Sunday, November 30, 2008

TORTURED

Inti cerita film ini sederhana, tentang seorang agen FBI yang menyamar di sebuah organisasi yang dipimpin oleh Ziggy. Kevin (Cole Hauser) terpaksa menyamar menjadi tukang interogasi di sebuah organisasi rahasia untuk menangkap Ziggy. Ketika sedang menginterogasi Archie Green (Laurence Fishburne), Kevin mengetahui bahwa ayahnya, Jack (James Cromwell) yang merupakan direktur FBI, juga pernah berhubungan dengan Zigg. Urusan bertambah rumit ketika Kevin mempunyai trauma ketika pertama kali bekerja di organisasi tersebut dan harus berkonsultasi dengan sang psikiater (Kevin Pollak). Plus hubungannya dengan Becky (Emmanuelle Chriqui) retak sehingga Becky meninggalkannya. Bagaimana cara Kevin menangkap Ziggy yang tidak pernah dilihatnya itu?

COMMENT
Film produksi 2008 ini ditulis dan disutradarai oleh Nolan Lebovitz. Dibintangi oleh Cole Hauser (Paparazzi). Akting Fishburne disini agak sedikit berbeda. Setelah melihat akting berwibawanya di Matrix dan MI: 3. Disini dia malah jadi korban penyiksaan si Cole. Mengiba-iba, menjerit kesakitan. Coba kita lihat gebrakan dia jadi pemimpin di CSI yang baru. Si agen FBI Cole Hauser, saya lebih suka lihat dia di Paparazzi atau sebagai temannya Ben Affleck dan Matt Damon di Good Will Hunting. Sedangkan James Cromwell, beliau keliatan tuanya disini. Mengenai Emmanuelle Chriqui, di Don’t Mess with the Zohan, dia bermain dengan aksen yang saya pikir itu adalah aksen aslinya. Disini, aksennya beda lagi. Dan dia bermain lebih ekspresif disini dibandingkan di The Zohan. Dan ada sedikit tambahan, ada James Denton yang maen jadi suaminya Teri Hatcher di Desperate Housewives sebagai atasan si Cole. Permainannya ga beda jauh kayak di Desperate. Lalu sang psikiater, Kevin Pollak pernah menjadi asisten Tom Cruise dalam film A Few Good Men.

Adegan di film ini, sering flashback antara kejadian sekarang dan kejadian 6 bulan yang lalu ketika pertama kali Kevin menjadi anggota organisasi. Dan kalau kita tidak berkonsentrasi, agak sedikit bingung menggabungkan kejadian antara dua selang waktu tersebut. Tidak ada yang istimewa dari film ini kecuali adegan interogasinya yang agak sedikit diekspos meskipun tidak sesadis film-film lain. Dan endingnya pun agak sedikit tidak diduga. Karena sepanjang film, kita sudah dibuat bertanya-tanya siapakah sebenarnya Ziggy ,sang pemimpin.

Well, apabila anda sudah tidak mempunyai tontonan yang lain, silakan anda menonton film ini.
But Not recommended movie though.

P.S. Satu lagi tambahan, saya tidak menemukan hasil pendapatan dari film ini di BOM.

Friday, November 28, 2008

THE STRANGERS



Film dimulai dengan tulisan "What you are about to see is inspired by true events. According to the F.B.I. there are an estimated 1.4 million violent crimes in United States of America each year. On the night of February 11, 2005 Kristen McKay and James Hoyt went to a friend's wedding reception and then returned to the Hoyt family's summer home. The brutal events that took place there, are still not entirely known.”




Kristen McKay (Liv Tyler) dan James Hoyt (Scoot Speedman) pulang dari resepsi pernikahan ke rumah liburan milik Hoyt. Sebelumnya dikisahkan bahwa Hoyt melamar Kristen namun entah kenapa ditolak oleh Kristen. Sekitar jam empat subuh, ada seorang wanita yang mengetuk pintu menanyakan seseorang. Dan ketika Hoyt pergi keluar untuk membeli sesuatu, Kristen mulai diteror oleh seseorang yang memakai topeng. Ketika Hoyt kembali, ternyata sang peneror bukan hanya satu orang tapi tiga orang yang memakai topeng. Bagaimana cara Hoyt dan Kristen lolos dari terror orang-orang misterius itu?

COMMENT
Melihat kutipan di awal film sudah membuat kita merinding dan bertanya-tanya apa yang akan terjadi pada Kristen dan Hoyt. Memang film ini bernuansa tegang dari awal sampai akhir. Hal ini dibantu oleh cahaya remang-remang di sekitar rumah Hoyt dan di dalam rumah. Namun sayang sekali, film ini terjebak dengan tipikal film horror thriller sejenis, yaitu bahwa sang penjahat selalu ada dimana-mana, sedangkan sang pemeran utama selalu saja harus bergerak sendiri-sendiri bukannya bekerja sama. Dan akhirnya film ini hanyalah dibuat sekedar untuk menakut-nakuti penonton tanpa mempunyai nilai lebih.

Namun penampilan Liv Tyler disini lebih dominan dibandingkan dengan penampilannya di The Incredible Hulk yang seakan-akan hanya tempelan belaka tanpa banyak arti. Sedangkan Scott Speedman yang pernah tampil bareng Kate Beckinsale di dwilogi Underworld, tidak banyak membantu di film ini. Tetapi hasil dari film ini termasuk menguntungkan, dengan bujet hanya US$ 9 juta tapi menghasilkan US$ 52 juta di Amrik dan US$ 23 juta di seluruh dunia.

Well, jika anda penggemar film thriller horor, film ini cukup menegangkan dari awal sampai akhir. Namun jika anda ingin mencari film thriller horror yang berbeda, anda tidak akan mendapatkannya disini. No star for this movie.

Wednesday, November 26, 2008

MAMMA MIA



Menjelang pernikahannya, Sophie Sheridan (Amanda Seyfried) yang tidak mengetahui siapa ayahnya, diam-diam mengundang tiga orang pria berdasarkan buku harian ibunya, Donna Sheridan (Meryl Streep). Mereka adalah Sam Carmichael (Pierce Brosnan), Harry Bright (Colin Firth) dan Bill Anderson (Stellan Skarsgard).
Namun Donna akhirnya mengetahui kedatangan ketiga pria dari masa lalunya itu. Hal ini membuatnya sedikit terguncang. Karena dia pun sebenarnya tidak tahu siapa ayah Sophie.

COMMENT
Film musikal yang bersetingkan di Yunani ini mengusung lagu-lagu lama dari kelompok ABBA. Yang hebatnya alur cerita disesuaikan dengan lirik-lirik lagu mereka. Tidak dipaksakan. Luar biasa. Ditambah endingnya yang agak sedikit unpredictable.

