kembali ada korban kedua yang diculik. Scully yang tidak percaya dengan hal mistis, tidak mempercayai Father Joseph. Dia pun sedang menghadapi masalah di rumah sakit. Ada seorang pasiennya yang sedang parah dan harus segera diatasi.



Apakah Mulder berhasil menemukan para korban penculikan? Apakah benar Father Joseph seorang paranormal? Bagaimana dengan Scully yang menghadapi pertentangan batin ketika diberitahu sesuatu oleh Father Joseph?

COMMENT
Film bioskop pertamanya muncul pada tahun 1998 dan bertajuk The X-Files : Fight the Future. Dan sukses meraup lebih dari US$ 100 juta. Kini setelah hampir 10 tahun baru muncul film keduanya. Jelas bukan sekuel karena ceritanya tidak nyambung dari yang pertama. Mungkin bagi penggemar serial televisinya akan menyambut dengan antusias film ini. Tapi sayangnya untuk yang bukan penggemar film ini mungkin akan kecewa. Karena film ini sangat standar sekali. Tidak ada hal-hal yang berbau konspirasi, misterius dan ending yang rumit. Semua hal berlangsung datar-datar saja.

Yang berada di balik kursi sutradara kali ini, adalah Chris Carter sang creator dari The X-Files. Well, mungkin terbiasa dengan serial televisi-nya, Chris Carter tidak membuat sesuatu yang baru pada film ini. Tidak ada lonjakan ketegangan yang berarti, malahan bisa dibilang datar-datar saja. Mungkin Chris Carter hanya ingin bernostalgia dengan film ini.
Pemeran utamanya tetap dipegang oleh David Duchovny dan Gillian Anderson. Disinilah hubungan antara Mulder dan Scully diperlihatkan lebih jauh. Di film ini mereka diperlihatkan sedang menjalin suatu hubungan asmara. Sedangkan karakter dari serial televisi-nya yang muncul adalah Walter Skinner (Mitch Pillegi), itupun hanya di akhir film.

Akhir kata, menurut saya lebih baik film ini tidak main di bioskop tapi harusnya dibagi dua episode dan diputar di televisi saja. Karena untuk ukuran film bioskop, film ini tidak ada apa-apanya. Tapi untuk ukuran televisi, film ini masih bisa dibilang lumayan. Bila anda memang penggemar fanatik The X-Files, maka anda harus menonton film ini karena ada kelanjutan hubungan antara Mulder dan Scully. Tapi bagi yang bukan penggemar, lebih baik anda menonton film lain saja. No star for this movie. Sorry.

Wednesday, November 5, 2008

THE INCREDIBLE HULK

Film dimulai dengan sekilas cuplikan apa yang terjadi dengan Bruce Banner (Edward Norton), Betty Ross (Liv Tyler) dan ayahnya Jendral Thadeus Ross (William Hurt). Dan bagaimana Bruce bisa berubah menjadi Hulk.

Kemudian adegan beralih ke Brazil dimana Bruce berbaur dengan penduduk setempat dan berusaha mengendalikan kemarahannya agar tidak berubah menjadi Hulk. Disini Bruce berhubungan lewat internet dengan seseorang yang mengaku bernama Blue, dan berdiskusi dengan Blue tentang penyakitnya ini. Namun karena sesuatu kecelakaan kecil, darah Bruce jatuh menetes ke dalam botol minuman yang akan diekspor ke Amerika. Ternyata hal ini terlacak oleh Jendral Ross, sehingga membentuk tim untuk menangkap Bruce yang dipimpin oleh Mayor Emil Blonsky (Tim Roth).

Betapa kagetnya Blonsky ketika Bruce berubah menjadi Hulk dan memporak-porandakan anak buahnya. Hal ini membuat penasaran Blonsky dan mendesak Jendral Ross untuk menceritakan segala sesuatunya tentang Hulk. Sedangkan Bruce pun terpaksa kembali ke Amerika.