Penampilan yang luar biasa dari Meryl Streep. Bukan hanya dia bernyanyi tapi mimik dan gerakannya sesuai dengan lagu yang dinyanyikan. Dari Mamma Mia, dimana Meryl bertingkah seperti gadis remaja yang sedang jatuh cinta. Lalu bersedih ketika lagu Chiquitta dan menjadi seorang Dancing Queen diiringi oleh seluruh wanita di desa itu dan ketika dia mencurahkan seluruh perasaannya selama ini kepada Pierce Brosnan dalam lagu Winner Takes it All. Sedangkan diantara ketiga pemeran pria generasi tua, yang paling dominan bernyanyi adalah Pierce Brosnan. Walaupun suaranya agak nge’bas’ dan agak sedikit ‘maksa’ di nada tinggi tapi terbantu oleh gaya bernyanyinya yang cool.

Well, adegan favorit saya adalah ketika sohibnya Donna yang dimainkan oleh Julie Walters dan Christine Baranski bernyanyi Dancing Queen di awal lagu dan Meryl Streep loncat-loncat di ranjang lalu pergi ke arah dermaga diikuti oleh seluruh wanita dan mereka menari disana. Saya ikut merasakan betapa generasi tua ini bernyanyi seakan-akan mereka memang bernostalgia dengan lagu tersebut. Saya memberi satu bintang untuk adegan ini. Lalu penampilan solo dari Meryl Streep dalam lagu Winner Takes it All yang luar biasa dan benar-benar penuh penghayatan. Another Star for this scene. Dan walaupun hanya sebentar, tapi buat saya adegan silhoute bayangan di kegelapan pada akhir film sedikit classy. I like it. Plus one star again.

So tiga bintang untuk film musikal yang satu ini. Bila anda penggemar ABBA so pasti jangan lewatkan film ini. Dan bagi anda yang suka film musikal, well inilah salah satu film musikal yang sangat-sangat menghibur dan menyenangkan. Dan bagi anda yang tidak suka film musikal, film ini bisa menjadi awal yang baik untuk mulai menyukainya.

Monday, November 24, 2008

SWEENEY TODD

Dari arah kegelapan kabut, muncul sebuah kapal. Ketika sudah menepi di pelabuhan London, Sweeney Todd (Johnny Depp) dan Anthony (Jamie Campbell Bower) turun dari kapal. Todd ternyata punya cerita sedih disini. Dia difitnah oleh Hakim Turpin (Alan Rickman). Karena Turpin jatuh cinta dengan istri Todd. Dan Todd diasingkan.

Demi membalas dendam Turpin. Todd menyewa tempat tinggalnya dulu pada seorang wanita, Mrs. Lovett (Helena Bonham Carter). Menurut Lovett, istri Todd sudah meninggal minum racun, sedangkan anak perempuannya, Johanna (Jayne Wisener) diadopsi oleh Turpin.

Untuk menjadi terkenal di London, Todd menantang tukang cukur terkenal, Pirelli (Sacha Baron Cohen). Setelah kalah, Pirelli mendatangi tempat cukur rambut milik Todd dan membongkar masa lalunya. Tanpa segan-segan, Todd membunuhnya.


Tanpa sengaja, Anthony melihat Johanna yang sedang duduk di pinggir jendela dan langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. Melihat hal ini, Turpin murka dan menyuruh bawahannya, Beadle (Timothy Spall) untuk mengirim Johanna ke tempat orang gila.

Berhasilkan Todd membalas dendam pada Turpin? Apakah cinta Anthony dan Johanna akan menemui akhir yang bahagia?

COMMENT
Tim Burton bekerja sama lagi dengan Johnny Depp ke sekian kali setelah Edward Scissorhands, Charlie & The Chocolate Factory, Sleepy Hollow, Corpse Bride dan Ed Wood. Dengan seleranya yang aneh dan unik, Tim membuat film ini menjadi film musikal. Padahal menurut saya, film yang banyak mengandung aspek psikologis ini akan lebih baik jika tidak dijadikan film musikal. Dengan seting yang hampir sepenuhnya gelap karena memang menggambarkan suasana tokoh-tokoh di film ini. Hanya satu adegan terang benderang ketika Lovett dan Todd berpiknik di sebuah padang rumput. Sekali lagi, Tim berhasil membuat filmnya dengan aneh dan unik.

Hampir semua aktor utamanya menyanyi di film ini. Walaupun sebenarnya bukan seperti nyanyian tapi seperti orang yang berkata-kata diiringi oleh musik. Hampir semua lagu mempunyai irama musik yang sama. Hanya satu lagu yang cukup menarik buat saya. Lagu yang dinyanyikan oleh Anthony ketika bertemu dengan Johanna pertama kali. I feel you Johanna…….

Sebenarnya akting Johnny Depp patut diberi acungan jempol. Ekspresi wajah, pandangan matanya bahkan gerakan mulutnya mengungkapkan perasaan hati dan emosinya. Sekali lagi andai saja film ini tidak dibuat musikal mungkin hasilnya akan menjadi berbeda.
Yang patut diberi acungan jempol juga adalah Sacha Baron Cohen yang tampil unik sebagai Pirelli. Walaupun tampil sebentar tapi penampilannya cukup unik dan aneh.

Well, saya tidak terlalu menikmati film ini kecuali ketika Anthony menyanyikan lagu I feel you Johanna…. Dan satu adegan lagi yang membuat saya tertarik adalah adegan ketika Turpin mendatangi Todd dan diminta untuk mencukur kumis dan jenggotnya. Mereka seakan-akan beradu akting dan beradu kata dengan bernyanyi. Sebenarnya saya sangat menyukai film-film karya Tim seperti Edward Scissorhands, Big Fish dan Charlie & The Chocolate Factory. Tapi untuk yang ini, saya hanya memberi satu bintang untuk aktingnya Johnny Depp yang brilian. Sebagai tambahan film ini mempunyai subtitle The Demon Barber of Fleet Street.

Sunday, November 23, 2008

ESCAPE FROM HUANG SHI

George Hogg (Jonathan Rhys Meyer), seorang wartawan perang berusaha masuk ke kota Nanjing yang sedang diserang oleh Jepang. Di sini George menyaksikan penembakan rakyat sipil oleh tentara Jepang. Ketika hendak dieksekusi oleh tentara Jepang, George ditolong oleh gerilyawan Cina, Chen Han Sheng (Chou Yun Fat). Terluka dalam pelariannya, George ditolong oleh perawat, Lee Pearson (Radha Mitchell). Chen menganjurkan agar George pergi ke Huang Shi untuk melarikan diri.



Mengikuti saran Chen, George pergi ke sana dan dia bertemu dengan sekumpulan anak yatim piatu yang tinggal di sebuah sekolah yang sudah ditinggalkan. Ternyata Lee pun sering mengunjungi tempat ini. Diawali dengan ketidaksukaan anak-anak terhadap George, pelan-pelan George mengambil hati mereka. Tapi tetap saja ada beberapa anak yang masih tidak suka. Merasa berjodoh dengan anak-anak. George meminta tolong pengusaha setempat, Mrs. Wang (Michelle Yeoh) untuk memberikan pinjaman benih untuk bercocok tanam.


Dengan kerja keras, George dan anak-anak berhasil bertahan hidup hingga pasukan Nasional bergerak mendekati Huang Shi dan berniat mengambil tempat tersebut. Berbekal buku Silk Road yang diberikan Mrs. Wang dan Chen yang sedang bersembunyi dari kejaran musuh, juga Lee yang bersimpati terhadap George. George mengajak anak-anak untuk meninggalkan tempat itu menuju tempat yang bernama Shandan yang berjarak 700 mil dari tempat itu.

Apakah George berhasil membawa anak-anak tersebut dengan pasukan Jepang yang bertebaran dimana-mana? Dan celakanya, George pun terluka karena suatu insiden, apakah dia berhasil selamat?

COMMENT
Film ini berdasarkan kisah nyata dari George Hogg, di Amerika film ini berjudul The Children of Huang Shi, entah kenapa di Indonesia berubah menjadi Escape From Huang Shi. (seperti kasus Executive Decision menjadi Critical Decision) Film yang disutradarai oleh Roger Spottiswoode (The 6th Day). Roger berhasil membuat nuansa China yang tidak dibuat-buat seperti pemandangan seadanya tanpa memaksakan pengambilan background yang indah-indah.

Jonathan Rhys Meyer (Mission Impossible III) yang berperan sebagai Hogg, bisa dibilang cukup bagus tapi masih kurang penghayatan. Tapi dia sudah cukup berusaha dengan banyak berdialog mandarin. Radha Mitchell sebagai Lee cukup memikat dibandingkan penampilannya di Silent Hill. Kerja sama keduanya dengan Roger setelah Tomorrow Never Dies, Michelle Yeoh pun bisa dibilang hanya sebagai bintang tamu. Yang cukup menarik perhatian adalah Chou Yun Fat yang menurut saya inilah aktingnya yang paling baik selama dia bermain dalam produksi Hollywood. Dia seperti kembali ke habitatnya, bermain dengan alami dan tidak memaksakan diri. Walaupun hanya sebagai pemeran pembantu, tapi penampilannya yang paling enak dilihat di film ini, plus nenek si tukang masak cukup menarik juga. Patut dicatat penampilan David Wenham (pemeran Faramir di Lord of the Rings) di awal film.

Menonton film ini, entah kenapa teringat film Seven Years in Tibet. Mungkin karena settingnya di Asia, punya plot yang hampir sama yaitu orang Barat yang membaur dengan penduduk Asia, dan juga sama-sama kisah nyata. Dibalik segala kekurangan kecil, film ini hanya satu tingkat di bawah filmnya Brad Pitt tersebut. Menurut saya kekurangan film ini adalah tidak banyaknya adegan yang memperlihatkan betapa dekatnya George dengan anak-anak, sehingga kita harus menginterpretasikan sendiri kedekatan anak-anak dengan George. Walaupun tanpa adegan klimaks yang berarti, film ini mempunyai nilai tersendiri dan cukup enak diikuti dari awal sampai akhir. Saya memberi satu bintang untuk kisah nyata yang penuh inspirasi ini. Lalu satu bintang dibagi dua untuk penampilan Chou Yun Fat dan ENDING dari film ini. So 2 stars dari lima bintang. That’s the way you should play in a movie, Mr. Chou Yun Fat.

Wednesday, November 19, 2008

JOURNEY TO THE CENTER OF THE EARTH

Profesor Trevor Anderson (Brendan Fraser) kedatangan keponakannya yang bernama Sean Anderson (Josh Hutcherson). Sedangkan ayah Sean adalah kakak Trevor yang bernama Max. Max menghilang ketika sedang menyelidiki novel fiksi yang berjudul Journey to the Center of the Earth. Ketika Trevor membaca novel yang dibawa oleh ibu Sean untuk Trevor, Trevor menemukan fakta baru. Berbekal petunjuk yang ada di novel, Trevor pergi ke Islandia. Sebenarnya Trevor enggan membawa Sean tapi akhirnya Sean ikut serta. Disini Trevor hendak menemui seorang professor yang namanya tercatat di novel. Namun ternyata sang professor sudah meninggal dan yang tinggal hanyalah anak perempuannya yang bernama Hannah Asgeirsson (Anita Briem).


Sebenarnya Hannah tidak percaya cerita pusat bumi. Tapi dia membawa Trevor dan Sean ke puncak gunung. Namun ternyata kemudian mereka terperangkap di sebuah gua dan gua tersebut membawa mereka semakin dalam ke perut bumi. Apakah Trevor dan rombongannya benar-benar menemukan sebuah bumi di dalam bumi? Bagaimana dengan Max? Apakah Sean akan bertemu dengan ayahnya?

COMMENT
Musim panas ini, Brendan bermain dalam dua film, pertama adalah The Mummy 3 dan Journey to the Center of the Earth. Film berdasarkan novel yang dikarang oleh Jules Verne (juga pengarang Around the World in 80 Days). Juga merupakan remake dari film dengan judul yang sama yang dibuat tahun 1959. Tentu saja dengan special efek yang lebih canggih apalagi sang sutradara, Eric Brevig berpengalaman dalam special efek dalam film Men In Black, Pearl Harbor, The Day After Tomorrow. Walaupun film ini adalah debutnya tapi Eric sudah berbuat maksimal dengan bujet US$ 60 juta.

Sedangkan Brendan jelas lebih baik di sini daripada dalam The Mummy 3. Walaupun gayanya mirip tapi dia kelihatan lebih ‘enjoy’ main di sini seakan-akan tidak dipaksakan seperti pada Mummy 3. Sean diperankan oleh Josh Hutcherson. Aktor muda ini mulai terkenal sejak main Zathura dan Bridge to Terabithia. Sedangkan pemeran Hannah adalah Anita Briem, bintang asal Islandia.

Banyak adegan yang menegangkan sepanjang film. Seperti adegan naik kereta di tambang. Cepat dan serasa kita mengalaminya sendiri. Terus adegan di rakit dimana ketiga pemeran utama diserang oleh binatang laut. Dan satu lagi yang menegangkan ketika Sean harus melompat antar batu karang sementara jurang terbentang di bawah. Dan sepanjang film, kita akan dibuat takjub oleh pemandangan yang tidak lazim karena memang ini adalah kisah fiksi. Satu bintang untuk berbagai pemandangan aneh yang penuh imajinasi yang disajikan oleh sang sutradara. Satu bintang lagi untuk tiga adegan yang saya sebutkan di atas. 2 stars of five. Not bad Brendan. We’ll see you in G.I. Joe : Rise of Cobra.