Disinilah Bruce yang ternyata masih mencintai Betty, diam-diam memperhatikan Betty dari jauh. Walaupun dia kecewa karena Betty sedang menjalin hubungan dengan Dr. Lennord Samson (Ty Burrell). Dan ternyata Betty pun masih mencintai Bruce dan memberikan Bruce data penelitian tentang sinar gamma yang telah dihapus dari data militer. Namun karena cemburu, Dr. Lennord melaporkan keberadaan Bruce kepada Jendral Ross. Dan terjadilah pertempuran seru antara tentara yang dipimpin oleh Blonsky yang ternyata telah disuntik obat menjadi tentara super dengan Bruce yang berubah menjadi Hulk di sebuah universitas.
Berhasil selamat membawa Betty, Bruce berusaha mencari Blue untuk mencari tahu tentang penyakitnya. Tapi terlacak kembali oleh Jendral Ross dan kali ini Jendral Ross tidak ingin Bruce lepas nekad menyuntik Blonsky dengan serum. Bruce berhasil ditangkap tapi sebelumnya Blue berhasil membuat Bruce bisa mengendalikan kekuatan hijau dalam tubuhnya. Celakanya Blonsky memaksa Blue untuk menyuntikan zat yang sama yang diberikannya kepada Bruce. Dan ternyata hasilnya, membuat Blonsky berubah menjadi monster besar bernama Abomination. Bagaimana cara mengalahkan Abomination yang dengan ganas menyerang penduduk kota sedangkan Bruce baru saja bisa mengendalikan kekuatannya?


COMMENT
Dalam benak saya, dengan dirubahnya seluruh jajaran pemain dan sang sutradara dari film sebelumnya. Membuat The Incredible Hulk menjadi lebih baik. Begitulah anggapan saya pertama kali sebelum menontonnya. Well, ternyata anggapan itu salah. Film ini jelas tidak luar biasa walaupun mungkin lebih baik sedikit dari Hulk garapan Ang Lee. Dan itu karena faktor adegan di penghujung film yang luar biasa. Berbeda jauh dengan endingnya Hulk versi Eric Bana yang terasa sedikit memusingkan dan entah penonton mau dibawa kemana.

Louis Leterrier yang pernah membuat Transporter 2 dan Danny The Dog (Unleashed) yang menurut saya salah satu film Jet Li yang terbaik, membuat sosok Hulk menjadi lebih sangar dibandingkan yang terdahulu. Tapi membuat semuanya tanggung, seakan-akan kekuatan Hulk tidak mencapai maksimal (kecuali di adegan akhir). Saya ingat adegan Hulk yang berkelahi dengan para anjing di film yang pertama. Sebuah adegan yang spektakuler dan menegangkan. Tapi disini tidak ada adegan yang setegang itu (kembali lagi kecuali bagian akhir film). Liv Tyler pun tidak bisa menghidupkan karakter Betty yang cerdas berbeda dengan penampilan Jennifer Connely. William Hurt dan Tim Roth pun bermain biasa sekali. Sedangkan Edward Norton sedikit lebih baik dari Eric Bana karena bisa menampilkan seorang Bruce yang lelah dalam pelarian dan berusaha keras dalam mengendalikan dirinya.
Yang agak sedikit mengejutkan adalah munculnya Robert Downey Jr sebagai Tony Stark di film ini, Namun kita tahu bahwa Hulk dan Ironman tergabung dalam kelompok superhero bernama Avenger. Dan Lou Ferrigno (pemeran Hulk dalam serial TV) muncul sekilas sebagai satpam.
Dan satu yang agak sedikit mengganggu adalah kebanyakan adegan terjadi di malam hari sehingga kadang tidak terlalu jelas adegan demi adegan.

Well akhir kata, adegan terbaik adalah di bagian akhir film. Dan untuk adegan ini, saya memberikan satu bintang dari lima untuk film ini. Padahal saya berharap banyak dari film ini, mungkin karena harapan saya terlalu tinggi sehingga film ini jadi terlihat biasa saja. Hanya lebih baik sedikit dari Hulk-nya Ang Lee. Dan untuk Louis Leterrier, semoga lebih baik dengan proyek berikutnya Clash of the Titan.
Powered By Blogger