Tuesday, November 18, 2008

DON'T MESS WITH THE ZOHAN

Zohan Dvir (Adam Sandler) adalah seorang agen super hebat Israel. Dalam suatu misi menangkap Phantom (John Turturro), Zohan memalsukan kematiannya seakan-akan dia terbunuh oleh Phantom. Sebenarnya dia sudah bosan dengan kehidupannya. Dia ingin mewujudkan cita-citanya menjadi penata rambut di Amerika. Di sana, Zohan ditampung di rumah Michael (Nick Swardson) yang pernah kebetulan ditolong oleh Zohan. Ditolak disana sini, akhirnya Zohan bekerja di sebuah salon milik seorang wanita cantik, Dalia (Emmanuelle Chriqui). Akhirnya Zohan terkenal dengan gaya menata rambutnya yang aneh. Sampai akhirnya ada musuhnya, Salim (Rob Schneider) yang melihatnya dan melaporkannya ke Phantom. Bagaimana Zohan menghadapi musuh lamanya di Amerika? Sedangkan musuhnya kini bertambah dengan konglomerat yang ingin menghancurkan daerah dimana Zohan bekerja untuk dijadikan mall? Dan siapa sebenarnya Dalia yang dicintai oleh Zohan?

COMMENT
Adam Sandler sudah bekerja sama dengan Dennis Dugan dalam Now I Pronounce You Chuck and Larry, Big Daddy, Happy Gilmore. Kini yang keempat kalinya mereka bekerja sama lagi. Dengan cerita yang dibuat oleh Adam Sandler sendiri ditambah Robert Smigel (penulis di Saturday Night Live) dan Judd Apatow (produser film Superbad dan Knocked Up) dan kabar terakhirnya, Judd akan memproduseri film Ghostbusters 3.

Kini Sandler mengetengahkan tema yang menyangkut politik di Amerika, sehingga humor Sandler dalam film ini lebih bersifat satire. Sebagai agen Israel, Sandler harus mengubah aksennya dan sedikit membuat tubuhnya kekar dan melakukan beberapa adegan aksi. Hanya ada satu adegan yang membuat saya tertawa dalam film ini yaitu adegan ketika Zohan sedang membujuk seorang anak kecil di sebuah salon. Sisanya yang lain adalah komedi sindiran dan sedikit menjurus ke pornografi yang menurut saya tidak lucu. Dan adegan aksinya pun terlalu heboh sehingga kesannya tidak nyambung. John Turturro pun bermain konyol dan tidak lucu. Yang menjadi penyegar dalam film ini adalah Emmanuelle Chriqui. Bukan berarti penampilannya mengagumkan tapi lebih ke faktor wajahnya yang masih ‘fresh’. (mungkin kita bisa berharap lebih pada Emmanuelle untuk film-film berikutnya). Sedangkan Schneider kini mempunyai porsi yang lebih dari sekedar cameo. Seperti Sandler, dia pun mengubah aksen dan sedikit make up untuk mengubah penampilannya. Banyak cameo yang muncul seperti Mariah Carey, Chris Rock dan Kevin James (Hitch).

Akhir kata, ini termasuk salah satu film yang membuat saya ingin film ini cepat berakhir. Berbeda jauh dengan film Sandler yang lain, seperti The Longest Yard, Click, 50 First Dates bahkan dengan yang agak slapstick pun seperti Big Daddy, Waterboy. Humor-humor di film ini sangat tidak lucu. Hanya adegan aksi ala ‘Yamakasi’ saja yang agak sedikit bisa dinikmati walau agak terlalu mengkhayal dan tidak nyambung. Satu bintang dari lima bintang untuk adegan aksi dan untuk Emmanuelle Chriqui. Karena kita jarang melihat Sandler beraksi dalam film kecuali Bulletproof (1996). And please no more about showing that ‘thing’ Mr. Sandler. It’s not funny.




Sebagai tambahan 10 film Adam Sandler yang paling laku di Amrik.

1. Big Daddy $163,479,795

2. The Waterboy $161,491,646

3. The Longest Yard $158,119,460

4. Click $137,355,633

5.Anger Management $135,645,823

6. Mr. Deeds $126,293,452

7. 50 First Dates $120,908,074

8. Now I Pronounce You Chuck & Larry $120,059,556

9. You Don’t Mess With The Zohan $100,018,837

10. The Wedding Singer $80,245,725

Saturday, November 15, 2008

TROPIC THUNDER

Film Tropic Thunder mengalami keterlambatan suting karena berbagai hal. Aktor Tugg Speedman (Ben Stiller) yang berperan sebagai “Four Leaf” dan empat lainnya Kirk Lazarus (Robert Downey Jr.), Jeff Portnoy (Jack Black), Kevin Sandusky (Jay Baruchel) Alpa Chino (Brandon T. Jackson) yang bermain dalam film perang berdasarkan cerita nyata dari Four Leaf (Nick Nolte). Ketika adegan ledakan yang menghabiskan banyak uang menjadi sia-sia karena tidak terekam oleh kamera, membuat sang produser, Les Grossman (Tom Cruise) marah kepada sang sutradara, Damien Cockburn (Steve Coogan).


Berkat usul Four Leaf, akhirnya nekad Damien membawa seluruh pemainnya ke hutan agar bisa berakting secara alamiah. Namun sialnya ternyata di hutan itu adalah daerah segitiga Bermuda yang penduduknya memproduksi ganja. Maka terjebaklah para aktor tersebut disana. Bagaimanakah mereka yang tidak punya pengalaman perang bisa keluar dari markas para penjahat?

COMMENT
Dari awal film, saya sudah tertawa melihat cuplikan trailer dari film-film yang dibintangi para aktor disini. Dan ada juga berbagai adegan yang diambil dari film-film perang terkenal seperti Platoon. Ben Stiller sebagai sutradara dan penulis cerita cukup handal dalam membuat sebuah film komedi. Dan ada beberapa adegan yang membuat saya terpingkal-pingkal. Dan ada sedikit adegan yang membuat saya sedikit terharu. Beginilah seharusnya membuat film yang menyindir film lain atau aktor lain. Tidak seperti Scary Movie (masih ok), Epic Movie, Date Movie, Superhero Movie, Meet The Spartan (wah yang ini ancur).

Mengenai aktingnya di film ini, Ben Stiller tampil standar. Jack Black pun terlihat tidak menonjol. Yang menonjol adalah penampilan Robert Downey Jr. yang wajahnya dimake up abis. Terus aksen Australianya dan raut wajahnya yang kaku. Lucu banget. Saya lebih suka performance Downey disini daripada film Ironman. TOP. Dan perlu dicatat, beberapa penampilan aktor terkenal seperti Tom Cruise, Matthew McConaughey, Tobey Maguire, Jon Voight, Jennifer Love Hewitt. Tapi Owen Wilson kok ga ada ya.

Akhir kata, saya menyukai film komedi ini. Dengan skenario cerdas dan penampilan prima dari para aktornya yang tidak berusaha melucu malah membuat film ini menjadi film komedi yang solid. Bintang pertama adalah untuk skenario yang cerdas. Bintang kedua untuk penampilan Robert Downey Jr. yang brilian. Dan bintang terakhir adalah untuk cuplikan trailer di awal film yang benar-benar lucu apalagi trailer yang ada Tobey Maguirenya. Spiderman vs Ironman. Hehehe. Overall 3 stars.

THE BANK JOB

Terry Leather (Jason Statham) sedang dalam kesulitan finansial ketika mantan pacarnya Martina Love (Saffron Burrows) mengajaknya untuk merampok sebuah ruang yang berisi kotak-kotak deposit berharga. Semula Terry menolak namun akhirnya dia mengajak teman-temannya untuk bergabung. Dengan menggali terowongan di bawah bank tersebut, Terry cs berhasil menggasak hampir semua isi dari brankas deposit bank tersebut.


Ternyata Martina bekerja sama dengan salah seorang agen rahasia Inggris untuk mengambil sebuah rahasia yang disimpan di salah satu kotak. Lalu ada juga buku rahasia milik seorang pengusaha yang berisi tentang transaksi rahasia. Terry cs akhirnya dikejar banyak pihak. Dan satu persatu temannya tewas. Bagaimana cara Terry keluar dari masalah ini? Bagaimana dengan nasib istri dan anak-anak Terry?

COMMENT

Saya suka Roger Donaldson karena dia sudah menyutradarai berbagai genre film dari drama (Cocktail), disaster movie (Dante’s Peak), spionase (The Recruit), Science fiction (Species) sampai cerita konspirasi (Thirteen Days). Kini film kisah nyata tentang perampokan sebuah bank. Dari awal film yang menurut saya agak membosankan sampai setelah sepertiga film berjalan, baru film mulai menunjukkan arahnya. Ketegangan mulai terjadi ketika ternyata banyak pihak yang terlibat dan mengejar-ngejar Terry cs. Dan kebosanan di awal film pun terbayarkan.

Jason Statham tampaknya ngebut bikin film, ngantri filmnya seperti Transporter 3, Crank 2 dan The Brazilian Job (sekuel dari The Italian Job). Saffron Burrows pernah main jadi istri Eric Bana dalam Troy. Semua pemain lainnya pun berasal dari Inggris. Karena memang film ini berseting di London tahun 1971.

Well akhir kata, film ini termasuk lumayan, walaupun Jason Statham termasuk aktor laga tapi dia tidak banyak beraksi dalam film ini. Saya memberi satu bintang untuk adegan menegangkan yang berlangsung terus menerus di paruh akhir film ini setelah perampokan terjadi. Sayangnya film ini tidak masuk Indonesia. Jason, please do something different and better in your next movie or people will get bored with you.

Thursday, November 13, 2008

STREET KINGS

Film diawali dengan keberhasilan Tom Ludlow (Keanu Reeves) dalam menyelamatkan dua orang gadis Korea dari gerombolan penjahat. Namun aksi Ludlow yang selalu maen tembak dan maen bunuh menyebabkan mantan partnernya Washington (Terry Crews) selalu mengincarnya dan mengancam untuk menangkap Ludlow. Namun untungnya Ludlow selalu didukung oleh atasannya , Wander (Forest Whitaker) dan teman satu timnya, Clady (Jay Mohr), Dante (John Corbett) dan Santos (Amaury Nolasco).



Ternyata Washington bekerja sama dengan Internal Affairs, Captain James Biggs (Hugh Laurie) untuk menyelidiki Ludlow. Hal ini membuat Ludlow marah. Ketika dia sedang mendekati Washington di sebuah supermarket, ada 2 orang yang menembak mati Washington namun sialnya Ludlow salah tembak hingga mengenai bahu Washington.




Merasa bersalah, Ludlow menyelidiki kejadian ini dengan Paul Diskant (Chris Evans) diam-diam tanpa sepengetahuan teman-teman timnya. Ternyata penyelidikan mereka menuju ke suatu hal yang sangat besar. Dimana semua orang hampir terlibat. Siapakah dalang dari semua ini?

COMMENT
Keanu Reeves bermain menjadi polisi lagi setelah Speed. Namun jangan berharap ada aksi yang menegangkan di film ini seperti dalam Speed. Banyak aktor-aktor terkenal yang main di film ini, seperti Forest Whitaker (The Last King of Scotland), Hugh Laurie (serial House), Jay Mohr (Jerry Maguire), John Corbett (My Big Fat Greek Wedding), Chris Evans (Fantastic Four), Cedric The Entertainer, Common, The Game. Dan yang paling menarik dari semuanya adalah penampilan Chris Evans yang bisa mengubah imagenya dari Johnny Storm menjadi seorang polisi pemula yang gagah. Dan saya suka adegan mereka berdua. Dari pertama kali kenal , adegan di toilet, adegan pengejaran dan adegan ketika berhadapan dengan Fremont dan Coates yang palsu. Forest Whitaker pun bermain cukup apik.

David Ayer sang sutradara dikenal sebagai penulis film-film bagus seperti Training Day, U-571, Dark Blue, S.W.A.T. Sedang ceritanya ditulis oleh James Ellroy yang membuat film polisi lain yang mirip L.A Confidential, Dark Blue. Dibantu oleh Kurt Wimmer, sutradara Equilibrium dan Ultraviolet (sekedar informasi Kurt Wimmer rumornya akan menggarap Metal Gear Solid). Jadi wajar saja film ini mempunyai tipikal yang sama dengan L.A. Confidential.

Well, saya menganggap film ini setara dengan L.A. Confidential. Malahan karakter Ludlow mirip dengan karakter yang dimainkan oleh Russell Crowe dalam Confidential. Hanya nasib film ini tidak sama dengan L.A. Confidential yang menuang banyak pujian. Sebagai informasi, L.A. Confidential meraup US$ 64 juta, sedangkan Street Kings hanya mendapat US$ 26 juta tapi sudah balik modal dengan modal hanya US$ 20 juta. Saya memberi satu bintang untuk cerita yang mirip dengan L.A. Confidential dimana ternyata banyak rahasia dibalik semua tokoh. Dan bintang satu lagi untuk permainan memikat antara Keanu Reeves dan Chris Evans dalam adegan yang melibatkan mereka berdua. 2 dari 5 bintang.

TRAITOR

Well beda dari biasanya, saya tidak akan menyinggung tentang cerita film ini karena ceritanya mengandung masalah yang peka dan sensitif. Jadi saya langsung ke Comment aja. Silakan nanti nonton sendiri filmnya.

COMMENT
Sebuah film yang luar biasa dan didukung oleh cerita yang tidak biasa. Dimana kita melihat dari dua sisi. Berbeda dengan The Kingdom yang kebanyakan bercerita tentang pihak polisi yang mencari bukti-bukti. Tapi film ini, kita melihat dari dua sisi yang berbeda. Tidak banyak film yang tidak ada adegan aksi tapi bisa memberikan suasana yang tegang sepanjang film, apalagi 20 menit terakhir yang sangat menegangkan.

Don Cheadle bermain baik disini tapi masih kalah sedikit dibandingkan dalam Hotel Rwanda. Guy Pearce (L.A. Confidential) and Jeff Daniels (Speed) bermain ok. Yang agak menonjol menurut saya malahan Said Taghmaoui (Vantage Point) sebagai Omar.

Salut buat sang sutradara Jeffrey Nachmanoff yang mampu membuat film ini menarik untuk diikuti dari awal sampai akhir. Hebatnya film ini selain screenplaynya ditulis oleh Jeffrey sendiri, penulis ceritanya adalah Steve Martin sang komedian. Sangat luar biasa dari seorang komedian bisa menghasilkan cerita yang menegangkan dan terasa sangat nyata.

Well akhir kata, saya memberi tiga bintang untuk film ini. Satu bintang untuk sang sutradara. Satu bintang lagi untuk cerita yang mengagumkan. Dan bintang terakhir untuk permainan Don Cheadle, Guy Pearce dan Said Taghmaoui yang saling menunjang satu sama lain. Dan sepanjang film, saya bertanya-tanya tokoh Samir ini berkhianat kepada pihak siapa?

Tuesday, November 11, 2008

INDIANA JONES AND THE KINGDOM OF THE CRYSTAL SKULL

Film dimulai ketika Indy (Harrison Ford) ditangkap oleh pihak Rusia bersama temannya Mac (Ray Winstone). Indy disuruh mencari sebuah peti yang berisi sesuatu yang mengandung magnet yang sangat kuat. Namun Indy berhasil melarikan diri.




Kembali kepada kehidupan sehari-harinya sebagai seorang dosen. Karena suatu hal, Indy diberhentikan dari tugasnya. Ketika berada di sebuah stasiun kereta, ada seorang pemuda bernama Mutt (Shia LaBeouf) yang meminta tolong mencari kerabatnya yang hilang. Lewat surat Oxley (John Hurt) kerabat Mutt yang hilang, mereka pergi ke Peru. Di sebuah pemakaman, Indy berhasil menemukan tengkorak yang disimpan Oxley di situ. Tetapi kemudian pihak Rusia yang dipimpin oleh Col. Dr. Irina Spalko (Cate Blanchett) menangkap Indy dan Mutt. Di kamp Rusia, Indy bertemu dengan Marion Ravenwood (Karen Allen) dan Oxley yang ternyata ditangkap pihak Rusia.

Berhasil melarikan diri Indy cs ditambah dengan Mac melewati sungai menemukan tempat asalnya tengkorak kristal tersebut. Sementara itu di dalam kelompok Indy ada seorang pengkhianat yang meninggalkan jejak untuk pihak Rusia. Apakah sebenarnya tengkorak kristal itu? Apakah benar Indy akan menemukan kota emas Akator (El Dorado)? Siapakah sebenarnya Mutt?

COMMENT
Indiana Jones returns. Di dalam installment-nya yang keempat ini, Steven Spielberg tetap menjadi sutradaranya dengan produser George Lucas. Walaupun sudah berusia lanjut, Ford tetap sesuai menjadi Indiana Jones walaupun kini aksinya dibantu oleh Shia Labeouf. Dengan bantuan special efek yang tentu saja lebih canggih dari seri-seri sebelumnya. Namun sayangnya hal ini tidak bisa membuat seri keempatnya ini menjadi lebih baik dari seri-seri yang sudah ada. Tidak ada hal-hal baru di sini. Seakan-akan Spielberg hanya ingin membuat sebuah nostalgia dari figur seorang Indiana Jones. Dan jika hanya ingin bernostalgia, memang Spielberg berhasil. Ada beberapa adegan yang mengingatkan hal tersebut. Misalnya ketika Mutt membonceng Indy dengan motornya sambil mengecoh pengejarnya. Setelah berhasil Mutt tertawa sambil melihat Indy dimana Indy hanya menatap diam. Di Last Crusade pun ketika Indy membonceng ayahnya dan berhasil mengalahkan pengejarnya, Indy tertawa sambil melihat ayahnya dan ayahnya hanya menatap diam.

Disisi pemain, Shia cocok juga kalo buat jadi pengganti Indy. Gayanya yang sok cool itu yang bikin lucu. Bisa bikin image baru buat karakter Indy. Atau mungkin karena Hollywood lagi ga kreatif nanti bikin spin off dengan karakter Shia. Cate Blanchett juga lumayan dengan aksen Rusianya. Yang lainnya sih biasa aja.


Bagi penggemar Indy tentu saja jangan melewatkan filmnya yang keempat ini setelah selang waktu yang lama dengan film yang terakhirnya. Dan menurut saya, diantara semua seri Indy, yang paling bagus adalah The Last Crusade. Dan The Kingdom of Crystal Skull ini masih dibawahnya. Well, saya hanya memberi satu bintang untuk film ini karena nilai nostalgianya. And please no more Indiana Jones, karena Ford uda tua deh. Kasian.

Sunday, November 9, 2008

BANGKOK DANGEROUS

Joe (Nicholas Cage) adalah seorang pembunuh bayaran yang sangat berhati-hati dalam tugasnya. Tidak pernah meninggalkan jejak setelah aksi pembunuhannya. Termasuk kurir yang ditugasinya untuk mengambil keperluannya. Setelah aksinya di Praha, Joe pergi ke Bangkok untuk mengerjakan 4 tugas pembunuhan yang disuruh oleh Surat (Nirattisai Kaljaruek).


Di Bangkok, Joe mempekerjakan Kong (Shahkrit Yamnarm), seorang pencopet jalanan, sebagai kurirnya. Entah kenapa Joe malah melatih Kong berbagai ketrampilan seperti menembak, bela diri. Lalu Joe pun berkenalan dengan Rain (Charlie Yeung) yang tuna rungu. Karena suatu peristiwa, Rain mengetahui bahwa Joe adalah seorang pembunuh. Rain pun jadi membenci Joe. Di akhir tugasnya, Surat menyuruh Joe untuk membunuh seorang tokoh penting. Namun karena Surat tidak ingin rahasianya terbongkar makanya dia menculik Kong dan pacarnya , Aom untuk mengetahui tempat rahasia Joe. Agar dia bisa menyuruh anak buahnya untuk membunuh Joe. Bagaimana Joe menyelesaikan tugasnya? Dan bagaimana hubungannya dengan Rain? Apakah Kong dan pacarnya akan selamat?

COMMENT
Setelah membuat film pertamanya di Hollywood, The Messenger, Pang brothers me-remake film Thailand mereka yang berjudul sama. Namun agar sesuai dengan standar Hollywood, dibuat sedikit perubahan dengan bantuan penulis skenario, Jason Richman. Cerita seorang pembunuh bayaran sudah sering difilmkan. Contohnya Leon the Professional (Jean Reno) , Assasins (Stallone), Replacement Killers (Chou Yun Fat). Kini setingnya terjadi di Thailand, lengkap dengan kuilnya, pasar terapung di atas sungai. Selayaknya cerita seorang pembunuh bayaran, biasanya sudah menjadi pakem bahwa sang pembunuh bayaran luluh hatinya oleh suatu hal dan ingin meluruskan hidupnya. Dan begitulah dengan Joe disini. Semua pemain kebanyakan adalah orang Thailand kecuali Cage dan Charlie Yeung (Seven Swords, New Police Story) yang berasal dari Hongkong. Dan rata-rata akting pemainnya biasa saja tidak ada yang istimewa.


Aksi-aksi di film ini pun biasa sekali, masih kalah dengan gayanya Chou Yun Fat sebagai pembunuh bayaran. Sebenarnya ada adegan dramatis ketika Joe menembak dua orang di belakang Rain sedangkan Rain tidak menyadarinya karena dia tuli. Namun tidak dibuat maksimal oleh Pang Brothers karena menurut saya adegan itu sangat penting. Karena adegan itu adalah titik awal dan titik balik perasaan Rain terhadap Joe dan juga perasaan Joe yang ingin mengakhiri kehidupan gelapnya karena secarik kertas yang ditulis oleh Rain.

Well, saya nonton film ini dengan harapan tinggi karena ini remake film Pang Brothers sendiri dan didukung oleh bujet yang besar US$ 45 juta. Tentu saja dengan harapan apa yang mereka tidak bisa wujudkan di filmnya yang original, bisa diwujudkan disini. Saya belum nonton film originalnya, tapi dengan hasil seperti ini, saya tidak terlalu berniat untuk menontonnya. Sorry Cage no star for you this time. It’s not so dangerous anyway.

IRONMAN

Tony Stark adalah seorang jenius muda yang kaya raya karena perusahaannya Stark Industry memproduksi senjata. Ketika sedang mendemonstrasikan senjata terbarunya, rudal Jericho di Timur Tengah. Stark diculik oleh kawanan teroris The Ten Rings. Dimana Stark dipaksa untuk membuat rudal Jericho. Di sini Stark berkenalan dengan Yinsen. Berdua dengan Yinsen, Stark membuat sebuah baju besi canggih untuk melarikan diri dari sarang teroris. Stark berhasil melarikan diri dengan bantuan Yinsen.



Pulang ke Amerika, cara pikir Stark berubah. Dia tidak ingin lagi memproduksi senjata. Hal ini ditentang oleh Obadiah Stane, partner ayahnya Karena kalah suara dengan dewan perusahaan. Stark ‘dirumahkan’. Dalam kesenggangannya, Stark berusaha kembali merakit baju besi yang lebih canggih, lebih powerful.



Tanpa sepengetahuan Stark, kembali pengiriman senjata terjadi ke tempat dimana The Ten Rings berkuasa. Demi menolong penduduk di sana, Stark berubah menjadi Ironman dan meledakkan supply senjata The Ten Rings. Namun tentara Amerika segera mengerahkan dua pesawat tempur untuk menggempur sebuah benda tak dikenal. Teman dekat Stark, Kolonel Rhodes akhirnya mengetahui bahwa benda itu adalah Stark.



Lewat bantuan Pepper Pots, asisten kepercayaan Stark, akhirnya terbongkar sebuah rahasia di Stark Industry. Siapakah dalang dari semua ini? Bagaimana cara Stark membereskan masalah ini? Sedangkan prototype baju besi pertama yang digunakan Stark untuk meninggalkan sarang teroris ditemukan oleh kelompok The Ten Rings?

COMMENT
Kembali sebuah film Superhero diproduksi Hollywood. Dan kali ini giliran komik superhero keluaran Marvel. Disutradarai oleh Jon Favreau, sutradara Elf dan Zathura. Tapi pernah juga bermain sebagai partner pengacara Ben Affleck dalam Daredevil, juga pernah main dalam serial Friends jadi milioner pacarnya Monica Geller. Sedangkan pemeran Tony Stark akhirnya jatuh ke tangan Robert Downey Jr. padahal sebelumnya Tom Cruise yang direncanakan untuk menjadi Tony Stark. Asisten kepercayaannya dimainkan oleh Gwyneth Paltrow. Teman dekat Stark, Kolonel Rhodes diperankan oleh Terence Howard. Lalu Obadiah Stane diperankan oleh aktor kawakan Jeff Bridges. Lalu di akhir film setelah credit title keluar semua ada cameo Samuel L. Jackson sebagai Nick Fury pimpinan SHIELD.

Seperti Batman Begins, film ini dimulai dari bagaimana awal lahirnya Ironman. Dengan spesial efek canggih yang membuat kecanggihan Ironman terlihat di film. Proses pembuatan baju Ironman pun cukup menarik untuk diikuti. Juga percikan-percikan cinta antara Stark dan Potts pun cukup menarik. Hanya sayang adegan aksinya termasuk sedikit dan sebentar. Hanya adegan terakhir melawan Ironmonger yang agak lama tapi itu pun masih belum maksimal. Di luar semua itu, menurut saya Ironman adalah film superhero yang memuaskan dibandingkan Superman Returns dan The Incredible Hulk. Dan setara dengan Spiderman tapi masih dibawah Batman Begins. (The Dark Knight saya belum nonton)



Well akhir kata, saya memberi satu bintang untuk Jon Favreau yang sudah memvisualisasikan Ironman dengan begitu detil dan nyata. Lalu saya memberi satu bintang lagi untuk hubungan asmara terselubung antara Stark dan Potts yang menggemaskan. Sebenarnya saya ingin memberi satu bintang untuk adegan aksinya tapi tidak jadi karena masih belum memuaskan. So dua bintang dari lima bintang untuk Ironman.

Thursday, November 6, 2008

THE X-FILES : I WANT TO BELIEVE

Film ini bercerita tentang penculikan seorang agen FBI. Lalu Agent Mosley Drummy (Xzibit) dan Agent Dakota Whitney (Amanda Peet) meminta bantuan Fox Mulder (David Duchovny) yang sudah keluar dari FBI untuk ikut membantu. Sedangkan Dana Scully (Gillian Anderson) pun sudah keluar dari FBI dan bekerja di sebuah rumah sakit.




Selain Mulder, FBI pun dibantu oleh seorang paranormal yang bernama Father Joseph (Billy Connolly) yang mendapat penglihatan dimana sang korban disekap. Selama dalam pencarian, kembali ada korban kedua yang diculik. Scully yang tidak percaya dengan hal mistis, tidak mempercayai Father Joseph. Dia pun sedang menghadapi masalah di rumah sakit. Ada seorang pasiennya yang sedang parah dan harus segera diatasi.



Apakah Mulder berhasil menemukan para korban penculikan? Apakah benar Father Joseph seorang paranormal? Bagaimana dengan Scully yang menghadapi pertentangan batin ketika diberitahu sesuatu oleh Father Joseph?

COMMENT
Film bioskop pertamanya muncul pada tahun 1998 dan bertajuk The X-Files : Fight the Future. Dan sukses meraup lebih dari US$ 100 juta. Kini setelah hampir 10 tahun baru muncul film keduanya. Jelas bukan sekuel karena ceritanya tidak nyambung dari yang pertama. Mungkin bagi penggemar serial televisinya akan menyambut dengan antusias film ini. Tapi sayangnya untuk yang bukan penggemar film ini mungkin akan kecewa. Karena film ini sangat standar sekali. Tidak ada hal-hal yang berbau konspirasi, misterius dan ending yang rumit. Semua hal berlangsung datar-datar saja.

Yang berada di balik kursi sutradara kali ini, adalah Chris Carter sang creator dari The X-Files. Well, mungkin terbiasa dengan serial televisi-nya, Chris Carter tidak membuat sesuatu yang baru pada film ini. Tidak ada lonjakan ketegangan yang berarti, malahan bisa dibilang datar-datar saja. Mungkin Chris Carter hanya ingin bernostalgia dengan film ini.
Pemeran utamanya tetap dipegang oleh David Duchovny dan Gillian Anderson. Disinilah hubungan antara Mulder dan Scully diperlihatkan lebih jauh. Di film ini mereka diperlihatkan sedang menjalin suatu hubungan asmara. Sedangkan karakter dari serial televisi-nya yang muncul adalah Walter Skinner (Mitch Pillegi), itupun hanya di akhir film.

Akhir kata, menurut saya lebih baik film ini tidak main di bioskop tapi harusnya dibagi dua episode dan diputar di televisi saja. Karena untuk ukuran film bioskop, film ini tidak ada apa-apanya. Tapi untuk ukuran televisi, film ini masih bisa dibilang lumayan. Bila anda memang penggemar fanatik The X-Files, maka anda harus menonton film ini karena ada kelanjutan hubungan antara Mulder dan Scully. Tapi bagi yang bukan penggemar, lebih baik anda menonton film lain saja. No star for this movie. Sorry.

Wednesday, November 5, 2008

THE INCREDIBLE HULK

Film dimulai dengan sekilas cuplikan apa yang terjadi dengan Bruce Banner (Edward Norton), Betty Ross (Liv Tyler) dan ayahnya Jendral Thadeus Ross (William Hurt). Dan bagaimana Bruce bisa berubah menjadi Hulk.

Kemudian adegan beralih ke Brazil dimana Bruce berbaur dengan penduduk setempat dan berusaha mengendalikan kemarahannya agar tidak berubah menjadi Hulk. Disini Bruce berhubungan lewat internet dengan seseorang yang mengaku bernama Blue, dan berdiskusi dengan Blue tentang penyakitnya ini. Namun karena sesuatu kecelakaan kecil, darah Bruce jatuh menetes ke dalam botol minuman yang akan diekspor ke Amerika. Ternyata hal ini terlacak oleh Jendral Ross, sehingga membentuk tim untuk menangkap Bruce yang dipimpin oleh Mayor Emil Blonsky (Tim Roth).

Betapa kagetnya Blonsky ketika Bruce berubah menjadi Hulk dan memporak-porandakan anak buahnya. Hal ini membuat penasaran Blonsky dan mendesak Jendral Ross untuk menceritakan segala sesuatunya tentang Hulk. Sedangkan Bruce pun terpaksa kembali ke Amerika.

Disinilah Bruce yang ternyata masih mencintai Betty, diam-diam memperhatikan Betty dari jauh. Walaupun dia kecewa karena Betty sedang menjalin hubungan dengan Dr. Lennord Samson (Ty Burrell). Dan ternyata Betty pun masih mencintai Bruce dan memberikan Bruce data penelitian tentang sinar gamma yang telah dihapus dari data militer. Namun karena cemburu, Dr. Lennord melaporkan keberadaan Bruce kepada Jendral Ross. Dan terjadilah pertempuran seru antara tentara yang dipimpin oleh Blonsky yang ternyata telah disuntik obat menjadi tentara super dengan Bruce yang berubah menjadi Hulk di sebuah universitas.
Berhasil selamat membawa Betty, Bruce berusaha mencari Blue untuk mencari tahu tentang penyakitnya. Tapi terlacak kembali oleh Jendral Ross dan kali ini Jendral Ross tidak ingin Bruce lepas nekad menyuntik Blonsky dengan serum. Bruce berhasil ditangkap tapi sebelumnya Blue berhasil membuat Bruce bisa mengendalikan kekuatan hijau dalam tubuhnya. Celakanya Blonsky memaksa Blue untuk menyuntikan zat yang sama yang diberikannya kepada Bruce. Dan ternyata hasilnya, membuat Blonsky berubah menjadi monster besar bernama Abomination. Bagaimana cara mengalahkan Abomination yang dengan ganas menyerang penduduk kota sedangkan Bruce baru saja bisa mengendalikan kekuatannya?


COMMENT
Dalam benak saya, dengan dirubahnya seluruh jajaran pemain dan sang sutradara dari film sebelumnya. Membuat The Incredible Hulk menjadi lebih baik. Begitulah anggapan saya pertama kali sebelum menontonnya. Well, ternyata anggapan itu salah. Film ini jelas tidak luar biasa walaupun mungkin lebih baik sedikit dari Hulk garapan Ang Lee. Dan itu karena faktor adegan di penghujung film yang luar biasa. Berbeda jauh dengan endingnya Hulk versi Eric Bana yang terasa sedikit memusingkan dan entah penonton mau dibawa kemana.

Louis Leterrier yang pernah membuat Transporter 2 dan Danny The Dog (Unleashed) yang menurut saya salah satu film Jet Li yang terbaik, membuat sosok Hulk menjadi lebih sangar dibandingkan yang terdahulu. Tapi membuat semuanya tanggung, seakan-akan kekuatan Hulk tidak mencapai maksimal (kecuali di adegan akhir). Saya ingat adegan Hulk yang berkelahi dengan para anjing di film yang pertama. Sebuah adegan yang spektakuler dan menegangkan. Tapi disini tidak ada adegan yang setegang itu (kembali lagi kecuali bagian akhir film). Liv Tyler pun tidak bisa menghidupkan karakter Betty yang cerdas berbeda dengan penampilan Jennifer Connely. William Hurt dan Tim Roth pun bermain biasa sekali. Sedangkan Edward Norton sedikit lebih baik dari Eric Bana karena bisa menampilkan seorang Bruce yang lelah dalam pelarian dan berusaha keras dalam mengendalikan dirinya.
Yang agak sedikit mengejutkan adalah munculnya Robert Downey Jr sebagai Tony Stark di film ini, Namun kita tahu bahwa Hulk dan Ironman tergabung dalam kelompok superhero bernama Avenger. Dan Lou Ferrigno (pemeran Hulk dalam serial TV) muncul sekilas sebagai satpam.
Dan satu yang agak sedikit mengganggu adalah kebanyakan adegan terjadi di malam hari sehingga kadang tidak terlalu jelas adegan demi adegan.

Well akhir kata, adegan terbaik adalah di bagian akhir film. Dan untuk adegan ini, saya memberikan satu bintang dari lima untuk film ini. Padahal saya berharap banyak dari film ini, mungkin karena harapan saya terlalu tinggi sehingga film ini jadi terlihat biasa saja. Hanya lebih baik sedikit dari Hulk-nya Ang Lee. Dan untuk Louis Leterrier, semoga lebih baik dengan proyek berikutnya Clash of the Titan.